OMK Regio Barat Gelar Misa Alam dan Aksi Cinta Lingkungan
di Stasi Kristus Sang Penebus Manjau
Ketapang, 3 Desember 2025.Dalam rangka memperingati Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) ke-40, Orang Muda Katolik (OMK) Regio Barat melaksanakan rangkaian kegiatan rohani dan aksi ekologis berupa Misa Alam, penanaman pohon, bakti sosial, serta pembinaan kebersamaan. Kegiatan ini diselenggarakan pada 30 November 2025 di Stasi Kristus Sang Penebus Manjau, wilayah pelayanan Paroki Emmanuel Sukadana.
Pelaksanaan Misa Alam ini juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Uskup Keuskupan Ketapang mengenai dorongan untuk mengadakan “Misa untuk Memelihara Ciptaan”, sebuah gerakan pastoral yang menekankan tanggung jawab umat beriman untuk menjaga bumi sebagai anugerah Allah.
Misa pembuka dilangsungkan di Gereja Stasi Kristus Sang Penebus dan dipimpin oleh Pastor Fransiskus Mba’a, OSA, dengan petugas liturgi berasal dari gabungan OMK stasi-stasi di Paroki Emmanuel. Kehadiran para OMK dari berbagai wilayah menunjukkan antusiasme dan kesatuan semangat dalam menghidupi pesan Gereja terkait kepedulian ekologis, terutama di masa Adven.
Penghayatan Adven Melalui Seruan Pengampunan dan Pertobatan
Dalam homilinya, Pastor Fransiskus Mba’a, OSA menekankan makna mendalam Masa Adven sebagai waktu penantian dan persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus. Ia mengajak OMK untuk mempersiapkan hati yang bersih dan suci melalui pengampunan, kebaikan, dan pertobatan.
Pastor menegaskan:
“Dalam masa Advent ini kita perlu mempersiapkan hati yang suci dan bersih. Untuk mewujudkan hati yang suci dan bersih, selain dengan berdoa, berbuat baik, dan penerimaan sakramen tobat, yang paling utama yaitu mengampuni. Jadikan masa Advent ini sebagai permenungan untuk mengampuni teman, saudara, dan keluarga, serta tidak menyimpan dendam terhadap sesama.”
Seruan tersebut menjadi pesan inti dalam keseluruhan rangkaian kegiatan. Bagi OMK, ini menjadi panggilan untuk membangun rekonsiliasi, memperbaiki relasi dengan sesama, dan menghadirkan damai Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Masa Adven bukan hanya masa liturgi, tetapi juga momentum pembaruan hati dan komitmen iman.
Aksi Nyata: Penanaman Pohon sebagai Wujud Merawat Ciptaan
Usai perayaan Ekaristi, seluruh rombongan melanjutkan kegiatan inti yaitu penanaman pohon di lingkungan Gereja Stasi Kristus Sang Penebus Manjau. Kegiatan ini menjadi simbol keterlibatan OMK dalam gerakan Gereja universal untuk peduli terhadap bumi, sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si’.
Penanaman pohon ini dilakukan oleh berbagai pihak, yakni:
-
Demong Adat
-
Kepala Desa
-
Ketua Stasi
-
Ketua Regio
-
Pendamping OMK Manjau
-
Ketua OMK Emmanuel
-
Ketua OMK St. Agustinus
-
Ketua OMK Katedral
-
Ketua Kring St. Maria
-
Ketua Kring St. Yosef
-
Ketua OMK Kepayang
-
Ketua OMK Manjau
-
Ketua OMK Kecurap
-
Ketua OMK Nek Doyan
-
Ketua OMK Pal 15
Pelibatan para pemimpin adat, perangkat desa, pengurus stasi, serta perwakilan OMK dari berbagai wilayah memperlihatkan betapa kegiatan ini tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga sosial dan ekologis. Hal ini menunjukkan bahwa semangat menjaga ciptaan bukan hanya tugas Gereja, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Proses penanaman pohon berlangsung dengan tertib. Setiap peserta diberikan kesempatan menanam bibit yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa OMK siap berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di wilayah pastoral mereka.
Bakti Sosial Membersihkan Lingkungan Gereja
Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial di area gereja. Para OMK membersihkan lingkungan sekitar, menata halaman, mengumpulkan sampah, dan memastikan seluruh area gereja tetap terawat.
Bakti sosial ini tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, tetapi menjadi bentuk nyata dari semangat pelayanan. OMK Regio Barat menunjukkan sikap tanggung jawab, solidaritas, dan kerja sama dalam menjaga bumi, dimulai dari rumah Tuhan sendiri.
Suasana kebersamaan sangat terasa pada sesi ini. Dengan alat kebersihan sederhana, para OMK bekerja bahu-membahu, menunjukkan bahwa aksi kecil pun dapat menjadi wujud konkret iman dan kepedulian ekologis.
Kebersamaan: Makan Bersama dan Games di Rumah Adat
Setelah rangkaian kegiatan rohani dan aksi lingkungan selesai, seluruh peserta diarahkan menuju Rumah Adat Manjau untuk makan bersama. Momen kebersamaan ini menjadi kesempatan mempererat relasi antar OMK dari berbagai stasi dan wilayah.
Hidangan yang disajikan menjadi ungkapan syukur atas terselenggaranya seluruh kegiatan. OMK duduk bersama, saling berbincang, dan berbagi pengalaman pelayanan di wilayah masing-masing. Seperti yang sering disampaikan para pendamping pastoral, OMK tidak hanya berkembang melalui kegiatan rohani, tetapi juga melalui relasi dan persaudaraan.
Setelah makan bersama, suasana dilanjutkan dengan games, sebuah kegiatan yang dirancang untuk membangkitkan semangat dan keceriaan para peserta. Games ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti karena mampu membangun kekompakan, tawa, dan rasa gembira setelah kegiatan panjang sejak pagi.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan dari Pengurus OMK Regio Barat
Pada penutupan kegiatan, Pengurus OMK Regio Barat menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh OMK yang hadir dari berbagai wilayah, para ketua OMK, pendamping, pihak stasi, serta tokoh masyarakat adat dan perangkat desa yang mendukung kegiatan ini.
Dalam pesan penutupnya, Pengurus OMK Regio Barat mengungkapkan:
“Kami berterima kasih kepada seluruh OMK yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Misa Alam ini. Harapan kami, sepulang dari kegiatan ini seluruh peserta tetap semangat mengikuti kegiatan OMK di paroki atau stasi masing-masing, serta dapat menjadi penyemangat bagi teman-teman lainnya yang belum hadir.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi menjadi dorongan bagi OMK untuk terus aktif terlibat dalam kehidupan Gereja. Para pengurus menekankan bahwa OMK adalah tulang punggung Gereja masa kini dan masa depan, sehingga keterlibatan aktif mereka sangat penting dalam keberlanjutan pelayanan pastoral.
Makna Kegiatan Misa Alam Bagi OMK Regio Barat
Kegiatan ini tidak hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga sosial dan ekologis bagi para peserta. Berikut adalah beberapa makna penting dari pelaksanaan Misa Alam ini:
1. Menyatu dengan Alam sebagai Ciptaan Allah
Misa Alam mengajak OMK untuk menyadari bahwa alam semesta adalah karya Allah yang harus dihormati dan dijaga. Dengan merayakan Ekaristi di tengah lingkungan alam, OMK diajak merenungkan kehadiran Allah dalam segala ciptaan.
2. Menghidupi Semangat Adven
Rangkaian kegiatan ini selaras dengan makna Adven, yakni mempersiapkan hati, memperbarui komitmen iman, dan membangun harapan. Melalui homili Pastor, OMK diajak merenungkan pentingnya pengampunan sebagai jalan menuju hati yang bersih.
3. Menumbuhkan Tanggung Jawab Ekologis
Penanaman pohon dan bakti sosial menjadi wujud nyata panggilan Gereja untuk merawat bumi. OMK belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya teori, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan konkret.
4. Mempererat Persaudaraan OMK
Makan bersama, kebersihan bersama, dan games menjadi sarana memperkuat persaudaraan. Relasi yang baik akan memperlancar koordinasi kegiatan OMK antarstasi di masa mendatang.
5. Menghidupkan Keterlibatan OMK dalam Gereja
Kehadiran banyak ketua OMK dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa OMK Regio Barat memiliki potensi besar. Dengan semangat yang terus tumbuh, OMK siap mengambil peran lebih besar dalam pelayanan pastoral paroki dan keuskupan.
Penutup
Kegiatan Misa Alam OMK Regio Barat di Stasi Kristus Sang Penebus Manjau pada 30 November 2025 merupakan rangkaian perayaan yang membawa dampak mendalam bagi iman, persaudaraan, dan kepedulian lingkungan. Melalui misa, penanaman pohon, bakti sosial, dan kebersamaan, para OMK diajak untuk menghidupi pesan Adven: mempersiapkan hati, menghadirkan damai, serta melakukan tindakan kasih bagi sesama dan bagi bumi.
Dengan semangat baru, OMK kembali ke wilayah masing-masing membawa sukacita pelayanan. Harapannya, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh OMK di Keuskupan Ketapang untuk semakin aktif, semakin solid, dan semakin mencintai Gereja serta ciptaan Tuhan.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 3 Desember 2025



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar