**Menjelang Misa Kudus Paus Fransiskus di Timor Leste: Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY Perketat Pengamanan Jalur Tikus di Perbatasan RI-RDTL**

 

             Foto TNI AD Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY Perketat Pengamanan Jalur Tikus                                                                        di Perbatasan RI-RDTL**

*Ketapang, 9 September 2024* — Persiapan menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Timor Leste semakin intensif. Menjelang pelaksanaan Misa Kudus yang akan dihadiri oleh ribuan umat Katolik di Dili, Timor Leste, Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY memperketat pengamanan di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL). Pengamanan dilakukan dengan melakukan patroli rutin di sepanjang Desa Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengantisipasi potensi pelanggaran batas wilayah.




Menurut Sertu Ardiansyah dari Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY, langkah pengamanan ini merupakan respon atas data yang diterima dari Keuskupan Kupang dan Atambua yang mencatat bahwa sekitar 719 umat Katolik dari wilayah NTT akan bertolak menuju Dili, Timor Leste, untuk mengikuti Misa Kudus bersama Paus Fransiskus. "Kami dari Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY memperketat pengamanan dengan melakukan patroli intensif di sepanjang perbatasan RI-RDTL. Tujuan kami adalah untuk mencegah pelintas batas ilegal yang menggunakan jalur tikus di wilayah perbatasan," jelas Sertu Ardiansyah, Minggu (8/9/2024).

**Patroli dan Pengamanan di Jalur Tikus Perbatasan**

Dalam upaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan umat yang akan menghadiri Misa Kudus, Satgas Yonif 742/SWY secara aktif mengintensifkan patroli di berbagai jalur tikus yang kerap digunakan oleh pelintas batas ilegal. Jalur tikus ini merupakan jalur-jalur kecil yang biasanya digunakan oleh warga untuk menyeberang secara tidak resmi antara RI dan RDTL. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh peserta ziarah mengikuti jalur resmi yang telah ditentukan.

Komandan Pos Motaain, Danpos Motaain, menambahkan bahwa pihaknya mengimbau umat Katolik yang berencana mengikuti Misa Kudus untuk memastikan mereka melewati pos-pos pemeriksaan resmi. "Kami selalu menghimbau kepada umat yang akan mengikuti ziarah agar masuk ke Timor Leste melalui jalur resmi. Hal ini penting agar pelayanan dan pengamanan bisa lebih mudah dan terkontrol," ujar Danpos.

Menurutnya, pengamanan ini tidak hanya untuk memastikan bahwa proses perlintasan berjalan lancar, tetapi juga untuk mencegah potensi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan Misa Kudus tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh umat yang hadir dapat merasa aman dan nyaman selama berada di Timor Leste," tambahnya.

**Kesiapan Personel Satgas di Perbatasan**

Sebagai bagian dari upaya pengamanan, sekitar 80 personel telah dikerahkan untuk mengawasi seluruh jalur perbatasan yang berpotensi digunakan oleh pelintas ilegal. Personel ini telah mulai bersiaga sejak Jumat, 6 September, dan akan terus berjaga hingga beberapa hari setelah pelaksanaan Misa Kudus, yaitu hingga 12 September 2024. "Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak keamanan Timor Leste, untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan yang terjadi selama Paus Fransiskus berada di sana," terang Sertu Ardiansyah.

Lebih lanjut, langkah-langkah pengamanan ini juga melibatkan kerja sama dengan aparat setempat dan Keuskupan untuk memantau pergerakan massa dari NTT menuju Dili. "Kami tidak ingin ada celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi ini," lanjutnya.

**Antusiasme Umat Katolik dari NTT untuk Mengikuti Misa Kudus**

Antusiasme umat Katolik di NTT sangat tinggi dalam menyambut kehadiran Paus Fransiskus di Dili. Banyak di antara mereka yang sudah merencanakan keberangkatan sejak jauh-jauh hari dan mempersiapkan segala kebutuhan ziarah dengan matang. Mereka datang dari berbagai paroki di wilayah Kupang dan Atambua, siap untuk melakukan perjalanan panjang menuju Dili.

Seorang umat Katolik dari Kupang, Maria Fransiska, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus. "Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi saya dan keluarga. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, dan saya sangat bersemangat untuk bisa mendengarkan langsung pesan kasih dari Bapa Suci," katanya.

**Dukungan dari Pihak Keuskupan Kupang dan Atambua**

Keuskupan Kupang dan Atambua juga telah melakukan berbagai persiapan untuk memfasilitasi umat yang akan berangkat ke Timor Leste. Mereka berkoordinasi dengan pihak keamanan, termasuk dengan Pos Motaain Satgas Yonif 742/SWY, untuk memastikan perjalanan umat berjalan aman dan nyaman. "Kami berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan umat yang ingin melakukan ziarah ini. Kami juga mengimbau agar semua umat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," ujar seorang perwakilan dari Keuskupan Kupang.

**Pengamanan yang Lebih Ketat di Jalur Perbatasan**

Langkah-langkah pengamanan ini tidak hanya terbatas pada jalur tikus di perbatasan, tetapi juga mencakup area yang lebih luas di sekitar pos perbatasan resmi, seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain. Pemerintah setempat telah meningkatkan pengawasan dan memasang rambu-rambu pengamanan tambahan untuk mengarahkan umat menuju jalur resmi.

Misa Kudus bersama Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste, merupakan bagian dari rangkaian kunjungan apostolik Paus ke Asia-Oceania. Kehadiran Paus di kawasan ini diharapkan dapat membawa pesan damai dan kasih, memperkuat iman umat Katolik, serta mempromosikan dialog lintas agama dan budaya di tengah masyarakat yang beragam.

Dengan adanya pengamanan ketat ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Paus Fransiskus di Timor Leste dapat berjalan dengan lancar, aman, dan damai, serta memberikan kesan mendalam bagi seluruh umat yang hadir.


*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*  

*Tanggal: 9 September 2024*  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar