Laboratorium Misi SOMA KMKI Ketapang: Peserta Dalami Kreativitas Pendampingan, Pastoral Digital, dan Tutur Kitab Suci

 

Laboratorium Misi SOMA KMKI Ketapang: Peserta Dalami Kreativitas Pendampingan, Pastoral Digital, dan Tutur Kitab Suci

Ketapang, 7 Maret 2026.Sekitar 90 peserta dari berbagai paroki di wilayah pelayanan Gereja Katolik di Keuskupan Ketapang mengikuti kegiatan School of Missionary Animators (SOMA) atau Sekolah Pendamping Misioner yang diselenggarakan oleh Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Ketapang. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Adat Dermalo Josep Murial, kawasan Catholic Center Paya Kumang, Ketapang, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para pendamping anak dan remaja Katolik, khususnya dalam pelayanan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner). Para peserta yang hadir terdiri dari para suster, umat awam, kaum muda, serta para pendamping anak dan remaja dari berbagai paroki di Keuskupan Ketapang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah personalia dari Tim KMKI Nasional dan Keuskupan yang menjadi narasumber dan fasilitator kegiatan. Mereka antara lain RD. Yosefus Anting Patimura dari Dewan Nasional KMKI, Antonius Turmudi Hartono dari Staf Sekretariat Nasional KMKI, Margaretha Nicken dari Tim KMKI Keuskupan Pangkalpinang, Dita Derista dari Tim KMKI Keuskupan Malang, serta Angela Yunita Ariyanti dari Tim KMKI Keuskupan Malang.

Selain itu hadir pula RP. Rovinus Longa, CP, Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, bersama RD. Zurich Arian Withosha, Sekretaris KMKI Keuskupan Ketapang.

Turut mendukung kegiatan ini para anggota KMKI Keuskupan Ketapang yakni Susana Eniyanti, S.Pd, Suster Agnes, OSA, Fuji Polontir, serta Suster Dypna, OSA sebagai relawan pelayanan. Kegiatan ini juga diikuti oleh empat orang peserta dari Seminari Menengah Santo Laurensius Ketapang.

Peserta dari Berbagai Paroki

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari sejumlah paroki di wilayah Keuskupan Ketapang. Di antaranya Paroki Paulus Rasul Tumbang Titi, Paroki Santo Gabriel Sandai, Paroki Santo Martinus Balai Berkuak, Paroki Salib Suci Menyumbung, Paroki Santa Gemma Galgani, Paroki Keluarga Kudus Sepotong, Paroki Santo Agustinus, Paroki Santo Yosef Serengkah, Paroki Maria Ratu Rosari Riam Kota, Paroki Santo Mikael Simpang Dua, Paroki Santo Stefanus Kendawangan, Paroki Santo Carolus Borromeus, Paroki Emanuel Sukadana, serta Paroki Sungai Daka.

Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari kelompok Remaja Jambore Nasional, Remaja Jambore Sintang, serta peserta dari T-SoM (Teens School of Mission) Keuskupan Ketapang.

Untuk memudahkan proses pembelajaran, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok utama yakni Group A, Group B, Group C, dan Group D yang mengikuti kelas Laboratorium Misi secara bergilir sesuai dengan materi yang telah disiapkan oleh tim narasumber.





















































































Animasi dan Persiapan Materi

Kegiatan dimulai pada pukul 07.15 hingga 07.30 WIB dengan sesi animasi dan persiapan materi di kelas yang dipandu oleh panitia dari Paroki Salib Suci Menyumbung. Suasana kegiatan tampak penuh semangat dan sukacita ketika para peserta mengikuti animasi pembuka yang bertujuan membangun kebersamaan serta mempersiapkan peserta untuk mengikuti sesi pembelajaran sepanjang hari.

Animasi ini menjadi bagian penting dalam metode pembinaan SEKAMI karena menghadirkan suasana yang gembira, interaktif, dan partisipatif.

Kelas Laboratorium Misi

Memasuki pukul 07.30 hingga 09.30 WIB, para peserta mulai mengikuti sesi pertama Materi 3–6 dalam Kelas Laboratorium Misi.

Dalam sesi ini setiap kelompok mendapatkan materi yang berbeda sesuai dengan pembagian kelas.

Kelompok Grup A mengikuti materi tentang Kreativitas Pendampingan Anak dan Remaja, yang disampaikan oleh Margaretha Nicken.

Kelompok Grup B mengikuti materi Menyusun Bahan Pendampingan yang dipandu oleh Antonius Turmudi Hartono.

Kelompok Grup C mengikuti materi Pastoral Digital yang dibawakan oleh Dita Derista.

Sementara Grup D mengikuti materi Pastoral Kitab Suci – Tutur Kitab Suci yang dipandu oleh Angela Yunita Ariyanti.

Setelah sesi pertama berlangsung selama dua jam, para peserta kemudian mengikuti waktu istirahat (break) pada pukul 09.30 hingga 10.00 WIB yang dipandu oleh panitia dari seluruh kelompok SEKAMI.

Rotasi Materi

Pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua Laboratorium Misi.

Dalam sesi ini dilakukan rotasi kelompok, sehingga setiap peserta dapat mengikuti materi yang berbeda dari sesi sebelumnya.

Pada sesi ini Grup D mengikuti materi Kreativitas Pendampingan Anak dan Remaja, Grup A mengikuti materi Menyusun Bahan Pendampingan, Grup B mengikuti Pastoral Digital, dan Grup C mengikuti Pastoral Kitab Suci – Tutur Kitab Suci.

Dengan sistem rotasi ini, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari setiap materi yang disiapkan oleh tim KMKI.

Makan Siang dan Renungan

Memasuki pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, para peserta menikmati waktu makan siang bersama yang diawali dengan tujuh renungan sebelum makan.

Renungan ini dipandu oleh panitia dari kelompok Remaja Jambore Nasional. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak beristirahat sekaligus merefleksikan pengalaman pembelajaran yang telah mereka terima sepanjang pagi hari.

Suasana kebersamaan tampak terasa hangat ketika para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan di paroki masing-masing.

Lanjutan Laboratorium Misi

Kegiatan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dengan sesi ketiga Laboratorium Misi.

Pada sesi ini kembali dilakukan rotasi materi bagi para peserta.

Grup C mengikuti materi Kreativitas Pendampingan Anak dan Remaja, Grup B mengikuti Menyusun Bahan Pendampingan, Grup A mengikuti Pastoral Digital, sementara Grup D mengikuti Pastoral Kitab Suci – Tutur Kitab Suci.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Metode pembelajaran yang digunakan tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga disertai dengan simulasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta praktik langsung pendampingan.

Kreativitas Pendampingan Anak dan Remaja

Dalam sesi Kreativitas Pendampingan Anak dan Remaja, narasumber Margaretha Nicken menjelaskan bahwa pendampingan anak dan remaja dalam pelayanan SEKAMI harus dilakukan secara kreatif, interaktif, dan penuh sukacita.

Pendamping diajak menggunakan berbagai metode seperti permainan, gerak dan lagu, drama singkat, serta penggunaan alat peraga yang menarik.

Pendampingan ini juga berfokus pada metode 2D2K, yaitu Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian, yang menjadi dasar spiritualitas misioner dalam gerakan SEKAMI.

Melalui metode ini anak-anak diajak untuk tidak hanya belajar tentang iman, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendampingan berbasis sukacita ini bertujuan menanamkan kecintaan anak terhadap Yesus, Kitab Suci, serta semangat misioner yang dikenal dengan prinsip “Children Helping Children.”

Menyusun Bahan Pendampingan

Sementara itu dalam materi Menyusun Bahan Pendampingan, narasumber Antonius Turmudi Hartono menekankan pentingnya menyusun materi pendampingan yang kontekstual dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Ia menjelaskan bahwa bahan pendampingan sebaiknya berangkat dari kisah-kisah dalam Kitab Suci yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Materi tersebut kemudian dikembangkan melalui kegiatan kreatif seperti permainan, aktivitas kelompok, gerak dan lagu, serta kerajinan tangan yang membantu anak-anak memahami pesan iman secara lebih mendalam.

Selain itu para peserta juga diajak melakukan simulasi pendampingan, sehingga mereka dapat mempraktikkan secara langsung metode yang telah dipelajari.

Pastoral Digital KMKI Misioner

Dalam sesi Pastoral Digital, narasumber Dita Derista menjelaskan pentingnya memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana evangelisasi.

Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini sangat dekat dengan media digital, sehingga Gereja perlu memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana pewartaan.

Melalui media sosial, anak-anak dan remaja dapat diajak membuat berbagai konten kreatif seperti video refleksi iman, dokumentasi kegiatan gereja, hingga konten edukasi iman yang dapat dibagikan secara luas.

Pendekatan ini juga menjadi sarana untuk membangun solidaritas misioner melalui berbagai kampanye digital yang mendukung kegiatan Karya Kepausan Indonesia.

Pastoral Kitab Suci – Tutur Kitab Suci

Materi Pastoral Kitab Suci – Tutur Kitab Suci yang dibawakan oleh Angela Yunita Ariyanti mengajak para peserta untuk memperkenalkan Kitab Suci kepada anak-anak melalui metode bercerita yang kreatif.

Metode ini menekankan pendekatan naratif yang melibatkan imajinasi anak-anak dalam memahami kisah-kisah Alkitab.

Dalam praktiknya, pendamping dapat menghidupkan cerita dengan menirukan tokoh-tokoh dalam Kitab Suci, menggunakan ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta alat peraga sederhana.

Pendekatan ini membuat anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga merasakan pengalaman iman yang hidup melalui kisah tersebut.

Metode ini dinilai sangat efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap Kitab Suci sejak usia dini.

Pembinaan Animator Misioner

Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, RP. Rovinus Longa, CP, menegaskan bahwa kegiatan SOMA merupakan bagian dari upaya Gereja untuk membina para animator dan animatris misioner yang akan mendampingi anak-anak dan remaja di paroki-paroki.

Menurutnya, animator misioner memiliki peran penting dalam menanamkan iman serta membangun karakter anak-anak yang mencintai Yesus dan memiliki semangat berbagi kepada sesama.

Ia berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa semangat yang sama ketika kembali ke paroki masing-masing.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir para pendamping yang kreatif, penuh sukacita, serta mampu menghadirkan metode pembinaan iman yang menarik bagi anak-anak dan remaja.

Membangun Generasi Misioner

Kegiatan School of Missionary Animators (SOMA) ini menjadi salah satu langkah nyata Gereja dalam membangun generasi muda yang beriman dan memiliki semangat misioner.

Dengan pendekatan kreatif yang menggabungkan metode interaktif, pastoral digital, serta pengenalan Kitab Suci, para peserta diharapkan mampu menghadirkan pembinaan iman yang lebih kontekstual di tengah perkembangan zaman.

Semangat Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian yang menjadi dasar gerakan SEKAMI diharapkan terus hidup dalam kehidupan anak-anak dan remaja di Keuskupan Ketapang.

Melalui kegiatan ini pula, para peserta diharapkan menjadi animator misioner yang tidak hanya mendampingi anak-anak, tetapi juga menjadi saksi iman yang membawa sukacita Injil di tengah kehidupan masyarakat.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 7 Maret 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar