Foto Bapak.Hendrikus Hendri, S.S.Koordinator Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang
Ketapang, 19
Agustus 2024 — Hendrikus
Hendri, S.S., yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Penyuluh Agama Katolik
Kabupaten Ketapang dan juga Ketua Bidang Pewartaan pada Dewan Pastoral Paroki
(DPP) St. Agustinus Paya Kumang periode 2024-2027, semakin memfokuskan upayanya
dalam memperkuat pembinaan iman umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Dengan peran ganda yang ia emban, Hendri bertanggung jawab atas dua lingkup
pelayanan yang saling melengkapi dalam mendukung kehidupan rohani umat Katolik
di wilayah tersebut.
Sebagai
Koordinator Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang, Hendrius Hendri
mengoordinasikan program-program penyuluhan yang dirancang untuk memperkuat
kesadaran beragama dan penghayatan ajaran Katolik. Program ini tidak hanya
bersifat edukatif tetapi juga transformatif, dirancang agar umat semakin
memahami dan menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain,
dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bidang Pewartaan pada DPP St. Agustinus Paya
Kumang, Hendri memimpin berbagai kegiatan pewartaan yang bertujuan untuk
memperluas jangkauan pesan Injil di kalangan umat paroki. Melalui kolaborasi
dengan berbagai tim pastoral, ia memastikan bahwa setiap program pewartaan
berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata dalam memperkuat kehidupan
rohani umat.
“Saat ini, fokus
utama kita adalah Memperkuat moderasi beragama dan menjalankan Misi Arah Dasar Keuskupan Ketapang,yaitu Mengajarkan Iman Kepada Umat, serta membangun komunitas umat yang solid, yang tidak hanya
memahami ajaran Gereja tetapi juga hidup sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.selaras dengan program moderasi beragama yang menjadi prioritas Kementerian Agama. Melalui berbagai program penyuluhan dan pewartaan, kami berupaya menjawab
tantangan modernisasi yang seringkali menggoyahkan iman,” kata Hendri dalam
sebuah wawancara pada Minggu (18/8).
Salah satu
program utama yang diusung adalah “Pelatihan Penyuluh Berkelanjutan,” yang kini
juga diterapkan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Program ini bertujuan
untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam menyampaikan ajaran gereja
secara efektif. Hendrius Hendri juga memastikan bahwa program ini selaras
dengan kebutuhan lokal umat, sehingga bisa memberikan dampak yang optimal.
Dalam menjalankan
tugasnya di paroki, Hendri menjalin kerjasama erat dengan pihak keuskupan dan
berbagai komunitas gereja setempat. Kerjasama ini penting untuk memastikan
bahwa seluruh kegiatan pastoral dan pewartaan di paroki dapat berjalan dengan
baik dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan rohani umat.
Dengan dedikasi
dan komitmen yang kuat, Hendrikus Hendri berharap agar umat di Paroki Santo
Agustinus Paya Kumang semakin berkembang dalam iman dan mampu berkontribusi
positif dalam kehidupan bermasyarakat. Perannya sebagai Koordinator Penyuluh
Agama Katolik Kabupaten Ketapang dan Ketua Bidang Pewartaan DPP St. Agustinus
Paya Kumang menjadi bukti nyata upayanya dalam menguatkan pondasi iman umat di
wilayah ini.
Dalam Gereja
Katolik, singkatan RD (Reverendus Dominus) dan RP (Reverendus Pater) memiliki
peran penting dalam menandai status dan jenis panggilan hidup para imam.
Pemahaman dan penggunaan yang tepat atas kedua singkatan ini tidak hanya
mencerminkan penghormatan terhadap posisi mereka, tetapi juga menegaskan
perbedaan antara imam diosesan dan imam religius.
- RD (Reverendus Dominus)Singkatan RD berasal dari bahasa Latin Reverendus Dominus, yang berarti "Bapak yang terhormat" atau "Tuan yang terhormat." Gelar ini digunakan khusus untuk imam diosesan, yaitu imam yang melayani dalam satu keuskupan tertentu dan berada di bawah otoritas langsung seorang uskup. RD merupakan sebutan yang menegaskan peran mereka dalam mengurus umat di paroki dan melaksanakan tugas pastoral dalam lingkup keuskupan. Imam diosesan ini tidak terikat dengan ordo atau kongregasi tertentu, sehingga fokus pelayanan mereka lebih spesifik pada kebutuhan pastoral lokal.
- RP (Reverendus Pater)Singkatan RP berasal dari bahasa Latin Reverendus Pater, yang berarti "Ayah yang terhormat" atau "Tuan Pastor." Gelar ini digunakan untuk imam religius yang merupakan anggota dari suatu ordo atau kongregasi religius. Selain memberikan pelayanan pastoral, imam-imam ini juga terlibat dalam berbagai karya apostolik sesuai dengan karisma dan spiritualitas dari ordo atau kongregasi mereka. Perbedaan utama dengan imam diosesan adalah bahwa imam religius biasanya berkarya di berbagai tempat, bahkan lintas keuskupan atau negara, sesuai dengan misi ordo mereka. Nama ordo atau kongregasi biasanya ditambahkan di belakang nama imam dengan gelar RP, menandakan identitas dan komunitas religius yang diwakilinya.
Perbedaan
Kunci antara RD dan RP
Pentingnya
memahami dan menggunakan kedua singkatan ini dengan benar adalah bagian dari
penghormatan terhadap peran khusus yang dimainkan oleh masing-masing jenis imam
dalam Gereja Katolik. Setiap gelar membawa serta tanggung jawab dan panggilan
yang unik, yang semuanya berkontribusi pada misi universal Gereja.
Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang
.jpg)
%20(1).jpeg)
0 comments:
Posting Komentar