Foto Mgr. Pius Riana Prapdi,Uskup Keuskupan Ketapang
*Ketapang, 12 September 2024* – Di tengah dunia yang kian sibuk dan terkadang kehilangan arah, dua pemimpin rohani, Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, dan Paus Fransiskus, kembali mengingatkan umat manusia tentang pentingnya hidup dalam kasih yang tak terbatas. Melalui media sosial dan momen-momen berharga, mereka mengajak umat Katolik dan seluruh dunia untuk merenungkan kembali makna dari kemurahan hati sejati.
Melalui akun Instagram pribadinya, Mgr. Pius membagikan sebuah pesan mendalam yang berakar dari Injil Lukas 6:36: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Kutipan ini menjadi seruan bagi semua orang untuk meniru belas kasih Tuhan, tidak hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. "Tuhan, ajarilah kami bermurah hati bagi sesama dan semesta. Amin," tulis Uskup Pius, mengajak umat untuk terus berdoa dan berupaya menumbuhkan cinta kasih tanpa batas di dalam kehidupan mereka.
Dalam kesederhanaannya, Mgr. Pius menggugah kesadaran umat akan pentingnya berbelas kasih, terutama di saat-saat sulit dan penuh tantangan. Ketika dunia terasa semakin keras dan tak bersahabat, pesan Uskup ini menjadi oase bagi banyak jiwa yang merindukan kedamaian dan kehangatan kasih Tuhan.
Foto Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan KetapangSementara itu, di belahan lain dunia, pada 5 September 2024, Paus Fransiskus berada di tengah ribuan umat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mendengarkan Injil dan menyampaikan pesannya yang penuh cinta dan harapan. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Paus Fransiskus menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kemurahan hati, dan cinta kasih di tengah perbedaan yang ada. Beliau mengajak semua orang, tak peduli dari mana asal mereka atau apa latar belakang mereka, untuk membuka hati mereka dan mengulurkan tangan kepada siapa saja yang membutuhkan.
“Kita dipanggil untuk menjadi pembawa kasih yang sejati. Kasih yang tidak mengenal batas, tidak berhenti pada sekat-sekat manusiawi, tetapi menjangkau hingga ke sudut-sudut terdalam hati setiap orang,” ujar Paus Fransiskus.
Pesan ini menyentuh banyak hati, mengingatkan kembali akan panggilan luhur setiap manusia untuk menjadi agen perubahan di dunia yang sering kali diwarnai dengan ketidakadilan, penderitaan, dan egoisme. Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk tidak hanya melihat kasih sebagai konsep, tetapi menghidupinya dengan tulus dalam tindakan sehari-hari—melalui kebaikan, keadilan, dan kemurahan hati kepada mereka yang kurang beruntung.
Pertemuan spiritual antara Mgr. Pius dan Paus Fransiskus, meski terjadi di ruang dan waktu yang berbeda, menghadirkan sebuah refleksi yang kuat: bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, selalu ada ruang untuk cinta yang sejati. Kasih tanpa batas yang mereka ajarkan adalah kunci untuk mengatasi perpecahan dan ketidakpedulian, serta menjadi jembatan yang menyatukan umat manusia.
Melalui pesan-pesan penuh cinta ini, umat di Keuskupan Ketapang dan seluruh dunia diingatkan kembali untuk menghidupi panggilan mereka sebagai pembawa kasih Tuhan di tengah masyarakat. Semoga, ajakan dari dua gembala besar ini mengilhami kita semua untuk melangkah dengan hati yang lebih terbuka, siap menerima dan memberi, seperti Bapa di Surga yang selalu murah hati.
*Sumber: Akun Instagram Pribadi Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang*
Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 12 September 2024


0 comments:
Posting Komentar