Foto Romo Vitalis Nggeal, CP.Pastor Kepala Paroki St.Agustinus Paya Kumang.Keuskupan Ketapang
**Santa Monika: Teladan Kesabaran dan Keteguhan Iman dalam Doa**
Selasa, 27 Agustus 2024, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Perayaan Wajib Santa Monika, seorang janda yang dikenal luas karena keteguhan iman dan kesabaran yang luar biasa dalam mendoakan pertobatan anaknya, Santo Agustinus. Perayaan ini jatuh pada Hari Biasa Pekan XXI dengan warna liturgi putih, menandakan kemurnian dan kesucian hati yang dimiliki Santa Monika sepanjang hidupnya.
**Latar Belakang Santa Monika**
Santa Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara (sekarang wilayah Aljazair) pada tahun 331 Masehi dari keluarga Kristen yang taat. Sejak muda, ia sudah menunjukkan kedewasaan rohani dan pengabdian yang mendalam kepada Tuhan. Ia menikah dengan seorang pria bernama Patricius, seorang pejabat kota yang memiliki sifat keras dan cenderung hidup dalam kebiasaan-kebiasaan buruk. Namun, dengan kesabaran dan kelembutan hati, Santa Monika berhasil membawa suaminya dan ibu mertuanya kepada iman Kristen.
Meskipun demikian, pergulatan terbesar dalam hidup Santa Monika adalah perjuangannya untuk membawa anak sulungnya, Agustinus, kepada pertobatan. Agustinus, yang pada masa mudanya hidup dalam kesesatan dan gaya hidup yang jauh dari ajaran Kristiani, menjadi sumber kesedihan yang mendalam bagi Monika. Namun, ia tidak pernah menyerah. Selama lebih dari 17 tahun, Monika terus berdoa dengan penuh harapan dan kesetiaan, memohon kepada Tuhan agar Agustinus dapat meninggalkan kehidupan lamanya dan kembali ke jalan yang benar. Doanya akhirnya terjawab ketika Agustinus bertobat dan kemudian menjadi salah satu teolog terbesar dalam sejarah Gereja Katolik.
**Liturgi Hari Ini**
Pada Misa yang berlangsung pagi ini di Gereja St. Agustinus, Paya Kumang, Ketapang, Romo RP. Vitalis Nggeal, CP memimpin perayaan dengan penuh khidmat. Bacaan-bacaan liturgi yang dibacakan hari ini memiliki makna yang mendalam, terutama dalam konteks perayaan Santa Monika.
**Bacaan Pertama** diambil dari Kitab Sirakh 26:1-4, 16-21 yang mengajarkan tentang kebahagiaan seorang suami yang memiliki istri berbudi pekerti baik. Bacaan ini seolah menggambarkan kehidupan Santa Monika yang penuh dengan kesabaran dan kebaikan, meskipun ia harus menghadapi banyak tantangan dalam rumah tangganya.
**Mazmur Tanggapan** diambil dari Mazmur 131:1-3, yang menggambarkan sikap rendah hati dan ketenangan batin seseorang yang beriman kepada Tuhan. Mazmur ini mencerminkan sikap hati Santa Monika yang selalu berserah kepada Tuhan, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.
**Bait Pengantar Injil** yang diambil dari Lukas 7:16 berbunyi, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.” Ayat ini mengingatkan umat akan kehadiran Tuhan yang selalu menyertai dan memberi harapan dalam setiap peristiwa hidup, sebagaimana yang dialami Santa Monika.
**Bacaan Injil** diambil dari Lukas 7:11-17, yang menceritakan tentang kebangkitan anak seorang janda di Nain. Yesus, yang tergerak oleh belas kasih, membangkitkan anak tersebut dari kematian, memberikan harapan baru bagi janda yang kehilangan segalanya. Kisah ini mengingatkan kita akan kasih Tuhan yang tak pernah meninggalkan mereka yang berada dalam kesedihan dan kehilangan, sebagaimana Santa Monika yang tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan dalam doanya bagi Agustinus.
**Renungan: Keteguhan Iman dalam Setiap Cobaan**
Dalam homilinya, Romo Vitalis menekankan pentingnya keteguhan iman dan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan hidup, dengan mengambil contoh dari kehidupan Santa Monika. “Santa Monika adalah teladan yang sempurna bagi setiap orang tua yang menghadapi tantangan dalam keluarga. Kesabarannya, doanya yang tak pernah putus, dan keyakinannya bahwa Tuhan akan menjawab pada waktu-Nya, adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” ungkap Romo Vitalis.
Beliau juga mengingatkan umat bahwa kasih Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita, bahkan ketika kita berada dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan. Sama seperti Yesus yang membangkitkan anak janda di Nain, Tuhan juga mampu membangkitkan harapan dalam hati kita yang mungkin telah lama mati.
“Kita seringkali merasa putus asa ketika berhadapan dengan masalah-masalah yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya. Namun, kisah Santa Monika mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam doa. Tuhan mendengar setiap seruan hati kita, dan pada waktu yang tepat, Ia akan menjawabnya, bahkan dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan,” lanjut Romo Vitalis.
**Refleksi dan Aplikasi Hidup**
Setelah Misa, umat diajak untuk merenungkan kehidupan mereka masing-masing dalam terang kehidupan Santa Monika. Apakah kita sudah cukup sabar dalam menghadapi tantangan hidup? Apakah kita sudah menyerahkan seluruh beban dan kekhawatiran kita kepada Tuhan melalui doa yang tulus? Umat juga diajak untuk mengamalkan keteladanan Santa Monika dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kesabaran, doa, dan pengharapan.
Bagi para orang tua, Santa Monika menjadi contoh nyata bagaimana cinta dan doa yang tulus mampu mengubah kehidupan anak-anak mereka. Tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Tuhan, dan tidak ada kesabaran yang tidak akan berbuah. Seperti Santa Monika yang pada akhirnya melihat buah dari doanya dalam pertobatan Agustinus, umat diingatkan bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang indah dalam hidup kita, meskipun kita tidak selalu memahaminya saat ini.
**Doa Penutup**
Perayaan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Vitalis, yang memohon kepada Tuhan agar setiap umat dapat meneladani kesabaran dan iman Santa Monika dalam kehidupan mereka sehari-hari. “Semoga Santa Monika mendoakan kita semua, terutama bagi para ibu dan orang tua, agar tetap kuat dalam iman dan terus berdoa bagi keselamatan anak-anak mereka,” tutup Romo Vitalis.
**Penutup**
Perayaan Wajib Santa Monika tahun ini menjadi momen yang penuh makna bagi umat Katolik, khususnya bagi mereka yang sedang berjuang dalam kehidupan keluarga. Melalui teladan hidup Santa Monika, umat diajak untuk tidak pernah kehilangan harapan dan untuk selalu percaya bahwa Tuhan mendengar setiap doa, meskipun jawaban-Nya mungkin datang dengan cara dan waktu yang berbeda dari yang kita harapkan.
Santa Monika, doakanlah kami!
Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang

0 comments:
Posting Komentar