Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Siapkan BKSN 2026: Bersama Mendengarkan dan Menghidupi Sabda Tuhan

 

Ketapang, 30 Agustus 2026.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menggelar pertemuan persiapan menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 pada Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 18.30 WIB di GP Pst. Jeroen Stoop, CP. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi seluruh unsur pelayanan paroki untuk mempersiapkan rangkaian pendalaman Kitab Suci yang akan berlangsung sepanjang September 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pelayanan Gereja, yaitu prodiakon, ketua lingkungan, pendamping Bina Iman Remaja (BIR), pendamping Sekolah Minggu, pengurus Orang Muda Katolik (OMK), serta anggota Bidang Pewartaan. Kehadiran keenam unsur tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan BKSN merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja sama seluruh komponen umat.

Dua agenda utama dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni sosialisasi materi BKSN 2026 dan pembahasan tugas pelayanan prodiakon. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan pendalaman Kitab Suci tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi sungguh menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi Sabda Allah.

Para Pelayan Gereja Bersatu Mempersiapkan BKSN

Pertemuan persiapan dipandu oleh Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. Ia memimpin sosialisasi dan diskusi mengenai materi BKSN 2026 serta mengarahkan para peserta agar memahami peran masing-masing dalam mendampingi umat.

Persiapan para pelayan dinilai penting karena mereka bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membantu umat menemukan hubungan antara Sabda Tuhan dan kehidupan sehari-hari. Pendalaman Kitab Suci diharapkan menjadi pengalaman iman yang hidup, bukan sekadar kegiatan membaca dan berdiskusi.

Dukungan terhadap persiapan BKSN juga diberikan oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP). Ketua DPP, Bapak Jeno Leo, hadir dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas bidang dalam menjalankan pelayanan. Ketua II DPP, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi kepada para pelayan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pertemuan.

Hadir pula Diakon Andreas Pisin, CP., yang memberikan pendampingan rohani. Kehadiran para pemimpin dan pelayan Gereja tersebut memperlihatkan bahwa BKSN dipandang sebagai bagian penting dari perjalanan pastoral paroki.

Pelayanan dalam BKSN tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga semangat iman. Para pelayan diajak menyadari bahwa ketika mereka membantu umat mendengarkan dan memahami Sabda Tuhan, mereka sedang mengambil bagian dalam pelayanan kepada Kristus.





Enam Unsur Pelayanan yang Menggerakkan BKSN

1. Prodiakon

Para prodiakon menjadi salah satu unsur penting dalam persiapan BKSN. Mereka memiliki peran dalam pelayanan liturgi dan pendampingan umat di lingkungan. Dalam rangkaian BKSN, prodiakon diharapkan membantu kelancaran ibadat serta mendampingi umat dalam kegiatan pendalaman Kitab Suci.

Pembahasan tugas pelayanan prodiakon menjadi salah satu agenda utama pertemuan. Dengan pembagian tugas yang jelas, para prodiakon dapat melaksanakan pelayanan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Kesiapan mereka juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa kegiatan BKSN dapat berlangsung dengan baik di tingkat lingkungan maupun dalam kegiatan Gereja.

2. Ketua Lingkungan

Ketua lingkungan menjadi ujung tombak pelaksanaan BKSN di tengah umat. Mereka memiliki tanggung jawab membantu mengoordinasikan umat, menentukan waktu dan tempat pertemuan, serta membangun semangat kebersamaan.

Peran ketua lingkungan sangat penting karena pendalaman Kitab Suci akan berlangsung dalam komunitas-komunitas umat. Melalui lingkungan, umat memiliki kesempatan untuk berkumpul, membaca Sabda Tuhan, melakukan sharing iman, dan menghubungkan pesan Injil dengan pengalaman hidup.

Persiapan sejak awal diharapkan membuat setiap lingkungan mampu melaksanakan kegiatan secara teratur dan tidak tergesa-gesa.

3. Pendamping Bina Iman Remaja

Para pendamping Bina Iman Remaja (BIR) bertugas mendampingi kelompok remaja. Mereka perlu menggunakan pendekatan yang komunikatif, kreatif, dan sesuai dengan dunia kaum muda.

Remaja memiliki berbagai pengalaman, pertanyaan, tekanan, dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, BKSN menjadi kesempatan untuk membantu mereka menemukan bahwa Sabda Tuhan tetap relevan bagi kehidupan mereka.

Diskusi kelompok, sharing pengalaman, dan kegiatan interaktif dapat digunakan agar remaja tidak hanya memahami isi Kitab Suci, tetapi juga mampu menemukan kekuatan dan arah hidup melalui Sabda Tuhan.

4. Pendamping Sekolah Minggu

Pendamping Sekolah Minggu mempersiapkan kegiatan bagi anak-anak. Pendekatan yang digunakan tentu berbeda dengan orang dewasa dan remaja. Anak-anak membutuhkan suasana yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami.

Kegiatan seperti mewarnai, menyanyi, bermain, dialog sederhana, dan bermain peran dapat digunakan untuk membantu anak-anak memahami pesan Kitab Suci.

Anak-anak juga diajak membuat niat baik yang sederhana dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menolong teman, berkata jujur, berbagi makanan, dan menghormati orang tua.

Dengan pendekatan tersebut, anak-anak belajar bahwa Sabda Tuhan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Mereka dapat mulai menjadi pelaku Sabda melalui tindakan-tindakan sederhana.

Pendamping dan orang tua juga diingatkan mengenai keselamatan anak-anak selama berada di lingkungan gereja. Anak-anak perlu diarahkan agar tidak berlari di dalam gereja dan tidak memanjat Patung Tuhan Yesus di Taman Getsemani.

5. Pengurus Orang Muda Katolik

Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) turut mengambil bagian dalam persiapan BKSN. Kehadiran OMK menunjukkan bahwa kaum muda bukan hanya menjadi penerima kegiatan Gereja, tetapi juga dapat menjadi penggerak pewartaan.

BKSN dapat menjadi kesempatan bagi OMK untuk semakin dekat dengan Kitab Suci melalui pendekatan yang sesuai dengan kehidupan mereka. Musik, media sosial, diskusi, dan kreativitas kaum muda dapat menjadi sarana untuk menyebarkan semangat mencintai Kitab Suci.

Kaum muda diharapkan menemukan bahwa Sabda Tuhan bukan sesuatu yang ketinggalan zaman, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam menghadapi kehidupan.

6. Anggota Bidang Pewartaan

Anggota Bidang Pewartaan memiliki peran penting dalam mengoordinasikan pelaksanaan BKSN. Mereka membantu menyiapkan materi, jadwal, pembagian tugas, panduan bagi para pemandu, serta berbagai media pendukung.

Koordinasi yang baik sangat diperlukan agar materi yang disampaikan kepada umat sesuai dengan kategori peserta. Dengan demikian, anak-anak, remaja, orang dewasa, dan kelompok lainnya dapat menerima pendalaman Kitab Suci dengan pendekatan yang sesuai.

Keterlibatan Bidang Pewartaan juga memastikan bahwa BKSN tetap berada pada tujuan utamanya, yaitu membantu umat semakin mengenal Kristus melalui Kitab Suci.

Pesan Pastor Kepala Paroki: Mengenal Kristus melalui Kitab Suci

Dalam pertemuan tersebut, Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP., memberikan arahan pastoral mengenai pentingnya Kitab Suci dalam kehidupan umat.

Ia mengaitkan BKSN dengan peringatan Santo Hieronimus pada 30 September. Santo Hieronimus dikenal sebagai imam, biarawan, dan Pujangga Gereja yang memiliki jasa besar dalam penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Latin atau Vulgata.

Pesan Santo Hieronimus yang terkenal menjadi dasar permenungan BKSN: “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.”

Pesan tersebut mengingatkan bahwa pengenalan terhadap Yesus tidak cukup hanya melalui cerita orang lain. Umat perlu membangun hubungan pribadi dengan Kristus melalui Sabda Allah.

Karena itu, RP. Vitalis menegaskan, “Jika kita ingin mengenal Yesus, bacalah Kitab Suci.” Kitab Suci menjadi sumber penting untuk mengenal ajaran, teladan, kasih, dan karya Yesus Kristus.

BKSN diharapkan menjadi pintu masuk menuju kebiasaan baru. Umat tidak berhenti membaca Kitab Suci selama bulan September, tetapi terus membangun kebiasaan membaca, merenungkan, dan menghidupi Sabda Tuhan sepanjang tahun.

Tema BKSN 2026: Yesus, Guru yang Penuh Kuasa

BKSN 2026 mengusung tema “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.”

Tema ini mengajak umat mengenal pribadi Yesus melalui Injil Matius. Yesus tampil sebagai Mesias, Anak Allah, dan Anak Manusia. Kuasa-Nya terlihat melalui pengajaran dan karya-karya-Nya.

Yesus tidak sekadar memberikan pengetahuan. Pengajaran-Nya mengarahkan manusia kepada perubahan hidup: bertobat, mengasihi, mengampuni, membangun persaudaraan, dan berbelas kasih kepada sesama.

Ayat emas BKSN 2026 diambil dari Matius 17:5, “Inilah Anak-Ku yang terkasih. Dengarkanlah Dia.”

Ayat tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk sungguh-sungguh mendengarkan Yesus. Mendengarkan berarti membuka hati, memahami pesan-Nya, merenungkannya, dan berani melaksanakannya.

Empat Kategori Pendalaman

Materi BKSN 2026 disusun dalam empat kategori, yaitu Dewasa/Lingkungan, Remaja, Anak-Anak, serta Teks Perayaan Ekaristi dan Ibadat Sabda.

Untuk kategori Dewasa/Lingkungan, pendalaman mencakup doa, pembacaan teks Kitab Suci, gagasan pokok, pendalaman, sharing iman, peneguhan, dan rencana aksi. Para pemandu diingatkan untuk tetap dekat dengan teks Kitab Suci sehingga pembahasan tidak kehilangan arah.

Untuk remaja, pendekatan dibuat komunikatif dan relevan dengan pengalaman kehidupan mereka. Sementara untuk anak-anak, pendekatan dilakukan melalui aktivitas kreatif seperti mewarnai, menyanyi, bermain, dan dialog.

Panduan liturgi juga disiapkan untuk mendukung perayaan Hari Minggu Kitab Suci Nasional.

Empat Pertemuan dari Injil Matius

BKSN 2026 menghadirkan empat pertemuan utama berdasarkan Injil Matius.

Pertemuan I: Hidup yang Sejati – Matius 5:1-12.
Pertemuan pertama mendalami Sabda-Sabda Bahagia. Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh harta, status, atau keberhasilan duniawi. Kebahagiaan ditemukan dalam kerendahan hati, cinta kepada kebenaran, belas kasih, dan semangat membawa damai.

Pertemuan II: Tugas Perutusan – Matius 10:1-15.
Para murid dipanggil dan diutus untuk melanjutkan karya Yesus. Perutusan membutuhkan keberanian, kesederhanaan, serta kepercayaan kepada penyertaan Allah. Para murid harus siap menghadapi penerimaan maupun penolakan.

Pertemuan III: Persaudaraan dalam Iman – Matius 18:15-20.
Umat diajak saling menjaga dan memulihkan dengan kasih. Ketika terjadi kesalahan atau dosa, teguran tidak dimaksudkan untuk mempermalukan, tetapi untuk membawa saudara kembali kepada kehidupan yang benar.

Pertemuan IV: Hidup yang Kekal – Matius 25:31-46.
Pesan utama pertemuan keempat adalah belas kasih kepada sesama. Memberi makan kepada yang lapar, memberi minum kepada yang haus, serta memperhatikan mereka yang sakit dan menderita merupakan bentuk kasih kepada Kristus.

Keempat pertemuan tersebut membentuk sebuah perjalanan iman: mengenal jalan hidup yang benar, menerima perutusan, membangun persaudaraan, dan mewujudkan kasih secara nyata.

Doa, Lagu, dan Aksi Nyata

Selain pendalaman Kitab Suci, BKSN 2026 juga mengajak umat mendaraskan Filipi 2:10-11 sampai hafal. Ayat tersebut akan didaraskan sebelum ibadat dan misa sebagai bagian dari penghayatan iman serta perlindungan rohani bagi pribadi, keluarga, dan komunitas.

Lagu juga menjadi bagian penting dalam setiap pertemuan. Lagu pembuka yang digunakan antara lain “Sabda Ilahi,” “Ku Mohon Ya Tuhan,” “Siapkan Hati Kami,” dan “Bahagia Manusia.” Lagu penutup dan doa disesuaikan dengan masing-masing pertemuan.

Doa menjadi bagian integral dari perjalanan BKSN. Umat diajak mendoakan Gereja, paroki, keluarga, mereka yang sakit, mereka yang telah meninggal dunia, serta berbagai kebutuhan umat.

Secara khusus, umat juga diajak mendoakan kelancaran Perayaan Syukur 80 Tahun Karya Misi Kongregasi Pasionis di Indonesia yang akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Dari Mendengar Menuju Melakukan

BKSN 2026 tidak dimaksudkan hanya untuk menambah pengetahuan tentang Kitab Suci. Tujuan yang lebih penting adalah membantu umat mengubah Sabda menjadi tindakan.

Sabda-Sabda Bahagia mengajarkan kerendahan hati dan belas kasih. Kisah perutusan para murid mengajarkan keberanian untuk mewartakan Kerajaan Allah. Persaudaraan dalam iman mengajarkan umat untuk saling menjaga dan memulihkan. Sementara pengajaran tentang hidup kekal mengingatkan bahwa kasih kepada Allah harus diwujudkan melalui perhatian nyata kepada sesama.

Dengan demikian, umat diajak bergerak dari mendengar, memahami, merenungkan, menuju melakukan.

Sabda Tuhan hendaknya tidak berhenti dalam ruang pertemuan BKSN. Sabda harus masuk ke dalam keluarga, lingkungan, komunitas, tempat kerja, pelayanan, dan kehidupan masyarakat.

Persiapan yang Berkelanjutan

RP. Vitalis juga mengingatkan bahwa persiapan tidak boleh berhenti pada pertemuan pertama. Pertemuan kedua dan seterusnya perlu dipersiapkan sejak awal.

Para pemandu perlu memahami materi, mempersiapkan bacaan, pertanyaan pendalaman, sharing, lagu, doa, dan aksi nyata. Pengaturan waktu juga perlu diperhatikan agar setiap bagian kegiatan memperoleh ruang yang cukup.

Persiapan yang baik akan membantu para pendamping membawa umat kepada inti Sabda Tuhan tanpa kehilangan arah.

BKSN sebagai Jalan Mengenal Kristus

Pertemuan persiapan pada 30 Agustus menjadi awal perjalanan BKSN 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Keterlibatan prodiakon, ketua lingkungan, pendamping BIR, pendamping Sekolah Minggu, pengurus OMK, dan anggota Bidang Pewartaan menjadi kekuatan penting dalam pelaksanaan kegiatan.

Semangat kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa pewartaan Sabda Tuhan merupakan tugas seluruh umat. Setiap orang memiliki peran sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing.

BKSN akan mencapai puncaknya pada 30 September, bertepatan dengan peringatan Santo Hieronimus. Namun, berakhirnya bulan September tidak berarti berakhir pula kegiatan membaca Kitab Suci.

Sebaliknya, BKSN diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baru. Keluarga diajak membaca Kitab Suci bersama. Lingkungan dapat melanjutkan sharing iman dan doa bersama. Remaja dapat menemukan hubungan antara Sabda Tuhan dan pengalaman hidup mereka. Anak-anak dapat dibimbing untuk mencintai Kitab Suci sejak dini. Orang dewasa dapat terus memperdalam iman melalui refleksi dan pengalaman hidup. Para pelayan Gereja pun diharapkan menjadikan Sabda Tuhan sebagai dasar dalam menjalankan pelayanan.

Sebagaimana dikatakan dalam Matius 17:5, “Inilah Anak-Ku yang terkasih. Dengarkanlah Dia.” Sabda yang didengarkan hendaknya meresap ke dalam hati dan menghasilkan buah dalam kehidupan.

Pada akhirnya, BKSN 2026 mengajak seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi menjadi murid Kristus yang mau mendengarkan dan melaksanakan Sabda-Nya.

Membaca Kitab Suci berarti membuka diri untuk mengenal Kristus. Mendengarkan Sabda berarti memberikan ruang bagi Tuhan untuk berbicara. Menghidupi Sabda berarti menghadirkan Kristus melalui tindakan nyata.

Dengan semangat kebersamaan, pelayanan, dan kecintaan terhadap Kitab Suci, seluruh umat diajak memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2026 dengan hati terbuka.

Sabda Tuhan didengarkan, direnungkan, dan diwujudkan dalam kehidupan.

Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2026.

“Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.”


📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 30 Agustus 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar