Pesan Damai dan Pengharapan dari Pemerintah: Sambutan Bupati Ketapang Alexander Wilyo Menggema di Malam Paskah Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Ketapang, 4 April 2026.Suasana penuh khidmat dan sukacita iman dalam perayaan Vigili Paskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, semakin diperkaya dengan sambutan penuh makna dari Alexander Wilyo,S.STP.,M.Si yang disampaikan menjelang berkat penutup Misa Malam Paskah pada Sabtu malam (4/4/2026).
Di hadapan umat yang memenuhi gereja, Bupati Ketapang menyampaikan pesan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat nilai spiritual, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sambutan ini menjadi penegasan bahwa perayaan iman memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam membangun kebersamaan dan harapan di tengah tantangan zaman.
Sapaan Pembuka Penuh Kearifan Lokal dan Iman
Mengawali sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan salam khas yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat:
“Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata. Shalom, selamat malam.”
Sapaan ini langsung disambut hangat oleh umat yang hadir. Ungkapan tersebut bukan sekadar salam, melainkan filosofi hidup masyarakat Dayak yang sarat makna: hidup adil terhadap sesama, bercermin pada surga, dan bernafas dalam Tuhan.
Dengan menggabungkan salam budaya dan salam iman Kristiani, Bupati menunjukkan harmoni antara nilai lokal dan iman universal yang menjadi kekuatan utama masyarakat Ketapang.
Penghormatan kepada Pemimpin Gereja dan Umat
Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan penghormatan kepada para pemimpin Gereja dan seluruh umat yang hadir. Ia secara khusus menyapa Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, para suster, serta seluruh umat, termasuk anak-anak.
Sapaan ini mencerminkan sikap inklusif dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang usia maupun latar belakang.
“Yang saya hormati Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, para suster, saudara-saudari terkasih, serta anak-anak sekalian,” ucapnya dengan penuh kehangatan.
Ucapan Selamat Paskah dari Pemerintah dan Keluarga
Dalam bagian inti sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah kepada seluruh umat Katolik.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah kepada seluruh umat yang merayakan.”
Ucapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam kehidupan umat beriman, serta bentuk dukungan terhadap nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Makna Paskah sebagai Dasar Pengharapan
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang juga mengulas makna mendalam dari perayaan Paskah. Ia menjelaskan bahwa Paskah merupakan inti dari iman Kristiani, yang memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Menurutnya, Paskah bukan hanya peristiwa historis, tetapi juga peristiwa iman yang terus hidup dan relevan hingga saat ini.
“Paskah adalah perayaan iman Kristiani yang memperingati sengsara, kematian di kayu salib pada Jumat Agung, dan kebangkitan Yesus Kristus pada Minggu Paskah yang mengalahkan dosa dan maut,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa peristiwa ini menjadi dasar pengharapan bagi umat manusia akan kehidupan kekal, serta menjadi tanda kasih Allah yang tidak terbatas.
Refleksi atas Penderitaan dan Kebangkitan
Lebih lanjut, Alexander Wilyo mengajak umat untuk merenungkan perjalanan Yesus Kristus, mulai dari penderitaan hingga kebangkitan-Nya.
“Dari penderitaan-Nya sampai pada kebangkitan-Nya, kita diajak untuk melihat bahwa di balik setiap penderitaan, selalu ada harapan dan kehidupan baru,” ujarnya.
Pesan ini menjadi sangat relevan dalam konteks kehidupan masyarakat yang sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, baik secara ekonomi, sosial, maupun pribadi.
Paskah sebagai Momentum Pemulihan Martabat Manusia
Dalam refleksi yang lebih luas, Bupati juga menyoroti bahwa Paskah memiliki makna sosial yang sangat penting, yaitu pemulihan martabat manusia.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus menjadi tanda bahwa manusia memiliki nilai yang sangat berharga di hadapan Tuhan.
“Paskah menjadi dasar pemulihan martabat manusia, bahwa setiap orang memiliki harapan, memiliki nilai, dan layak untuk hidup dalam kasih,” katanya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu harus dihargai dan diperlakukan dengan adil.
Kasih Allah yang Tak Terbatas sebagai Dasar Kehidupan Bersama
Salah satu poin penting dalam sambutan Bupati adalah penekanan pada kasih Allah yang tak terbatas.
Ia mengajak umat untuk menjadikan kasih tersebut sebagai dasar dalam membangun relasi dengan sesama.
“Kasih Allah yang kita rayakan dalam Paskah ini adalah kasih yang tidak terbatas, kasih yang mengampuni, dan kasih yang menyelamatkan,” ungkapnya.
Dalam konteks kehidupan sosial, kasih ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.
Harapan Damai bagi Seluruh Masyarakat Ketapang
Menutup sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan harapan agar perayaan Paskah membawa damai bagi seluruh masyarakat.
“Semoga Paskah membawa damai bagi kita semua. Amin,” ucapnya.
Harapan ini menjadi doa bersama, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Ketapang yang hidup dalam keberagaman.
Respon Umat dan Suasana Perayaan
Sambutan Bupati disambut dengan penuh antusias oleh umat yang hadir. Tepuk tangan meriah menggema di dalam gereja, menandakan bahwa pesan yang disampaikan diterima dengan baik.
Kehadiran pemerintah dalam perayaan ini juga memberikan rasa kebersamaan dan dukungan moral bagi umat.
Sinergi Gereja dan Pemerintah dalam Membangun Masyarakat
Peristiwa ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, damai, dan sejahtera.
Gereja hadir sebagai pembimbing spiritual, sementara pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat.
Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Paskah sebagai Inspirasi Kehidupan Sehari-hari
Perayaan Paskah tidak berhenti di dalam gereja, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang disampaikan oleh Bupati Ketapang menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Paskah harus dihidupi dalam tindakan nyata:
Mengasihi sesama
Mengampuni
Membawa damai
Menjadi pembawa harapan
Penutup: Pesan yang Menggema di Hati Umat
Sambutan Alexander Wilyo dalam perayaan Malam Paskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menjadi salah satu momen penting yang memperkaya makna perayaan.
Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh hati dan menginspirasi umat untuk hidup lebih baik.
Dalam terang kebangkitan Kristus, umat diingatkan bahwa harapan selalu ada, kasih selalu menang, dan damai selalu mungkin diwujudkan.
Dengan semangat Paskah, seluruh umat diajak untuk melangkah maju, membawa terang dan kasih ke dalam dunia.
Selamat Paskah. Damai Kristus menyertai kita semua. Amin.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 4 April 2026


0 comments:
Posting Komentar