Paya Kumang Matangkan Perayaan Syukur 80 Tahun Pasionis Indonesia

 

Ketapang, 6 September 2026.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, mematangkan persiapan perayaan syukur 80 tahun kehadiran dan karya Kongregasi Pasionis di Indonesia sekaligus HUT ke-16 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia bersama para ketua lingkungan pada Minggu, 6 September 2026, di Gedung Jerun Stoop, CP.

Pertemuan yang dimulai pukul 18.30 WIB itu berfokus pada penyusunan rencana kerja dan anggaran. Panitia HUT Paroki, panitia peringatan 80 tahun Kongregasi Pasionis, Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta para ketua lingkungan hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang.

Perayaan ini memiliki makna khusus bagi keluarga besar Pasionis dan umat Katolik di Keuskupan Ketapang. Delapan dekade kehadiran Pasionis menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan, karya misi, serta kontribusi para imam, bruder, dan seluruh anggota kongregasi dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

Rangkaian utama dijadwalkan berkaitan dengan Pesta Kongregasi Pasionis pada 19 Oktober. Sementara itu, kegiatan perayaan utama yang telah direncanakan akan dilaksanakan pada 23 Oktober 2026. Berdasarkan pembahasan panitia, jadwal tersebut hingga rapat berlangsung belum mengalami perubahan.







Mengenang Delapan Dekade Karya Pasionis

Pastor Vitalis Nggeal, CP., menegaskan bahwa peringatan 80 tahun bukan sekadar kegiatan seremonial. Perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan panjang Kongregasi Pasionis dalam menjalankan misi Gereja di Indonesia, khususnya di wilayah Keuskupan Ketapang.

Menurutnya, kehadiran Pasionis selama delapan puluh tahun merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Gereja setempat. Karena itu, dukungan dari Keuskupan Ketapang, paroki-paroki, umat, komunitas religius, serta berbagai kelompok pelayanan menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda tersebut.

Perayaan juga berkaitan dengan Santo Paulus dari Salib, pendiri Kongregasi Pasionis. Sosok tersebut menjadi inspirasi spiritual bagi para anggota kongregasi dalam menghayati spiritualitas sengsara dan wafat Kristus.

Semangat peringatan tersebut diarahkan bukan hanya untuk mengenang masa lalu. Momentum ini juga diharapkan mendorong umat untuk melihat kembali panggilan iman serta tanggung jawab dalam menghadirkan nilai Injil di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Panitia, Bapak Elisa, turut terlibat dalam koordinasi persiapan. Panitia menilai kerja sama berbagai pihak akan menjadi faktor penting agar kegiatan dapat berlangsung tertib dan meriah.

Seminar Disiapkan untuk Ratusan Peserta

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah seminar. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 300 peserta.

Peserta seminar akan melibatkan Diakon, Dewan Pastoral Paroki, ketua lingkungan, serta pengurus lingkungan. Umat dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan Paroki Katedral Santa Gemma Galgani juga akan dilibatkan.

Panitia merencanakan menghadirkan pembicara dari Jakarta. Kehadiran narasumber dari luar daerah diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas bagi peserta sekaligus memperkaya pembahasan mengenai karya dan misi Gereja.

Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., dan Bapak Mikael Chip, S.S., turut memberikan perhatian terhadap persiapan seminar. Salah satu hal yang dinilai perlu segera ditentukan ialah tema kegiatan.

Penentuan tema menjadi penting karena berkaitan langsung dengan pemilihan narasumber, materi, peserta, dokumentasi, serta kebutuhan teknis lainnya. Panitia juga memerlukan foto dan curriculum vitae narasumber untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada calon peserta cukup jelas.

Seminar dan rekoleksi dirancang sebagai dua kegiatan berbeda. Keduanya memiliki tujuan, suasana, serta pola pelaksanaan yang tidak sama.

Seminar lebih diarahkan pada penyampaian materi dan pengembangan wawasan. Rekoleksi memiliki nuansa reflektif yang lebih kuat dan mengajak peserta mendalami pengalaman iman.

Perbedaan tersebut menjadi perhatian panitia dalam menyusun konsep kegiatan. Dengan pembagian yang jelas, peserta diharapkan dapat mengikuti setiap sesi sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Rekoleksi Libatkan Umat dan OMK

Selain seminar, panitia menyiapkan rekoleksi dengan target peserta sekitar 400 hingga 500 orang. Peserta terutama berasal dari umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan Orang Muda Katolik (OMK).

Keterlibatan kaum muda dinilai penting karena peringatan 80 tahun karya Pasionis tidak hanya berbicara tentang sejarah. Generasi muda juga perlu mendapatkan ruang untuk mengenal perjalanan Gereja sekaligus mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Rekoleksi diharapkan menjadi kesempatan bagi peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Mereka diajak merefleksikan perjalanan iman, panggilan pelayanan, serta tantangan kehidupan sebagai umat Katolik pada masa kini.

Panitia juga membuka kemungkinan keterlibatan para imam, bruder, frater, dan umat dari berbagai paroki. Kehadiran mereka diharapkan memperluas kebersamaan dalam perayaan tersebut.

Salib Misi Ditempatkan di Taman Getsemani

Agenda khusus lainnya ialah pemasangan Salib Misi di Taman Getsemani. Salib tersebut telah dimasukkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Pastor Kornelius Kadut, CP., menjelaskan bahwa Salib Misi perlu diberkati terlebih dahulu sebelum dipasang. Pemasangan dapat diawali dengan perarakan salib sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Kristus.

Dalam tradisi Gereja Katolik, prosesi tersebut dapat dilaksanakan melalui rangkaian ibadat atau perayaan liturgi. Salib dibawa dalam perarakan menuju tempat yang telah ditentukan.

Setelah itu, imam memberikan pengantar mengenai makna Salib Misi sebagai lambang keselamatan dan pengingat akan tugas pewartaan Injil. Bacaan Kitab Suci dan renungan dapat digunakan untuk membantu umat memahami makna salib dalam kehidupan sehari-hari.

Salib kemudian diberkati dengan air suci. Pendupaan dapat dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Kristus.

Sesudah pemberkatan, salib dibawa menuju lokasi pemasangan. Petugas kemudian memasangnya secara kokoh di tempat yang telah disiapkan.

Pastor Kornelius menegaskan bahwa inti dari kegiatan tersebut bukan sekadar memasang sebuah simbol. Salib Misi diharapkan menjadi pengingat bagi umat mengenai panggilan untuk terus membawa semangat Injil dan kesediaan mengikuti Kristus.

Setelah pemasangan, umat dapat memberikan penghormatan. Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan doa bagi paroki, karya misi Gereja, serta seluruh umat.

Undangan Diperluas ke Berbagai Komunitas

Panitia juga mempersiapkan undangan bagi sejumlah kelompok dan komunitas Gereja. Selain umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, umat Paroki Katedral Santa Gemma Galgani direncanakan ikut ambil bagian.

Kerja sama lintas paroki diharapkan memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membuat perayaan semakin semarak. Para pastor, bruder, dan umat dari berbagai paroki di Keuskupan Ketapang juga diharapkan dapat menghadiri seminar.

Dari lingkungan Kongregasi Pasionis, panitia berupaya mengundang imam dan bruder Pasionis dari seluruh Indonesia. Para frater juga akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat.

Sementara itu, para imam se-Keuskupan Ketapang turut menjadi bagian dari daftar undangan. Panitia menargetkan sedikitnya sekitar 50 imam dapat hadir.

Komunitas biarawati juga mendapatkan perhatian. Para suster dari Ordo Santo Agustinus (OSA) serta komunitas susteran lainnya diharapkan ikut berpartisipasi.

Panitia mengupayakan kehadiran sekitar 40 hingga 50 suster. Jumlah tersebut dinilai sudah menjadi capaian yang sangat baik apabila dapat terealisasi.

Dukungan Paroki Katedral Santa Gemma Galgani

Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral Santa Gemma Galgani, Bapak Elias Ngiuk, menyampaikan dukungan terhadap perayaan 80 tahun karya misi Pasionis.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan tersebut memiliki akar sejarah yang panjang. Perayaan 75 tahun Pasionis sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada 2022 dalam situasi pandemi COVID-19.

Pada saat itu, kegiatan seminar dilaksanakan di Gedung Paroki, Gedung Jerun Stoop, CP. Keterbatasan situasi tidak menghilangkan semangat umat untuk berpartisipasi.

Menurut Elias, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kebersamaan antarparoki. Kini, peringatan 80 tahun menjadi kesempatan baru untuk kembali membangun semangat yang sama.

Ia menyampaikan kesiapan Paroki Katedral Santa Gemma Galgani untuk membantu kebutuhan teknis. Bantuan berupa tenda dan pemenuhan kekurangan kursi akan dikoordinasikan dengan seksi perlengkapan panitia.

Dukungan pendanaan juga terbuka melalui proposal. Hal tersebut diharapkan dapat membantu panitia memenuhi kebutuhan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Semangat swadaya umat menjadi salah satu kekuatan yang ingin dipertahankan. Keterlibatan langsung umat dinilai sebagai bentuk nyata kehidupan iman dan persaudaraan Gereja.

Konsumsi Dibahas Secara Transparan

Persiapan konsumsi juga menjadi bagian penting dalam rapat. Dengan jumlah peserta seminar dan rekoleksi yang telah diperkirakan, panitia dapat menyusun kebutuhan makanan dan minuman secara lebih terukur.

Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, Ketua II Dewan Pastoral Paroki, mengusulkan sistem pengundian antarlingkungan untuk menentukan menu konsumsi.

Setiap lingkungan akan mendapatkan tugas sesuai hasil undian. Beberapa menu yang disebutkan antara lain sate, bakso, soto, dan berbagai makanan lainnya.

Sistem tersebut dirancang secara transparan agar pembagian tugas berlangsung adil. Setiap lingkungan mendapatkan kesempatan mengambil bagian dalam pelayanan konsumsi.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi umat. Kegiatan besar seperti peringatan 80 tahun membutuhkan dukungan banyak pihak, bukan hanya panitia inti.

Untuk seminar, konsumsi dapat disesuaikan dengan jadwal yang cukup padat. Snack box dapat diberikan ketika jeda. Makan bersama dapat disiapkan dengan format yang praktis sehingga peserta tidak terlambat mengikuti sesi berikutnya.

Rekoleksi memiliki suasana berbeda. Makan bersama dapat dibuat lebih santai sehingga peserta memiliki ruang untuk berinteraksi dan membangun persaudaraan.

Penyusunan Anggaran Menunggu Program Kerja

Bapak Hendrikus Hendri, S.S., menyampaikan bahwa anggaran bidang liturgi belum dapat ditetapkan. Program kerja perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum kebutuhan biaya dihitung.

Ketua Dewan Pastoral Paroki, Bapak Jeno Leo, menegaskan bahwa setiap seksi sudah dapat mulai menyusun rencana anggaran. Bidang liturgi juga dipersilakan mempersiapkan program kerja masing-masing.

Langkah tersebut diperlukan agar penyusunan anggaran memiliki dasar yang jelas. Setiap kebutuhan dapat disesuaikan dengan kegiatan yang benar-benar akan dilaksanakan.

Panitia juga perlu memperhitungkan honorarium serta tiket pesawat pulang-pergi bagi narasumber yang didatangkan dari Jakarta. Kebutuhan konsumsi, perlengkapan, tempat kegiatan, dokumentasi, transportasi, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya akan dimasukkan dalam perencanaan.

Diakon Andreas Pisin Dorong Koordinasi

Sekretaris panitia, Diakon Andreas Pisin, CP., menjadi bagian dari tim yang menangani koordinasi persiapan kegiatan.

Koordinasi diperlukan karena rangkaian perayaan melibatkan banyak unsur. Selain panitia, kegiatan juga menyentuh lingkungan, paroki, komunitas religius, OMK, para imam, serta berbagai kelompok pelayanan.

Karena itu, setiap seksi diharapkan segera menyelesaikan rancangan program. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan anggaran dan menentukan pembagian tugas.

Panitia juga perlu memastikan informasi mengenai tema seminar dan rekoleksi segera ditetapkan. Kejelasan tema akan mempermudah komunikasi kepada peserta serta membantu narasumber mempersiapkan materi.

Momentum Memperkuat Persaudaraan

Rapat di Gedung Jerun Stoop, CP., memperlihatkan bahwa persiapan perayaan 80 tahun Pasionis telah memasuki tahap perencanaan teknis. Sejumlah agenda utama sudah ditentukan, sementara beberapa bagian masih membutuhkan penyempurnaan.

Perayaan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang Kongregasi Pasionis sekaligus memperkuat kerja sama seluruh umat.

Kehadiran berbagai unsur Gereja juga menjadi gambaran bahwa karya misi tidak berjalan sendirian. Para imam, biarawan, biarawati, umat, kaum muda, pengurus lingkungan, serta berbagai komunitas memiliki ruang untuk memberikan kontribusi.

Bagi Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, peringatan tersebut juga bertepatan dengan HUT ke-16. Dua momentum itu menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan paroki sekaligus melihat tantangan pelayanan ke depan.

Delapan puluh tahun karya Pasionis menjadi warisan yang perlu dirawat bersama. Sejarah tersebut tidak berhenti pada kisah masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk meneruskan semangat pelayanan.

Dengan dukungan Keuskupan Ketapang, kerja sama Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan Paroki Katedral Santa Gemma Galgani, serta keterlibatan berbagai komunitas, panitia berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan baik.

Persiapan akan terus dilanjutkan melalui koordinasi antarbidang. Setiap seksi diminta menyelesaikan program dan kebutuhan masing-masing sehingga pelaksanaan pada Oktober mendatang dapat berlangsung tertib.

Perayaan 80 tahun kehadiran Pasionis di Indonesia akhirnya diharapkan bukan hanya menjadi pesta bersama. Momentum tersebut menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang karya misi, penghormatan terhadap sejarah, serta ajakan bagi seluruh umat untuk meneruskan semangat pewartaan dan pelayanan di tengah dunia.

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dengan demikian menjadi salah satu ruang penting bagi umat untuk merayakan sejarah, menghidupi iman, dan menatap masa depan karya Gereja dengan semangat persaudaraan.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  6 September 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar