Ketapang, 7 Desember 2025.Suasana teduh dan penuh kekhusyukan menyelimuti kediaman Keluarga Bapak Aliong, yang pada Jumat, 5 Desember 2025, mendapat giliran menjadi tuan rumah pelaksanaan Doa Rosario Berantai Khusus Keluarga di Lingkungan Santo Pilipus, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang. Kegiatan rohani ini merupakan rangkaian doa yang dilaksanakan secara bergilir dari satu keluarga ke keluarga berikutnya dalam satu lingkungan, dan pada hari tersebut, doa berfokus secara khusus pada keluarga ini saja sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh lingkungan.
Doa Rosario berantai menjadi salah satu tradisi iman yang dijalani dengan penuh kesetiaan oleh umat Lingkungan Santo Pilipus, terutama memasuki Masa Adven 2025. Masa Adven yang dimulai pada Minggu, 30 November hingga 24 Desember, menjadi waktu istimewa bagi umat Katolik untuk mempersiapkan hati menyambut kelahiran Yesus Kristus. Selama masa penuh penantian ini, umat diajak merenungkan Peristiwa Gembira, yang menggambarkan misteri kelahiran Sang Juru Selamat.
Kegiatan doa di rumah Keluarga Bapak Aliong dimulai pukul 18.15 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan hingga selesai pada pukul 19.16 WIB. Seluruh anggota keluarga Bapak Aliong, istri, dan anak-anak mengikuti rangkaian doa dengan penuh devosi dan rasa syukur, menjadikan momen ini sebagai kesempatan berharga untuk memperdalam iman serta memohon berkat Tuhan bagi keluarga mereka.
Sebagai kegiatan rohani yang digilir setiap hari dari satu keluarga ke keluarga lain, Doa Rosario berantai membantu mempererat tali persaudaraan antarumat, sekaligus memperteguh semangat kebersamaan dalam lingkungan gerejawi. Namun pada kesempatan ini, doa berfokus hanya pada Keluarga Bapak Aliong, sesuai dengan permintaan dan ketentuan pelaksanaan doa rosario berantai khusus keluarga.
Selama doa berlangsung, umat merenungkan lima Peristiwa Gembira, yaitu:
-
Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
-
Maria mengunjungi Elisabet (Luk 1:39-45).
-
Yesus dilahirkan di Betlehem (Luk 2:1-7).
-
Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
-
Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).
Kelima misteri ini membantu umat mengarahkan hati pada peristiwa-peristiwa penuh sukacita menjelang kelahiran Yesus Kristus, sekaligus menuntun keluarga untuk semakin meneladani kerendahan hati dan ketaatan Bunda Maria.
Adapun tata cara pelaksanaan doa rosario pada kesempatan tersebut tetap mengikuti urutan doa yang umum, dimulai dari pengucapan Syahadat Para Rasul, diikuti Doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, hingga perenungan setiap misteri rosario yang disertai dengan sepuluh kali Salam Maria pada setiap dekade. Setelah kelima misteri selesai didoakan, doa ditutup dengan Salam Ya Ratu Surga dan doa penutup rosario.
Doa Rosario berantai di rumah Keluarga Bapak Aliong tidak hanya menjadi momen doa bersama, melainkan juga kesempatan keluarga untuk menyalakan kembali semangat iman, memperdalam pengharapan dalam masa Adven, serta mempererat persatuan mereka sebagai keluarga Katolik. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan nilai kebersamaan, kerendahan hati, dan kesiapsediaan menyambut kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lingkungan Santo Pilipus berharap tradisi Doa Rosario berantai sepanjang Masa Adven terus membawa berkat, keteduhan, serta membangun spiritualitas umat, khususnya keluarga-keluarga yang mendapat giliran. Doa Rosario di rumah Keluarga Bapak Aliong menjadi bagian penting dari rangkaian doa harian lingkungan, yang akan terus berlanjut ke keluarga berikutnya hingga Adven berakhir pada 24 Desember mendatang.
Semoga melalui rangkaian doa penuh devosi ini, umat Paroki Santo Agustinus semakin diteguhkan dalam iman dan siap menyambut kelahiran Sang Juruselamat dengan hati yang bersih, sederhana, dan penuh sukacita.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 7 Desember 2025

0 comments:
Posting Komentar