UCAPAN DUKA CITA MENDALAM ATAS WAFATNYA BAPAK CHORNELIUS KUBAL

 

Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Mengantar dengan Doa dan Pengharapan Akan Kebangkitan Kristus

Ketapang, 13 Juni 2026.Suasana duka menyelimuti keluarga besar Lingkungan Vinsensius Maria Strambi, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, atas berpulangnya salah seorang anggota umat yang selama ini dikenal baik, sederhana, dan setia dalam kehidupan menggereja, yaitu Bapak Chornelius Kubal. Almarhum tutup usia pada umur 66 tahun dan dipanggil Tuhan pada tanggal 10 Juni 2026 di Ketapang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sanak saudara, sahabat, dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Namun sebagai umat beriman Katolik, duka yang dirasakan tidak menghilangkan harapan akan janji keselamatan yang telah dianugerahkan Allah melalui wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Dalam terang iman Kristiani, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Gereja mengajarkan bahwa kehidupan manusia tidak berakhir di liang kubur, melainkan berlanjut menuju kehidupan kekal bersama Allah. Karena itu, seluruh rangkaian doa dan perayaan liturgi yang dilaksanakan untuk almarhum menjadi ungkapan iman akan kebangkitan serta harapan bahwa almarhum diterima dalam kemuliaan surgawi.                     

Ucapan belasungkawa dan penghiburan disampaikan oleh Pastor Kepala Ex Officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP. Dalam ungkapannya, beliau menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum.

"Saya sangat merasakan kehilangan Bapak Chornelius Kubal. Namun iman kita mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan abadi. Terima kasih atas segala kebaikan dan pelayanan yang telah beliau berikan selama hidupnya. Mari kita serahkan beliau ke dalam pelukan kerahiman Ilahi."

Pesan tersebut menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus mengajak seluruh umat untuk memandang peristiwa kematian dalam terang iman. Gereja senantiasa percaya bahwa setiap orang yang meninggal dalam Kristus akan dibangkitkan bersama-Nya pada akhir zaman.

Duka cita yang sama juga dirasakan oleh seluruh jajaran Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Ketua I Dewan Pastoral Paroki, Bapak Jeno Leo, menyampaikan bahwa almarhum merupakan pribadi yang dikenal baik oleh umat dan memiliki semangat persaudaraan yang kuat dalam kehidupan lingkungan.

Menurut beliau, kehadiran almarhum selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan umat. Sikap rendah hati, keramahan, dan kesediaannya menjalin relasi dengan banyak orang meninggalkan kesan mendalam yang tidak mudah dilupakan.

Senada dengan itu, Ketua II Dewan Pastoral Paroki, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, mengajak seluruh umat untuk memberikan dukungan moral dan doa bagi keluarga yang sedang berduka. Menurutnya, solidaritas umat merupakan wujud nyata kasih Kristus yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tradisi Gereja Katolik, mendoakan orang yang meninggal merupakan salah satu karya belas kasih rohani. Oleh karena itu, kehadiran umat dalam berbagai rangkaian doa bagi almarhum menjadi kesaksian nyata akan persatuan Gereja sebagai satu keluarga Allah.

Ketua Lingkungan Vinsensius Maria Strambi, Bapak Robertus Iriandi, juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Beliau mengenang almarhum sebagai sosok yang selalu berusaha menjaga kebersamaan dan keharmonisan di tengah kehidupan lingkungan.

Menurutnya, setiap pribadi memiliki jejak kehidupan yang berbeda-beda, namun semua orang dipanggil untuk hidup dalam kasih dan kesetiaan kepada Tuhan. Almarhum telah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia dan kini menyerahkan seluruh kehidupannya ke dalam tangan Allah yang penuh kasih.

Sebagai ungkapan penghormatan dan doa bagi almarhum, umat Lingkungan Vinsensius Maria Strambi bersama keluarga melaksanakan rangkaian doa yang dimulai dengan Koronka Kerahiman Ilahi pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 15.00 WIB.

Doa Koronka Kerahiman Ilahi memiliki makna yang sangat mendalam dalam spiritualitas Gereja Katolik. Melalui doa ini, umat memohon agar Tuhan berkenan melimpahkan belas kasih-Nya kepada jiwa almarhum. Kerahiman Allah menjadi sumber pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Pada malam harinya, Kamis, 11 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, dilaksanakan Misa Requiem. Perayaan Ekaristi ini menjadi puncak doa Gereja bagi almarhum karena di dalamnya umat mempersembahkan kurban syukur Kristus sambil memohon keselamatan kekal bagi jiwa yang telah berpulang.

Misa Requiem merupakan perayaan yang penuh makna. Dalam perayaan tersebut, Gereja tidak hanya mengenang kehidupan almarhum, tetapi juga menegaskan kembali iman akan kebangkitan. Sabda Tuhan yang dibacakan mengingatkan umat bahwa Kristus telah mengalahkan maut dan membuka jalan menuju kehidupan kekal.

Salah satu ayat Kitab Suci yang menjadi pegangan umat dalam masa dukacita ini adalah kutipan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

"Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia." (1 Tesalonika 4:14)

Ayat ini menjadi sumber kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, Sabda Tuhan mengingatkan bahwa kematian bukanlah perpisahan untuk selamanya. Mereka yang meninggal dalam Kristus akan dipersatukan kembali bersama-Nya dalam kemuliaan.

Selanjutnya, pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, dilaksanakan Ibadat Pelepasan sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman di Sei Awan. Dalam suasana haru, keluarga, kerabat, sahabat, dan umat mengiringi kepergian almarhum dengan doa-doa yang penuh iman.

Prosesi pelepasan jenazah merupakan momen yang sangat menyentuh. Di satu sisi, keluarga harus merelakan kepergian orang yang dicintai. Namun di sisi lain, mereka menyerahkan almarhum kepada Allah yang telah memanggilnya kembali.

Dalam tradisi Katolik, pemakaman bukan sekadar peristiwa menguburkan jenazah. Pemakaman merupakan tindakan iman yang menegaskan bahwa tubuh manusia adalah bait Roh Kudus dan suatu hari akan dibangkitkan kembali oleh kuasa Allah.

Suasana penuh doa dan penghormatan tampak selama seluruh rangkaian upacara. Kehadiran umat dari berbagai lingkungan menunjukkan besarnya rasa persaudaraan yang hidup dalam Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

Banyak umat mengenang almarhum sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Kenangan-kenangan tersebut menjadi warisan berharga yang akan terus hidup dalam hati keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Kepergian seseorang selalu meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan keluarga. Namun Gereja mengajarkan bahwa kasih tidak pernah berakhir. Hubungan kasih antara mereka yang masih hidup dan mereka yang telah meninggal tetap terjalin melalui doa.

Karena itu, umat diajak untuk terus mendoakan almarhum agar memperoleh kebahagiaan abadi di surga. Doa-doa yang dipanjatkan merupakan ungkapan kasih yang tidak terputus oleh kematian.

Seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang juga mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk tetap kuat dan teguh dalam iman. Dukacita memang merupakan bagian dari kehidupan manusia, tetapi iman kepada Kristus memberikan pengharapan yang melampaui segala kesedihan.

Dalam setiap peristiwa kematian, Gereja selalu mengarahkan pandangan umat kepada Kristus yang bangkit. Kebangkitan Kristus menjadi dasar keyakinan bahwa maut tidak memiliki kata terakhir. Kehidupan kekal yang dijanjikan Allah menjadi tujuan akhir perjalanan setiap orang beriman.

Maka, sambil mengenang kehidupan Bapak Chornelius Kubal dengan penuh hormat dan kasih, seluruh umat mempersembahkan doa agar Allah yang Maharahim berkenan menerima beliau ke dalam kerajaan surga yang kekal.

Semoga Tuhan mengampuni segala kelemahan dan dosa-dosanya, menerima segala karya baik yang telah dilakukannya semasa hidup, serta menganugerahkan kepadanya kebahagiaan abadi bersama para kudus di surga.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Tuhan Yesus Kristus memberikan penghiburan, kekuatan, dan damai sejahtera. Semoga mereka tetap teguh dalam iman dan percaya bahwa kasih Allah senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Seluruh keluarga besar Lingkungan Vinsensius Maria Strambi, Dewan Pastoral Paroki, Pastor Kepala, para pengurus lingkungan, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Chornelius Kubal.

Selamat jalan menuju rumah Bapa di surga.

Rest In Peace

Chornelius Kubal
1 Oktober 1960 – 10 Juni 2026

"Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia."
(1 Tesalonika 4:14)

Semoga Allah yang Maharahim menerima beliau dalam damai dan kebahagiaan abadi. Amin.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 13 Juni 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar