**Hampir 1000 Warga RI Hadiri Misa Paus Fransiskus di Timor Leste**


  Foto Bapa Suci Paus Fransiskus Pimpin Misa Kudus di Esplanade Taci Tolu di Dili, Timor Leste

*Ketapang, 11 September 2024* — Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste disambut meriah tidak hanya oleh penduduk setempat, tetapi juga oleh warga Indonesia di perbatasan. Antusiasme ini tercermin dari tingginya jumlah permintaan izin keluar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari PLBN Motaain menunjukkan bahwa hingga hari ini, Selasa (10/9/2024), telah melayani 831 orang pelintas dan 101 kendaraan. Mereka adalah warga RI yang akan menghadiri Misa Agung bersama Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, Direktorat Bea Cukai Atambua dan Kupang menurunkan 51 personil pada Senin (9/9/2024). Tujuan dari percepatan pelayanan ini adalah agar para peziarah dapat lebih fokus dalam mengikuti Misa Agung. Penambahan personil ini juga diharapkan dapat mempercepat proses kepabeanan sehingga para peziarah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman.

Jarak antara Dili dan Motaain adalah sekitar 113 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu dua hingga tiga jam dengan menggunakan mobil. Jarak ini tentu lebih dekat jika dibandingkan dengan jarak ke Jakarta.

**Momen Bersejarah bagi Timor Leste**

Bagi Timor Leste, kunjungan Paus Fransiskus merupakan momen bersejarah. Ini adalah kali pertama seorang pemimpin tertinggi Gereja Katolik mengunjungi negara tersebut setelah merdeka dari Indonesia pada tahun 1999. Sebelumnya, Timor Leste pernah dikunjungi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989, ketika masih menjadi bagian dari Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur.

Dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa, di mana 98% penduduknya adalah umat Katolik, tidak mengherankan jika kunjungan Paus Fransiskus sangat dinantikan. Namun, kunjungan ini juga diwarnai berbagai sorotan tajam, termasuk anggaran pemerintah Timor Leste yang mencapai US$1 juta atau sekitar Rp 15,4 miliar untuk penyelenggaraan acara ini. Selain itu, kunjungan ini juga diliputi isu terkait skandal pelecehan yang melibatkan Uskup Carlos Ximenes Belo.

Paus Fransiskus tiba di Dili, Timor Leste pada Senin (9/9/2024). Dalam pidatonya kepada para pemimpin politik, perwakilan masyarakat sipil, dan anggota korps diplomatik setelah tiba di Dili, Paus Fransiskus menyatakan rasa syukurnya kepada Tuhan atas "fajar perdamaian dan kebebasan" yang telah menyinari Timor Leste setelah melalui masa-masa "gelap dan sulit."

Menurut laporan dari Vatican News, Paus Fransiskus menyebut bahwa setelah lebih dari seperempat abad konflik dalam upaya mencapai kemerdekaan, Timor Leste kini telah "bangkit kembali." Beliau juga memuji usaha keras rakyat Timor Leste untuk mencapai rekonsiliasi penuh dengan "saudara dan saudari di Indonesia" serta mengapresiasi keindahan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut.


**Penulis:** Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

**Tanggal:** 11 September 2024

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar