"Hidup Tanpa Dendam: Pesan Mendalam RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dalam Peringatan Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis"

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Pimpin Misa Lingkungan Santo Gabriel Possenti

Ketapang, 29 Agustus 2024 - Dalam suasana penuh hikmat di Lingkungan Santo Gabriel Possenti, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, umat Katolik berkumpul untuk memperingati Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis. Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, pada hari Kamis ini menjadi momen yang tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga memberikan refleksi mendalam tentang makna hidup tanpa dendam, sebagaimana diangkat dalam homili beliau.





Sebuah Homili yang Menyentuh Hati

Homili yang disampaikan oleh Romo Aris, sapaan akrabnya, berhasil menggugah hati umat yang hadir. Dengan kharismanya, Romo Aris membahas tema sentral dari bacaan Ekaristi yang diambil dari Kitab Yeremia 1:17-19 dan Injil Markus 6:17-29. Bacaan Injil ini menceritakan kisah tragis wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, seorang nabi besar yang dikenal karena keberaniannya dalam menegur penguasa dan menyuarakan kebenaran tanpa kompromi.

Romo Aris dengan tegas mengingatkan umat akan bahaya dari hidup yang dipenuhi oleh dendam. “Dosa dendam melahirkan dosa yang lain,” ungkapnya dengan nada penuh keprihatinan. Ia menjelaskan bahwa dendam bukan hanya merusak hubungan antar manusia, tetapi juga menghalangi seseorang untuk hidup dalam kasih dan damai sejahtera. "Dendam itu seperti api yang membakar, tidak hanya orang lain tapi juga diri kita sendiri. Maka, hindarilah dendam, hiduplah dalam kasih persaudaraan satu sama lain," lanjutnya. Pesan ini disampaikan dengan harapan agar umat dapat belajar dari keteladanan Santo Yohanes Pembaptis, yang meskipun dianiaya dan dibunuh, tetap teguh dalam iman dan kebenaran.

Mengajak Umat Hidup dalam Kasih dan Persaudaraan

Dalam lanjutan homilinya, Romo Aris menekankan pentingnya hidup dalam kasih dan persaudaraan. Ia mengajak umat untuk melihat ke dalam diri sendiri, merenungkan apakah ada rasa dendam yang masih tersimpan di hati, dan berusaha untuk melepaskannya. Menurut Romo Aris, kasih sejati tidak hanya ditunjukkan melalui perbuatan baik, tetapi juga melalui pengampunan dan kemampuan untuk mengesampingkan dendam.

“Pengampunan adalah kunci dari kasih yang sejati,” tegasnya. Romo Aris mengingatkan bahwa Tuhan sendiri telah mengampuni dosa-dosa umat manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus, dan sebagai pengikut Kristus, umat juga dipanggil untuk mengampuni sesama. Homili ini diakhiri dengan sebuah ajakan reflektif: “Marilah kita semua berkomitmen untuk hidup tanpa dendam, memupuk kasih yang tulus dan menjaga persaudaraan sejati di antara kita.”

Respon Positif dari Umat

Homili yang disampaikan Romo Aris mendapatkan tanggapan positif dari umat yang hadir. Banyak dari mereka yang tersentuh oleh pesan tersebut, dan beberapa mengaku bahwa homili ini memberikan pencerahan bagi kehidupan mereka. “Apa yang disampaikan Romo Aris benar-benar menyentuh hati saya. Saya merasa diingatkan kembali untuk tidak menyimpan dendam dan lebih banyak mengampuni,” ujar Maria, salah satu umat yang hadir.

Kehadiran Romo Aris yang baru pertama kali memimpin Misa di Lingkungan Santo Gabriel Possenti ini juga membawa semangat baru bagi umat. Kharisma dan pesan yang disampaikannya memberikan inspirasi untuk hidup lebih baik dalam iman dan kasih.

Kebersamaan dan Peneguhan Iman

Misa Lingkungan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rohani, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan di antara umat. Setelah Misa, Ketua Lingkungan Santo Gabriel Possenti, F. Dwi Hartanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran umat dan mengajak mereka untuk terus aktif dalam kegiatan lingkungan. “Kehadiran dan kebersamaan kita dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat iman dan kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar di dalam Kristus,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan santap malam bersama, di mana umat berbaur dalam keakraban, menikmati hidangan yang telah disiapkan dengan penuh syukur. Doa penutup pun dipanjatkan, memohon berkat Tuhan atas kehidupan umat dan semangat untuk terus hidup dalam kasih dan pengampunan.

Kesimpulan: Homili yang Memberikan Bekal untuk Hidup

Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, pada peringatan Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis ini, tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi ajang refleksi mendalam bagi umat. Melalui homilinya yang mengajak umat untuk hidup tanpa dendam dan dalam kasih persaudaraan, Romo Aris memberikan bekal yang tak ternilai bagi kehidupan sehari-hari umat. Pesan-pesan yang disampaikan akan terus menjadi pegangan bagi mereka dalam menjalani hidup yang penuh kasih dan pengampunan, sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus.


Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Ketapang

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar