**Ketapang, 16 September 2024** – Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, kembali hadir di tengah-tengah umat dengan khotbah yang penuh inspirasi dalam peringatan Santo Kornelius dan Santo Siprianus, yang diperingati pada tanggal 15 September 2024. Peringatan tersebut bukan hanya menjadi momen penting bagi umat Katolik di wilayah Ketapang, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat iman melalui pendampingan khusus kepada para misdinar di Paroki Tanjung Indanhya sehari sebelumnya, yakni pada 15 September 2024.
Dengan penuh penghayatan, Mgr. Pius memulai perayaan ini dengan mengutip Injil Lukas 7:9: **“Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”** Ayat ini menjadi fokus dari peringatan St. Kornelius dan St. Siprianus, dua tokoh besar gereja yang dikenal karena keteguhan dan pengorbanan mereka dalam mempertahankan iman di masa penganiayaan. Mgr. Pius, dalam khotbahnya, menekankan pentingnya memiliki iman yang kuat dan tulus, sembari memohon kepada Tuhan agar iman umat semakin bertumbuh: **“Yesus, tambahkan iman kepada kami. Amin.”**
**Iman yang Menginspirasi dari St. Kornelius dan St. Siprianus**
Dalam homilinya, Mgr. Pius menjelaskan bahwa Santo Kornelius, yang merupakan Paus pada masa penganiayaan oleh Kekaisaran Romawi, adalah sosok yang dengan gigih mempertahankan integritas ajaran gereja dan melindungi umatnya. Bersama dengan Santo Siprianus, Uskup Kartago yang juga mengalami tantangan serupa, kedua santo ini menjadi teladan bagi umat Kristiani dalam menghadapi masa-masa sulit dengan iman yang teguh.
Mgr. Pius mengingatkan bahwa iman yang kuat seperti yang dimiliki oleh St. Kornelius dan St. Siprianus merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang Kristen, terutama dalam menghadapi tantangan dunia modern. **“Kedua santo ini mengajarkan kepada kita bahwa di tengah tantangan zaman, kita harus tetap setia pada Kristus dan pada ajaran gereja. Kita diajak untuk memiliki iman yang tidak goyah, meskipun menghadapi berbagai kesulitan,”** ujar Mgr. Pius.
**Pendampingan Misdinar di Tanjung Indanhya: Membangun Generasi Muda Katolik yang Beriman Kuat**
Sebelum perayaan utama pada tanggal 16 September, Mgr. Pius mengadakan kegiatan pendampingan bagi para misdinar di Paroki Tanjung Indanhya pada 15 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk membina para misdinar, yang merupakan generasi muda gereja, agar mereka dapat melayani dengan sepenuh hati dan memahami pentingnya peran mereka dalam liturgi.
Mgr. Pius mengungkapkan bahwa menjadi misdinar adalah kesempatan yang berharga bagi anak-anak dan remaja untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui pelayanan di altar. Dalam pendampingan ini, ia memberikan nasihat penting tentang bagaimana setiap tindakan yang dilakukan di altar, sekecil apapun, merupakan bagian dari tugas suci. **“Setiap pelayanan yang kalian lakukan adalah cara untuk menghadirkan Kristus di tengah kita. Maka, lakukanlah dengan penuh kasih dan tanggung jawab,”** tegasnya kepada para misdinar.
**Didikan Katolik: Membangun Iman Sejak Usia Dini**
Sebagai seorang uskup yang sangat peduli dengan pendidikan iman, Mgr. Pius memandang pentingnya didikan Katolik sejak usia dini. Para misdinar, dalam pandangannya, bukan hanya pelayan di altar, tetapi juga calon-calon pemimpin gereja di masa depan. Ia berharap bahwa melalui bimbingan dan pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda ini akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dalam iman dan berani dalam menyebarkan kasih Kristus kepada sesama.
Dalam kesempatan ini, Mgr. Pius juga mendorong para orang tua untuk terus mendukung dan mendampingi anak-anak mereka dalam pelayanan gereja. Ia mengingatkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama di mana iman seorang anak tumbuh dan berkembang. **“Keluarga adalah gereja kecil. Dari sanalah anak-anak belajar tentang kasih, iman, dan pelayanan. Maka, dukunglah anak-anak kalian dalam melayani Tuhan,”** tambahnya.
**Sukacita dan Antusiasme Para Misdinar**
Kegiatan pendampingan ini disambut dengan antusias oleh para misdinar di Paroki Tanjung Indanhya. Salah satu misdinar, bernama Damaris, menyatakan kegembiraannya karena bisa mendapatkan bimbingan langsung dari Uskup. **“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Mgr. Pius memberikan banyak nasihat berharga yang membuat kami semakin semangat dalam melayani di altar,”** ujarnya dengan penuh sukacita.
Pendampingan ini diakhiri dengan doa bersama, di mana Mgr. Pius memohon kepada Tuhan agar para misdinar diberi kekuatan dan ketekunan dalam pelayanan mereka. Ia juga berpesan agar mereka selalu menjaga sikap rendah hati dan penuh kasih dalam setiap tugas yang mereka jalani di gereja.
**Keuskupan Ketapang: Komitmen terhadap Pembinaan Generasi Muda**
Keuskupan Ketapang, di bawah kepemimpinan Mgr. Pius Riana Prapdi, telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam pembinaan iman bagi umat, khususnya generasi muda. Berbagai kegiatan pendampingan dan pembinaan terus dilakukan untuk memperkuat kehidupan spiritual dan pelayanan di kalangan anak-anak dan remaja. Kegiatan pendampingan misdinar ini menjadi salah satu bukti nyata dari usaha gereja untuk memastikan bahwa generasi muda tumbuh dengan iman yang kuat dan kokoh.
Mgr. Pius berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala, sehingga para misdinar dan generasi muda lainnya dapat terus belajar dan berkembang dalam iman dan pelayanan. **“Gereja membutuhkan kalian, anak-anak muda yang penuh semangat dalam melayani Tuhan. Teruslah melayani dengan setia, dan jadilah terang bagi sesama,”** pesan Mgr. Pius menutup kegiatan pendampingan ini.
(Sumber: Tangkapan Layar Akun Pribadi Instagram Mgr. Pius Riana Prapdi)
Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 16 September 2024

0 comments:
Posting Komentar