Mengenal Makna Empat Lambang Penginjil dalam Tradisi Gereja

 

Foto Bapak Hendrikus Hendri, S.S

Ketapang, 16 September 2026.Empat Penginjil dalam Perjanjian Baru, yakni Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, masing-masing memiliki lambang yang menggambarkan kekhasan pewartaan Injil yang mereka tuliskan. Pemahaman mengenai lambang tersebut menjadi bagian dari pengenalan terhadap tradisi Gereja sekaligus membantu umat memahami karakter masing-masing Injil.

Penjelasan mengenai lambang para Penginjil disampaikan oleh Bapak Hendrikus Hendri, S.S., Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dalam materi mengenai pengenalan empat Penginjil. Ia menjelaskan bahwa lambang Matius, Markus, Lukas dan Yohanes telah dikenal dalam tradisi Gereja sejak abad ke-4 Masehi.

Keempat lambang tersebut berupa manusia untuk Matius, singa untuk Markus, lembu untuk Lukas dan burung rajawali untuk Yohanes. Penggunaan simbol itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan cara masing-masing Penginjil mengawali dan menyampaikan pewartaan mengenai Yesus Kristus.

Matius menggunakan lambang manusia. Pemilihan simbol tersebut berkaitan dengan pembukaan Injil Matius yang menampilkan silsilah Yesus Kristus. Injil itu memperkenalkan Yesus sebagai manusia yang berasal dari keturunan Abraham dan Daud

.

Dalam pembukaan Injilnya, Matius menyajikan garis keturunan yang menghubungkan Yesus dengan sejarah bangsa Israel. Silsilah tersebut menjadi bagian penting dalam cara Matius memperkenalkan identitas Yesus kepada pembacanya.

Melalui penyajian silsilah, Yesus diperkenalkan sebagai keturunan Abraham dan Daud. Hal tersebut menunjukkan hubungan Yesus dengan sejarah keselamatan yang telah berlangsung dalam kehidupan umat Allah.

Selain menampilkan Yesus dalam hubungan-Nya dengan garis keturunan manusia, Injil Matius juga menghadirkan Yesus sebagai Utusan Allah yang mewartakan Kabar Gembira. Karena itu, simbol manusia menjadi lambang yang berkaitan dengan penekanan Injil Matius terhadap kemanusiaan dan identitas Yesus dalam sejarah manusia.

Berbeda dengan Matius, Markus dilambangkan dengan singa. Lambang ini berkaitan dengan cara Injil Markus dibuka, yakni dengan pewartaan yang merujuk pada suara yang berseru di padang gurun.

Pada bagian awal Injil Markus terdapat gambaran mengenai suara yang berseru di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Gambaran tersebut berkaitan dengan kehadiran Yohanes Pembaptis sebagai tokoh yang menyerukan pertobatan dan mempersiapkan kedatangan Yesus.

Padang gurun juga menjadi alasan yang menghubungkan pembukaan Injil Markus dengan simbol singa. Dalam pemahaman simbol tersebut, padang gurun dipandang sebagai tempat yang berkaitan dengan keberadaan singa dan berbagai binatang buas.

Lambang singa kemudian menjadi simbol yang melekat pada Markus. Penggunaan simbol tersebut memperlihatkan bagaimana unsur yang terdapat pada awal Injil dapat dikaitkan dengan lambang yang digunakan untuk menggambarkan masing-masing Penginjil.

Sementara itu, Lukas menggunakan lembu sebagai lambang. Pemilihan lembu berkaitan dengan kisah yang terdapat pada bagian awal Injil Lukas, ketika Zakaria sedang menjalankan tugasnya mempersembahkan korban di Bait Allah.

Zakaria merupakan ayah Yohanes Pembaptis. Dalam kisah tersebut, Zakaria mengalami peristiwa ketika ia tidak dapat berbicara untuk sementara waktu. Kemampuan berbicaranya baru kembali setelah peristiwa yang berkaitan dengan kelahiran Yohanes Pembaptis.

Simbol lembu juga berhubungan dengan praktik persembahan korban di Bait Allah. Pada masa itu, hewan merupakan bagian dari persembahan korban dalam kehidupan keagamaan bangsa Israel. Lembu termasuk salah satu hewan yang digunakan dalam konteks persembahan tersebut.

Karena itu, lembu menjadi lambang yang dikaitkan dengan Injil Lukas. Hubungan antara simbol dan teks Injil tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara kisah pembukaan Injil dengan tradisi simbolis yang berkembang dalam Gereja.

Adapun Yohanes memiliki lambang burung rajawali. Simbol ini menggambarkan karakter Injil Yohanes yang memiliki penekanan teologis yang mendalam mengenai identitas Yesus Kristus.

Rajawali dikenal sebagai burung yang memiliki kemampuan melihat dengan tajam dan terbang pada ketinggian tertentu. Karakter tersebut kemudian digunakan sebagai gambaran untuk memahami cara Yohanes menyampaikan pewartaannya mengenai Yesus.

Injil Yohanes memberikan perhatian besar terhadap ke-Allah-an atau ke-Ilahi-an Yesus. Sejak bagian awal, Injil tersebut menyajikan gambaran mengenai Yesus sebagai Firman yang datang dari Allah.

Gambaran tentang Yesus sebagai Dia yang datang dari atas menjadi salah satu ciri penting dalam Injil Yohanes. Karena itu, simbol rajawali dipandang sesuai dengan karakter pewartaan Yohanes yang mengarahkan perhatian pembaca kepada misteri ke-Ilahi-an Yesus.

Lambang rajawali juga dikaitkan dengan kedalaman pandangan teologis Yohanes. Injil keempat memberikan sejumlah refleksi mengenai hubungan Yesus dengan Bapa, karya keselamatan, kehidupan kekal dan identitas-Nya sebagai Anak Allah.

Keempat lambang tersebut pada akhirnya memperlihatkan keragaman cara para Penginjil menyampaikan kesaksian mengenai Yesus Kristus. Matius, Markus, Lukas dan Yohanes memiliki karakter pewartaan yang berbeda, tetapi keempatnya menjadi bagian dari kesaksian Gereja mengenai kehidupan, karya dan identitas Yesus.

Pemahaman terhadap simbol para Penginjil juga membantu umat mengenali unsur-unsur yang sering dijumpai dalam kehidupan liturgis dan seni keagamaan. Simbol manusia, singa, lembu dan rajawali dapat ditemukan dalam berbagai bentuk penggambaran yang berkaitan dengan keempat Injil.

Keberadaan simbol tersebut bukan sekadar hiasan dalam lingkungan Gereja. Setiap lambang memiliki hubungan dengan karakter dan bagian pembukaan masing-masing Injil. Karena itu, pengenalan terhadap makna simbol dapat membantu umat membaca berbagai tanda yang digunakan dalam tradisi Gereja secara lebih utuh.

Matius dengan lambang manusia mengarahkan perhatian pada Yesus sebagai manusia dalam garis keturunan Abraham dan Daud. Markus dengan lambang singa berkaitan dengan suara yang berseru di padang gurun pada awal pewartaannya. Lukas dengan lambang lembu berhubungan dengan kisah Zakaria dan persembahan korban di Bait Allah. Sementara Yohanes dengan lambang rajawali menggambarkan kedalaman pewartaan mengenai ke-Ilahi-an Yesus.

Keempat simbol itu telah dikenal dalam tradisi Gereja sejak abad ke-4 Masehi. Keberlangsungannya selama berabad-abad menunjukkan bahwa simbol tersebut menjadi bagian dari warisan tradisi yang membantu umat mengenali keempat Injil.

Dalam konteks pembelajaran iman, pengetahuan mengenai lambang para Penginjil dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Kitab Suci kepada umat secara lebih dekat. Ketika umat memahami hubungan antara simbol dan isi Injil, lambang yang dijumpai dalam Gereja tidak lagi dipahami hanya sebagai gambar, tetapi sebagai tanda yang memiliki latar belakang biblis.

Pengenalan tersebut juga dapat memperkaya pemahaman umat terhadap kekayaan tradisi Gereja Katolik. Kitab Suci, liturgi, seni sakral dan simbol keagamaan memiliki keterkaitan dalam membantu umat menghayati iman.

Penjelasan mengenai keempat lambang Penginjil juga mengingatkan bahwa setiap Injil mempunyai kekhasan dalam menghadirkan kesaksian mengenai Yesus. Perbedaan karakter tersebut tidak menghilangkan hubungan keempatnya sebagai bagian dari kesaksian iman Gereja.

Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tetap memiliki tujuan pewartaan yang berpusat pada Yesus Kristus. Simbol yang berbeda justru membantu umat melihat kekayaan perspektif dalam keempat Injil.

Dengan demikian, manusia, singa, lembu dan rajawali dapat dipahami sebagai empat simbol yang membantu umat mengenali para Penginjil beserta kekhasan pewartaan mereka. Pemahaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pendalaman Kitab Suci dan pengenalan terhadap tradisi Gereja.

Materi tentang lambang para Penginjil pada akhirnya menempatkan simbol keagamaan dalam hubungan yang lebih jelas dengan teks Kitab Suci. Melalui pemahaman tersebut, umat diharapkan tidak hanya mengenali nama dan lambang para Penginjil, tetapi juga memahami alasan di balik penggunaan setiap simbol.

Empat Penginjil menghadirkan kesaksian melalui karakter pewartaan masing-masing. Matius dikenal dengan lambang manusia, Markus dengan singa, Lukas dengan lembu dan Yohanes dengan rajawali. Keempat lambang tersebut menjadi bagian dari tradisi Gereja yang terus dikenal hingga sekarang.

Di Ketapang, 15 September 2026, penjelasan tersebut disampaikan oleh Bapak Hendrikus Hendri, S.S., Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang, sebagai bagian dari materi pengenalan terhadap lambang para Penginjil dan makna yang terkandung di dalamnya.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  16 September 2026


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar