Foto Bersama Narasumber, Ibu Fransiska Romana Sri Wijati dan Ibu Elisabet Susana.
Ketapang, Minggu, 18 Agustus 2024 – Pada Minggu, 18 Agustus 2024, Paroki St. Agustinus di Ketapang mengadakan acara Pertemuan Bina Iman Remaja yang bertujuan untuk memperkuat iman dan membentuk karakter remaja Katolik melalui teladan kehidupan Santo Agustinus. Acara ini diadakan di Gedung Pastoral “Pst. Jeroen Stoop, CP” dan dihadiri oleh puluhan remaja yang telah menerima Komuni Pertama serta anggota Misdinar. Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, Ibu Fransiska Romana Sri Wijati dan Ibu Elisabet Susana, yang memberikan pemaparan mendalam tentang pentingnya meneladani Santo Agustinus dalam kehidupan sehari-hari.
Lima Fakta Menarik tentang Santo Agustinus:
Masa Muda yang Penuh Pergolakan: Santo Agustinus dari Hippo, sebelum menjadi salah satu teolog dan filsuf terkemuka dalam sejarah Gereja Katolik, mengalami masa muda yang penuh dengan pergolakan. Agustinus tumbuh dalam keluarga yang berbeda keyakinan; ayahnya, Patricius, seorang penyembah berhala, sementara ibunya, Santa Monika, adalah seorang Kristen yang taat. Meskipun dididik dengan nilai-nilai agama, Agustinus menjalani kehidupan yang hedonistik dan terlibat dalam berbagai aliran filsafat, termasuk Manikheisme, yang saat itu menarik banyak pemuda yang mencari makna hidup di luar ajaran Kristen.
Pengaruh Ibunya, Santa Monika: Di balik pertobatan besar Santo Agustinus, ada pengaruh yang kuat dari ibunya, Santa Monika. Monika, seorang wanita dengan iman yang luar biasa, berdoa tanpa henti selama bertahun-tahun untuk pertobatan anaknya. Doa-doanya yang penuh kesabaran dan keteguhan akhirnya dijawab ketika Agustinus, pada usia 31 tahun, menerima iman Kristen. Kisah pertobatan ini menunjukkan bagaimana cinta dan doa seorang ibu dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan anaknya, dan menjadi teladan bagi para orang tua dalam mendidik dan mendampingi anak-anak mereka dalam perjalanan iman.
Pertobatan dan Baptisan oleh Santo Ambrosius: Pertobatan Agustinus adalah titik balik dalam hidupnya. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan berbagai ideologi dan ajaran, Agustinus akhirnya dipertobatkan oleh khotbah-khotbah dari Santo Ambrosius, Uskup Milan yang dikenal akan kebijaksanaannya. Pada Paskah tahun 387, Agustinus dibaptis oleh Santo Ambrosius di Milan, yang menandai awal baru dalam hidupnya sebagai seorang Kristen. Pengalaman pertobatan ini diabadikan dalam karyanya yang terkenal, Confessiones (Pengakuan), yang menjadi salah satu karya sastra religius paling berpengaruh sepanjang masa.
Menjadi Uskup Hippo: Setelah menerima baptisan, Agustinus kembali ke Afrika Utara, di mana ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan menjadi seorang imam. Pada tahun 395, ia diangkat menjadi Uskup Hippo, sebuah kota di Afrika Utara (sekarang Annaba, Aljazair). Sebagai uskup, Agustinus menghadapi berbagai tantangan, termasuk melawan ajaran sesat yang mengancam kesatuan Gereja. Namun, melalui kepemimpinannya yang bijaksana dan tulisan-tulisannya yang mendalam, Agustinus berhasil memperkuat iman umat dan menjaga kemurnian ajaran Gereja. Karyanya yang tak ternilai termasuk De Trinitate (Tentang Tritunggal) dan De Civitate Dei (Kota Allah).
Warisan Karya dan Pemikiran: Santo Agustinus dikenal sebagai salah satu pemikir terbesar dalam sejarah Gereja Katolik. Karyanya mencakup berbagai topik, mulai dari teologi, filosofi, hingga spiritualitas. Dalam Confessiones, ia menceritakan kisah hidupnya, termasuk pergulatannya dengan dosa dan pencariannya akan Allah. Sementara itu, dalam De Civitate Dei, ia membahas tentang konflik antara kota manusia yang fana dan Kota Allah yang abadi. Konsep-konsep seperti dosa asal, kasih karunia, dan hubungan antara iman dan akal yang dikembangkannya terus mempengaruhi pemikiran teologis dan filosofis hingga hari ini. Santo Agustinus dikenang sebagai Bapa Gereja dan Doktor Gereja yang paling berpengaruh, dan hari peringatannya dirayakan pada 28 Agustus, tanggal wafatnya pada tahun 430.
Pembahasan dan Refleksi dalam Pertemuan Bina Iman Remaja: Dalam pertemuan ini, Ibu Fransiska Romana Sri Wijati memulai sesi dengan menguraikan perjalanan hidup Santo Agustinus yang penuh pergulatan, yang akhirnya membawanya pada iman yang kokoh. Ia menekankan bahwa kehidupan Santo Agustinus adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat berubah dari kehidupan yang jauh dari Tuhan menjadi salah satu pilar utama dalam Gereja Katolik. “Kita semua, terutama remaja, bisa belajar dari kisah Santo Agustinus. Meski hidupnya penuh dengan pencarian dan kegelisahan, ia tidak pernah menyerah untuk mencari kebenaran sejati. Pada akhirnya, ia menemukan kedamaian dalam Kristus,” ujar Ibu Fransiska.
Ibu Elisabet Susana kemudian melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana teladan Santo Agustinus dapat diterapkan dalam kehidupan remaja masa kini. Ia mengajak para remaja untuk lebih mendalami iman mereka dan tidak takut menghadapi tantangan dalam mencari kebenaran. “Santo Agustinus mengajarkan kita pentingnya untuk tetap setia dan percaya kepada Allah, meskipun kita menghadapi banyak godaan dan kesulitan dalam hidup. Kesetiaannya menjadi landasan bagi kita semua untuk terus berpegang pada iman kita,” kata Ibu Elisabet.
Pesan dan Harapan untuk Masa Depan Remaja Paroki St. Agustinus: Dalam pesan penutupnya, tim Bidang Pewartaan Paroki St. Agustinus mengucapkan terima kasih kepada Romo, para orang tua, dan seluruh umat yang telah mendukung pelaksanaan acara ini. “Pertemuan ini bukan hanya sebuah kegiatan rutin, tetapi merupakan upaya untuk membangun karakter remaja kita agar mereka menjadi pribadi yang beriman, tangguh, dan berkarakter. Dengan teladan Santo Agustinus, kita berharap anak-anak remaja kita dapat terus bertumbuh dalam iman dan menjadi pelayan kasih yang tangguh di masa depan,” kata perwakilan Bidang Pewartaan.
Para remaja juga diajak untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperdalam iman mereka. Dengan dukungan dari Romo, orang tua, dan seluruh umat, diharapkan generasi muda Paroki St. Agustinus dapat menjadi penerus Gereja yang kuat dalam iman dan cinta kasih.
Akhir Pertemuan dan Harapan di Tahun Mendatang: Pertemuan Bina Iman Remaja Paroki St. Agustinus ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu remaja. Doa ini mencerminkan harapan dan tekad para peserta untuk mengikuti jejak Santo Agustinus dalam kehidupan mereka sehari-hari. Di penghujung acara, para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi kesan dan pesan mereka. Beberapa dari mereka menyatakan inspirasi yang mereka dapatkan dari kisah hidup Santo Agustinus dan bagaimana mereka berencana untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka.
Dengan semangat baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang iman, para remaja Paroki St. Agustinus siap melangkah ke masa depan dengan penuh keyakinan, menghidupi nilai-nilai yang diajarkan oleh Santo Agustinus dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan mereka.
Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang
.jpeg)

%20(2).jpeg)
%20(1).jpeg)
%20(1).jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar