**Paus Fransiskus Melanjutkan Kunjungan ke Timor Leste, Ribuan WNI Diprediksi Hadir di Dili untuk Menyambutnya**

        Foto Bapa Suci Paus Fransiskus akan mengunjungi Timor Leste setelah dari Papua Nugini.

*Ketapang, 9 September 2024* — Perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke Asia-Oceania terus berlanjut. Setelah mengunjungi Indonesia dan Papua Nugini, Paus akan melanjutkan kunjungannya ke Timor Leste pada hari Senin, 9 September 2024. Kedatangan Paus di Timor Leste disambut dengan antusiasme tinggi, tidak hanya dari umat Katolik setempat, tetapi juga dari ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang diharapkan hadir di Dili, ibu kota Timor Leste, untuk menyambut pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.

**Ribuan WNI Bersiap Menuju Dili**

Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Indra Maulana Dimyati, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 WNI diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Dili untuk mengikuti Misa Suci yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. "Kami memprediksi jumlah pelintas yang menghadiri Misa Suci Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste, akan mencapai sekitar 1.000 orang," ujar Indra, Jumat (6/9). Ia menambahkan bahwa peziarah mulai melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain menuju Timor Leste sejak Sabtu, 7 September, dan puncak arus peziarah diperkirakan terjadi pada hari ini, Minggu, 8 September.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung tersebut, pihak Imigrasi Atambua telah mengerahkan sekitar 80 personel yang bersiaga penuh di perbatasan. "Personel kami akan bersiaga dari Jumat hingga 12 September mendatang untuk memastikan proses penyeberangan berjalan lancar," tambah Indra. Selama dua hari terakhir ini, Pos Lintas Batas Negara telah mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menangani jumlah pelintas yang diperkirakan meningkat secara signifikan. 


**Paus Fransiskus di Timor Leste: Agenda dan Kegiatan**

Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Timor Leste pada tanggal 9 September dan akan berada di negara tersebut hingga 11 September 2024. Selama kunjungannya, Paus Fransiskus akan melaksanakan sejumlah agenda penting, termasuk bertemu dengan anak-anak penyandang disabilitas, uskup agung, dan berbagai tokoh agama di negara itu. Puncak dari kunjungan ini adalah Misa Kudus yang akan dipimpin Paus di Dili, yang diharapkan menarik ribuan umat Katolik dari Timor Leste, Indonesia, dan negara-negara tetangga lainnya.

Menurut rencana, Paus juga akan mengadakan dialog antaragama yang melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang keagamaan di Timor Leste. Kegiatan ini mencerminkan upaya Paus Fransiskus untuk mempromosikan dialog lintas agama, perdamaian, dan solidaritas di antara komunitas-komunitas yang berbeda.


**Imbauan dan Persiapan di Timor Leste**

Menanggapi kunjungan Paus Fransiskus, pemerintah Timor Leste telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan pemimpin Gereja Katolik ini. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik, kedatangan Paus Fransiskus dianggap sebagai peristiwa bersejarah yang diharapkan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Timor Leste. 

Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, menyampaikan bahwa seluruh masyarakat menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan tangan terbuka. "Kedatangan Paus Fransiskus ke Timor Leste bukan hanya menjadi momen penting bagi umat Katolik, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan perdamaian bagi seluruh masyarakat kami," ujar Ramos-Horta. Pemerintah setempat telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan, termasuk penempatan personel keamanan di berbagai titik strategis dan persiapan fasilitas untuk menyambut ribuan pengunjung.

**Paus Fransiskus di Papua Nugini dan Indonesia**

Sebelum tiba di Timor Leste, Paus Fransiskus mengunjungi Papua Nugini, di mana ia bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat setempat, termasuk anak-anak, dan memimpin Misa Kudus yang dihadiri ribuan umat. Dalam kunjungannya, Paus mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, menghormati perbedaan, dan menjaga perdamaian di tengah kemajemukan budaya dan agama yang ada.

Sebelumnya, Paus Fransiskus juga sempat berada di Indonesia pada 3-6 September 2024. Selama berada di Indonesia, Paus Fransiskus disambut dengan meriah oleh jutaan umat Katolik yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Paus menyampaikan kegembiraannya atas keramahan warga Indonesia dan menyatakan kebahagiaannya bisa bertemu dengan banyak anak-anak. Di Indonesia, Paus juga mengadakan pertemuan dengan para pemimpin agama untuk memperkuat dialog lintas agama dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan hidup di antara umat beragama.

**Makna Kunjungan Paus Fransiskus di Asia-Oceania**

Kunjungan Paus Fransiskus ke Asia-Oceania ini merupakan bagian dari misinya untuk memperkuat persatuan dan harapan di antara umat Katolik di seluruh dunia, khususnya di kawasan Asia yang memiliki keberagaman budaya dan agama yang sangat kaya. Kehadiran Paus di Asia-Oceania juga diharapkan dapat mendorong semangat dialog lintas agama, meningkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis perubahan iklim, dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk penghargaan terhadap martabat setiap manusia.

Kehadiran Paus Fransiskus di Timor Leste dan negara-negara Asia lainnya bukan hanya mencerminkan komitmennya terhadap umat Katolik di kawasan ini, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap upaya negara-negara tersebut dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah kemajemukan. Kunjungan ini diharapkan akan membawa dampak positif dan mempererat hubungan baik antara negara-negara di kawasan Asia-Oceania dengan Takhta Suci Vatikan.

Dengan semangat persatuan dan harapan, ribuan umat Katolik, termasuk 1.000 WNI yang diprediksi hadir di Dili, siap menyambut kedatangan Paus Fransiskus dan mengikuti rangkaian kegiatan apostolik yang penuh makna ini.


*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*  

*Tanggal: 9 September 2024*  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar