Ketapang, 24 April 2026.Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita menyelimuti Gereja Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Jumat, 24 April 2026. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Ketapang berkumpul untuk mengikuti Misa Pelajar dalam rangka memperingati Santo Fidelis dari Sigmaringen, yang dirayakan dalam masa Jumat Pekan III Paskah dengan warna liturgi putih lambang kemurnian, sukacita, dan kemenangan Kristus atas maut.
Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 11.30 WIB ini dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, seorang imam dari Kongregasi Pasionis, yang dengan penuh semangat mengajak para pelajar untuk semakin mencintai Ekaristi sebagai sumber kekuatan hidup beriman.
Liturgi yang Hidup dan Partisipatif
Sejak awal perayaan, suasana Gereja terasa hidup oleh keterlibatan aktif para pelajar dalam berbagai peran liturgi. Petugas liturgi diisi oleh generasi muda dari berbagai sekolah, yang menunjukkan semangat pelayanan dan kebersamaan.
Sebagai Lektor dan Pemazmur, tampil Saudari Frederica Bebyta dari SMAN 2 Ketapang, yang membawakan Sabda Tuhan dengan penuh penghayatan. Sementara itu, iringan koor dari pelajar SMK Negeri 2 Ketapang menambah kekhidmatan perayaan, dipimpin oleh Saudari Celsi Olifvia sebagai dirigen.
Alunan musik liturgi dipercayakan kepada Saudari Margareta Nina sebagai organis, yang dengan apik mengiringi setiap bagian Misa. Adapun para misdinar dari SMP Negeri 5 Ketapang turut melayani di altar dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
Keterlibatan lintas sekolah ini menjadi gambaran nyata Gereja yang hidup dan bertumbuh melalui partisipasi kaum muda.
Makna Peringatan Santo Fidelis dari Sigmaringen
Peringatan Santo Fidelis dari Sigmaringen bukan sekadar mengenang seorang santo, tetapi juga menghadirkan teladan iman yang relevan bagi kehidupan pelajar masa kini. Santo Fidelis dikenal sebagai pribadi yang setia kepada iman hingga akhir hidupnya, bahkan rela berkorban demi kebenaran Injil.
Dalam konteks kehidupan pelajar, nilai kesetiaan, keberanian, dan komitmen iman menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan melalui perayaan ini. Di tengah tantangan zaman modern, para pelajar diajak untuk tetap teguh dalam iman dan tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif.
Homili yang Menggugah Hati Kaum Muda
Dalam homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengangkat sebuah pertanyaan reflektif yang sederhana namun mendalam:
“Apa yang membuat Anda rindu sekali untuk datang ke Gereja?”
Pertanyaan ini langsung menggugah perhatian para pelajar, mengajak mereka untuk merenungkan motivasi terdalam dalam kehidupan iman mereka.
Ia kemudian membagikan berbagai contoh nyata dari pengalaman hidup:
Dominikus, yang dalam kesulitan hidupnya selalu memohon belas kasih Allah
Diego, yang terinspirasi oleh semangat iman neneknya
Olin, yang percaya bahwa banyak hal dapat diselesaikan bersama Tuhan
Jiko, yang menyadari bahwa bersama Tuhan segala kesulitan dapat diatasi
Melalui kisah-kisah ini, RP. Vitalis menegaskan bahwa iman bukanlah teori, melainkan pengalaman hidup yang nyata.
Ekaristi sebagai Sumber Kehidupan
Lebih lanjut, RP. Vitalis Nggeal, CP menekankan makna Injil hari itu yang berbicara tentang Tubuh dan Darah Kristus. Ia mengutip inti ajaran Yesus:
“Tubuh-Ku benar-benar makanan dan Darah-Ku benar-benar minuman. Barang siapa makan Tubuh-Ku dan minum Darah-Ku, ia memperoleh hidup kekal.”
Pesan ini ditegaskan sebagai inti dari kehidupan Gereja: Ekaristi adalah sumber keselamatan. Tanpa Ekaristi, iman akan menjadi kering dan kehilangan arah.
Ia juga mengingatkan kembali peristiwa di Emaus, ketika para murid akhirnya mengenali Yesus dalam pemecahan roti. Hal ini menjadi simbol bahwa Kristus sungguh hadir dalam Ekaristi.
Ajakan untuk Setia Berjumpa dengan Tuhan
Di akhir homilinya, RP. Vitalis memberikan ajakan yang kuat kepada para pelajar:
Untuk selalu meluangkan waktu bertemu Tuhan
Untuk setia mengikuti Perayaan Ekaristi, baik di lingkungan maupun di paroki
Untuk menjadikan hari Minggu sebagai waktu khusus bagi Tuhan
Ia menegaskan bahwa keselamatan kekal bukanlah sesuatu yang instan, tetapi harus diperjuangkan melalui kedekatan yang terus-menerus dengan Tuhan.
Kesaksian Iman dari Para Pelajar
Menariknya, dalam Misa ini juga terdapat interaksi langsung antara imam dan umat, khususnya para pelajar. Beberapa pelajar diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan terkait motivasi mereka datang ke Gereja.
Beberapa jawaban yang muncul antara lain:
Viona Verliefd Yorin Herben: pergi ke Gereja untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan
Yohanes Charles Junivo: pentingnya meluangkan waktu bagi Tuhan, khususnya pada hari Minggu untuk memuji dan memuliakan Allah
Jawaban-jawaban ini menunjukkan bahwa para pelajar memiliki kesadaran iman yang mulai bertumbuh dan mendalam.
Apresiasi dalam Bentuk Sederhana
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif para pelajar, RP. Vitalis Nggeal, CP memberikan hadiah sederhana berupa rosario kepada mereka yang berani menjawab pertanyaan.
Pemberian rosario ini bukan sekadar hadiah, tetapi juga simbol ajakan untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa.
Peran Penting Misa Pelajar
Misa Pelajar seperti ini memiliki peran strategis dalam kehidupan Gereja, khususnya dalam pembinaan iman generasi muda. Melalui kegiatan ini:
Pelajar belajar terlibat dalam liturgi
Iman mereka diperdalam melalui Sabda Tuhan
Terbangun rasa kebersamaan antar sekolah
Muncul semangat pelayanan sejak dini
Kegiatan ini juga menjadi sarana evangelisasi yang efektif di tengah dunia pendidikan.
Semangat Kebersamaan dalam Gereja Lokal
Kehadiran pelajar dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa Gereja Keuskupan Ketapang terus berupaya membangun persatuan dalam keberagaman. Tidak ada sekat antar sekolah, semua bersatu dalam satu iman dan satu perayaan Ekaristi.
Semangat ini menjadi harapan besar bagi masa depan Gereja, bahwa generasi muda mampu menjadi pelanjut karya pelayanan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Penutup: Menjadi Pelajar yang Beriman dan Tangguh
Perayaan Misa Pelajar dalam rangka Peringatan Santo Fidelis dari Sigmaringen ini menjadi momentum penting bagi para pelajar di Ketapang untuk memperbarui iman mereka.
Melalui Sabda Tuhan, homili yang menyentuh, serta keterlibatan aktif dalam liturgi, para pelajar diajak untuk:
Menjadi pribadi yang setia dalam iman
Berani menghadapi tantangan hidup
Selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah
Seperti teladan Santo Fidelis, iman yang sejati adalah iman yang hidup dan berani bersaksi.
Di tengah dunia yang terus berubah, Gereja berharap agar para pelajar tetap teguh dalam iman, rajin mengikuti Ekaristi, dan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan mereka.
Karena pada akhirnya, seperti yang ditegaskan dalam homili:
“Barang siapa makan Tubuh dan minum Darah Kristus, ia akan memperoleh hidup kekal.”
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 24 April 2026





0 comments:
Posting Komentar