Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia Mengawali Tahun 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang


Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP , didampingi oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Pimpin Misa

Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia Mengawali Tahun 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, Kamis, 1 Januari 2026.Umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Ketapang, mengawali Tahun Baru 2026 dengan penuh syukur dan pengharapan melalui Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah sekaligus memperingati Hari Perdamaian Sedunia. Misa Kudus yang berlangsung dengan khidmat ini dirayakan dengan warna liturgi putih sebagai lambang kemurnian, sukacita, dan terang ilahi, serta dimulai tepat pukul 08.00 WIB di gereja paroki setempat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dan didampingi oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Kehadiran kedua imam ini menjadi tanda nyata pendampingan Gereja bagi umat dalam memasuki lembaran baru kehidupan di awal tahun, dengan menimba kekuatan dari Sabda Allah dan Sakramen Ekaristi.

Perayaan Awal Tahun dalam Semangat Iman dan Perdamaian

Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah selalu dirayakan Gereja Katolik setiap tanggal 1 Januari. Perayaan ini bukan hanya sekadar mengenang peran Maria sebagai ibu Yesus, melainkan juga merupakan pernyataan iman yang mendalam bahwa Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Melalui Maria, Allah berkenan hadir secara nyata dalam sejarah manusia. Oleh karena itu, mengawali tahun dengan merayakan Maria Bunda Allah berarti menempatkan seluruh perjalanan hidup setahun ke depan dalam terang rencana keselamatan Allah.

Tahun 2026 dibuka oleh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dengan kesadaran akan pentingnya perdamaian, sejalan dengan tema Hari Perdamaian Sedunia. Dunia yang sarat dengan ketidakpastian, konflik, dan tantangan sosial mengundang umat beriman untuk kembali merefleksikan panggilan mereka sebagai pembawa damai. Dalam konteks inilah, Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah menjadi momentum rohani yang sarat makna, sekaligus ajakan konkret untuk hidup dalam kasih dan rekonsiliasi.

Susunan Petugas Liturgi yang Melayani dengan Penuh Pengabdian

Perayaan Ekaristi ini didukung oleh para petugas liturgi yang menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan iman. Ibu Maria Theresia Budi Supri Handini bertugas sebagai pemazmur, melantunkan mazmur tanggapan dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan, sehingga membantu umat merenungkan Sabda Tuhan secara lebih mendalam.

Sementara itu, tugas lektor dipercayakan kepada Agustina Rosa Marhen, yang membawakan bacaan Kitab Suci dengan artikulasi yang jelas dan sikap penuh hormat. Bacaan Injil disampaikan oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, yang mengantar umat memasuki inti pewartaan Sabda Tuhan pada hari raya tersebut.

Dalam bidang musik liturgi, Noberta Cahya Setiti bertugas sebagai organis, mengiringi perayaan dengan alunan musik yang selaras dengan suasana liturgi. Koor Lingkungan Santa Lusia tampil sebagai paduan suara, dipimpin oleh dua dirigen, yaitu Efriana Pipin sebagai Dirigen I dan Ibu Sutarti Rahayu sebagai Dirigen II. Harmoni suara koor yang dipadukan dengan iringan organ menghadirkan suasana doa yang mendalam dan menuntun umat untuk terlibat aktif dalam setiap bagian perayaan.


































































































Injil Hari Ini: Maria yang Menyimpan dan Merenungkan Sabda Allah

Bacaan Injil pada Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah diambil dari Injil Lukas 2:16–21, yang mengisahkan perjumpaan para gembala dengan Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus di palungan. Injil ini menampilkan sikap khas Maria: ia menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya.

Injil mencatat bahwa para gembala datang dengan penuh semangat setelah menerima pewartaan malaikat. Mereka menyaksikan secara langsung apa yang telah diberitakan kepada mereka, lalu memberitahukan hal itu kepada orang-orang lain. Banyak orang merasa heran mendengar kesaksian para gembala, tetapi Maria memilih sikap hening, reflektif, dan penuh iman. Ia tidak terburu-buru menafsirkan segala sesuatu, melainkan menyimpannya dalam hati dan menyerahkannya kepada Allah.

Sikap Maria ini menjadi teladan iman bagi umat beriman sepanjang zaman. Dalam dunia yang sering kali menuntut reaksi cepat dan penilaian instan, Maria mengajarkan nilai keheningan batin, permenungan, dan ketaatan kepada kehendak Allah.

Homili: Meneladani Maria di Tengah Ketidakpastian Hidup

Dalam homilinya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP mengajak umat untuk merefleksikan makna mendalam dari perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah yang bertepatan dengan Hari Perdamaian Sedunia. Ia menegaskan bahwa Gereja dengan sengaja memulai tahun baru liturgi dan kalender dengan memandang Maria, sebab dalam dirinya kita menemukan teladan iman yang utuh dan sikap penyerahan diri yang total kepada Allah.

Romo Oscar menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ketidakpastian. Rencana yang disusun dengan matang sering kali tidak berjalan sesuai harapan. Namun, di tengah situasi tersebut, Sabda Tuhan menjadi jaminan keselamatan dan damai sejahtera bagi siapa pun yang setia mendengarkan dan melaksanakannya.

Mengacu pada Kitab Bilangan, Romo Oscar mengingatkan bahwa wajah Allah yang bersinar atas umat-Nya adalah tanda berkat dan perlindungan. Wajah Allah yang penuh kasih itu menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk melangkah dengan keberanian di tengah tantangan hidup.

Pengalaman Maria: Dari Betlehem hingga Salib

Lebih lanjut, Romo Oscar mengajak umat menilai kehidupan mereka berdasarkan pengalaman iman Santa Perawan Maria. Sejak awal, Maria menghadapi situasi yang tidak mudah: mengandung oleh kuasa Roh Kudus, melahirkan di Betlehem dalam keterbatasan, bahkan harus mengungsi demi keselamatan Anak yang dilahirkannya. Semua pengalaman itu tidak membuat Maria kehilangan iman, melainkan semakin meneguhkannya dalam ketaatan kepada rencana Allah.

Maria bukan hanya menyimpan Sabda Allah dalam hati, tetapi juga mewujudnyatakannya dalam tindakan nyata. Ia mendampingi Yesus sepanjang hidup-Nya, bahkan setia berdiri di kaki salib ketika Yesus wafat dengan cara yang hina dan menyakitkan. Kesetiaan Maria hingga akhir menjadi teladan tentang cinta yang total, rendah hati, dan penuh pengorbanan.

Romo Oscar menegaskan bahwa kehidupan iman tidak selalu identik dengan kenyamanan dan penghormatan. Ada kalanya umat harus menerima aib, penilaian negatif, dan penderitaan dengan rendah hati, sebagaimana Maria mengalaminya. Namun, justru dalam kerendahan hati itulah, Allah berkarya secara nyata.

Tahun Baru sebagai Ruang Harapan dan Karya

Memasuki Tahun Baru 2026, Romo Oscar mengajak umat untuk mengisi tahun yang baru ini dengan kehidupan dan karya nyata bagi masyarakat. Harapan-harapan baru tentu lahir di awal tahun, tetapi umat juga diingatkan bahwa tidak semua rencana akan berjalan sesuai keinginan. Oleh karena itu, dibutuhkan tekad dan keberanian untuk tetap melangkah, baik dalam situasi yang menyenangkan maupun dalam keadaan yang sulit.

Romo Oscar juga menyinggung sikap sebagian orang yang mungkin hanya ingin “melihat” Yesus lahir sebatas sebagai simbol atau dekorasi semata. Ia mengajak umat untuk melampaui sikap dangkal tersebut dan sungguh-sungguh menghadirkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, melalui tindakan kasih, keadilan, dan perdamaian.

Menutup homilinya, Romo Oscar menyampaikan ucapan selamat memasuki Tahun 2026 kepada seluruh umat, seraya menegaskan bahwa Yesus Imanuel, Allah yang menyertai, akan senantiasa berjalan bersama umat-Nya.

Makna Teologis Maria Bunda Allah

Gereja Katolik menetapkan perayaan Maria Bunda Allah sebagai penegasan iman akan misteri inkarnasi. Paus Pius XI menegaskan bahwa Maria sungguh adalah Bunda Allah karena ia melahirkan Yesus Kristus, yang adalah Putra Allah. Dengan merayakan Maria sebagai Bunda Allah, Gereja menegaskan keyakinannya bahwa Yesus adalah satu Pribadi dengan dua kodrat: ilahi dan manusiawi.

Keterpilihan Maria sebagai bunda Sang Penebus merupakan sukacita besar, tidak hanya bagi Maria sendiri, tetapi bagi seluruh umat manusia. Melalui “ya” Maria, keselamatan Allah menjadi nyata dan dapat diakses oleh semua bangsa.

Sukacita yang Dibagikan kepada Sesama

Injil hari ini juga menampilkan sukacita para gembala yang setelah berjumpa dengan Bayi Yesus, kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. Sukacita tersebut tidak disimpan untuk diri sendiri, melainkan dibagikan kepada orang lain. Teladan para gembala dan Maria mengingatkan umat bahwa sukacita iman sejati selalu bersifat misioner.

Menerima Yesus dalam diri berarti siap bertanggung jawab untuk menyebarkan nilai-nilai luhur iman, meskipun harus menghadapi konsekuensi tertentu. Dalam semangat Hari Perdamaian Sedunia, umat diajak menjadi pembawa damai di tengah keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat luas.

Penutup: Doa dan Pengharapan di Awal Tahun

Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian Sedunia di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh sukacita. Umat meninggalkan gereja dengan semangat baru untuk menjalani Tahun 2026 dalam terang iman, teladan Maria, dan bimbingan Sabda Tuhan.

Sebagaimana doa penutup yang dipanjatkan bersama, umat berharap agar Tuhan senantiasa menganugerahkan antusiasme untuk membagikan sukacita kehadiran Putra-Nya kepada sesama. Dengan meneladani Maria yang setia dan rendah hati, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang melangkah memasuki Tahun Baru 2026 dengan keyakinan bahwa Allah yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus akan selalu menyertai perjalanan hidup mereka.

Selamat memasuki Tahun 2026. Yesus Imanuel menyertai kita.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   1 Januari  2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar