**Ketapang, 20 September 2024** – Pertemuan Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Se-Regio Kalimantan kembali diselenggarakan dengan antusiasme besar di Mega Tenda Youth Center, Paroki Katedral Hati Kudus Yesus, Sanggau, Kalimantan Barat. Acara ini berlangsung mulai 19 hingga 22 September 2024, menghadirkan para perwakilan KOMSOS dari delapan keuskupan di Kalimantan, serta peserta dari berbagai paroki, dengan tujuan memperkuat sinergi dan kreativitas dalam pewartaan iman Katolik melalui teknologi dan media digital.
Dalam era yang kian mengandalkan teknologi, peran KOMSOS sebagai garda depan komunikasi gereja menjadi semakin vital. Pertemuan ini mengusung tema **“Berjalan Bersama: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi dalam Mewartakan Kristus melalui Media Sosial dan Teknologi Digital”** dan diikuti oleh sekitar 120 peserta dari berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk membahas peran media sosial dan teknologi sebagai sarana penting dalam menyebarkan Injil serta membangun komunitas gereja yang dinamis.
**Pentingnya Kolaborasi dan Transformasi Digital Gereja**
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H., yang menekankan urgensi kolaborasi antara gereja dan media dalam menciptakan konten positif di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia menyoroti bahwa teknologi digital harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat pewartaan gereja dan membangun karakter generasi muda.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan inovasi bagi gereja untuk dapat terus hadir dan memberi inspirasi di dunia digital. Generasi muda yang kita hadapi kini lebih dekat dengan teknologi, dan kita harus memastikan bahwa gereja tidak tertinggal," ujar Suherman dalam sambutannya.
Foto Pj Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H., secara resmi membuka pertemuan ini.**Uskup Valentinus Saeng: Gereja Harus Adaptif dan Inklusif**
Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng, CP., dalam sambutannya menegaskan bahwa gereja harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal komunikasi. Menurut Uskup Valentinus, media sosial bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga ruang pewartaan yang luas.
“Media digital memberikan peluang besar bagi gereja untuk menjangkau mereka yang mungkin jauh secara geografis, tetapi dekat melalui layar gadget mereka. Namun, kita harus memastikan bahwa pewartaan kita melalui media sosial tetap membawa pesan cinta kasih Kristus dan menjaga keaslian iman kita,” jelasnya.
Uskup Valentinus juga mengingatkan bahwa teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab, mengingat media sosial bisa menjadi pedang bermata dua yang tidak hanya membawa kebaikan, tetapi juga tantangan berupa konten yang tidak mendidik.
Foto Bapak.Mgr. Valentinus Saeng, CP.Uskup Keuskupan Sanggau.**Diskusi Intensif dan Strategi Masa Depan**
Sesi diskusi pada hari kedua (20 September) dipenuhi dengan berbagi pengalaman dari berbagai keuskupan. Banyak peserta yang menyoroti pentingnya inovasi dalam penyajian konten digital, termasuk penggunaan video, podcast, dan aplikasi mobile untuk memperluas jangkauan pesan gereja. RD. Hiasintus Eko Pompang, Ketua Komisi KOMSOS Keuskupan Sanggau, memimpin sesi ini dengan menyoroti perlunya kerja sama antara keuskupan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang melek teknologi.
“Kita perlu menanamkan semangat pelayanan dalam setiap anggota KOMSOS di tingkat paroki. Mereka harus bukan hanya mampu secara teknis, tetapi juga memahami makna pewartaan dalam setiap konten yang dibuat,” ungkap RD. Hiasintus.
Turut hadir **RD. Blasius Suhanedi Kusmantoro**, Sekretaris Komisi KOMSOS Keuskupan Ketapang, yang menambahkan pentingnya keselarasan antara teknologi dan nilai-nilai gereja. “Keuskupan kami terus berinovasi dalam menyediakan konten digital yang mendidik, namun tetap sejalan dengan ajaran gereja. Teknologi bisa menjadi alat yang ampuh jika kita gunakan dengan tujuan mulia, terutama dalam menjangkau umat di daerah-daerah terpencil,” ujarnya.
RD. Blasius juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas-keuskupan, sehingga semua gereja di Kalimantan dapat saling mendukung dalam menghadirkan konten yang bermutu, baik untuk umat di perkotaan maupun di daerah pedalaman.
**Langkah-Langkah Konkret untuk Pewartaan Digital Gereja**
Pada akhir pertemuan, peserta sepakat untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam memperkuat peran KOMSOS di masing-masing keuskupan. Salah satu poin penting yang diangkat adalah perlunya pelatihan digital bagi anggota KOMSOS di tingkat paroki, sehingga mereka dapat lebih mahir dalam menggunakan platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, yang populer di kalangan kaum muda.
Dalam penutupan, RD. Antonius Gregorius A. Lalu, Sekretaris Eksekutif KOMSOS Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), memberikan refleksi yang kuat tentang tantangan dan peluang di era digital. “Tantangan terbesar kita adalah konsistensi dan relevansi. Kita harus selalu memastikan bahwa apa yang kita sajikan di media sosial bukan hanya sekadar konten, tetapi benar-benar mencerminkan kasih Tuhan dan menjadi berkat bagi siapa pun yang melihatnya,” ujar RD. Antonius.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi gereja di Kalimantan untuk menyelaraskan misi pewartaan Kristus dengan perkembangan teknologi modern. Para peserta pulang dengan harapan dan semangat baru, siap untuk menghadirkan inovasi dalam pewartaan melalui media digital, dan memastikan bahwa gereja tetap relevan dan hadir dalam kehidupan umat di era yang semakin digital ini.
#PewartaanDigital #KOMSOSRegioKalimantan #GerejaInovatif
*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang*
Tanggal: 20 September 2024




.jpeg)

0 comments:
Posting Komentar