Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang:
Umat Diajak Menjadi Saksi Kristus yang Hidup
Ketapang, 14 Mei 2026.Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti perayaan Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.Keuskupan Ketapang pada Kamis, 14 Mei 2026. Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh R.P. Vitalis Nggeal, CP dan dihadiri umat dari berbagai lingkungan dengan penuh iman dan sukacita.
Kamis, 14 Mei 2026 merupakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus, bertepatan dengan Kamis Paskah VI, peringatan Santo Matias Rasul, Santa Maria Dominika Mazzarello Pengaku Iman, serta Santo Mikhael Garicoits Pengaku Iman. Liturgi dirayakan dengan warna putih sebagai lambang kemenangan, sukacita, dan kemuliaan Kristus yang bangkit dan naik ke Surga.
Sejak pagi hari, umat telah memenuhi gereja untuk mengikuti perayaan suci tersebut. Suasana doa terasa begitu mendalam ketika lagu-lagu liturgi menggema mengiringi perarakan masuk. Koor Lingkungan Santo Vinsensius Maria Strambi (VMS) tampil penuh semangat dan penghayatan sehingga membantu umat semakin larut dalam suasana doa.
Adapun petugas liturgi yang mengambil bagian dalam perayaan tersebut antara lain:
Pemazmur: Ibu Krispina Rist
Lektor: Ibu Monica Alvian Yonai
Organis: Saudari Cintia
Dirigen: Ibu Yuliana Yani
Koor: Lingkungan Santo Vinsensius Maria Strambi (VMS)
Perayaan berlangsung dengan tertib, penuh penghayatan, dan diwarnai sukacita umat yang merayakan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga.
Dalam homilinya, R.P. Vitalis Nggeal, CP mengangkat tema besar mengenai makna Kenaikan Tuhan bagi kehidupan umat beriman. Beliau menegaskan bahwa kenaikan Yesus ke Surga bukanlah sebuah perpisahan, melainkan perubahan cara Tuhan hadir di tengah umat manusia.
Mengawali homili, beliau menyampaikan sapaan hangat kepada umat.
“Bapa, Ibu, Saudara dan Saudari yang dikasihi Tuhan. Pada hari ini kita semua Gereja merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus ke Surga.”
Beliau menjelaskan bahwa bacaan-bacaan liturgi pada hari raya tersebut membantu umat memahami makna mendalam kenaikan Tuhan dalam karya keselamatan manusia.
Menurut beliau, ada empat poin penting yang menjadi dasar penghayatan iman Kristiani dalam merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan.
Tanda Perutusan Telah Selesai
Poin pertama yang disampaikan oleh R.P. Vitalis Nggeal, CP adalah bahwa kenaikan Yesus menunjukkan seluruh perutusan-Nya di dunia telah selesai dengan sempurna.
Yesus telah datang ke dunia untuk mewartakan Kerajaan Allah, mengajar manusia tentang kasih, menanggung penderitaan, wafat di kayu salib, dan bangkit demi keselamatan manusia.
Beliau mengingatkan umat akan perkataan Yesus:
“Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
Menurut beliau, Yesus berasal dari Surga dan kembali kepada Bapa setelah menyelesaikan seluruh karya keselamatan-Nya.
Beliau juga mengingat kembali penderitaan Tuhan Yesus dalam Jalan Salib, ketika Yesus jatuh tiga kali sebelum akhirnya wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia.
Pada Jumat Agung, Tuhan Yesus berkata:
“Sudah selesai.”
Kalimat tersebut menandakan bahwa seluruh karya penyelamatan telah digenapi dengan sempurna. Tidak ada sosok lain seperti Yesus yang rela menderita dan wafat demi keselamatan manusia.
Karena itu, kenaikan Tuhan menjadi tanda kemenangan Kristus yang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja Surga.
Agar Kita Menerima Anugerah Roh Kudus
Poin kedua dalam homili menjelaskan bahwa kenaikan Tuhan membuka jalan bagi turunnya Roh Kudus.
R.P. Vitalis Nggeal, CP menegaskan bahwa Roh Kudus tidak akan datang apabila Yesus tidak terlebih dahulu naik ke Surga.
Beliau mengatakan bahwa kenaikan Tuhan bukan berarti manusia kehilangan Tuhan, melainkan perubahan cara Tuhan hadir.
“Kenaikan bukanlah kehilangan Tuhan, tetapi perubahan cara Tuhan hadir.”
Dahulu Yesus hadir secara fisik di satu tempat. Kini melalui Roh Kudus, Tuhan hadir di seluruh dunia dan tinggal dalam hati setiap orang yang percaya.
Beliau juga mengingatkan umat akan Hari Raya Pentakosta yang akan dirayakan pada tanggal 24 Mei, saat Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul.
Menurut beliau, Roh Kudus bekerja dalam diri orang-orang yang mau dibentuk, diarahkan, dan dipimpin oleh Tuhan. Roh Kudus memberi kekuatan, penghiburan, dan hikmat kepada umat beriman.
Saat ini, siapa pun di seluruh dunia dapat mengenal Yesus. Injil dapat dilihat, didengar, dan diwartakan melalui berbagai cara dan media yang ada.
Estafet Pengabaran Injil
Poin ketiga dalam homili berbicara mengenai tugas pewartaan Injil yang kini dipercayakan kepada umat beriman.
Dengan naiknya Yesus ke Surga, tugas mewartakan Injil menjadi tanggung jawab Gereja dan seluruh umat Kristiani.
Beliau mengutip amanat Tuhan Yesus:
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
Menurut beliau, tugas mewartakan Injil bukanlah pilihan, melainkan kewajiban setiap orang beriman.
Umat dipanggil untuk menjadi “tangan dan kaki” Kristus di dunia melalui perkataan, tindakan, pelayanan, dan kasih kepada sesama.
Beliau menegaskan bahwa pewartaan Injil tidak hanya dilakukan melalui khotbah. Kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi kesaksian iman.
Menikah, membaptis anak, melayani sesama, hidup jujur, dan melakukan kebaikan juga merupakan bagian dari pewartaan Injil.
Dalam suasana homili yang hangat, beliau mengingatkan umat agar tidak tertidur secara rohani, tetapi tetap aktif dalam kehidupan iman dan pelayanan.
Dunia Bukan Tempat Terakhir Kita
Poin keempat dalam homili menjadi refleksi mendalam mengenai tujuan akhir hidup manusia.
R.P. Vitalis Nggeal, CP mengatakan bahwa dunia ini bukan tempat terakhir manusia. Semua orang hanyalah peziarah yang sedang menuju rumah Bapa di Surga.
Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak umat untuk mengarahkan hati dan hidup kepada Kristus yang telah membuka jalan keselamatan.
Beliau menegaskan bahwa kenaikan Tuhan bukanlah jalan perpisahan, tetapi janji harapan.
Yesus naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi umat manusia agar suatu hari nanti semua orang percaya dapat bersatu dengan-Nya dalam kemuliaan kekal.
Karena itu, umat diajak agar tidak terlalu melekat pada hal-hal duniawi seperti jabatan, kekayaan, dan kesenangan sementara.
Menurut beliau, segala sesuatu di dunia akan berlalu, tetapi kasih dan keselamatan dalam Tuhan tinggal selamanya.
Beliau mengajak umat untuk tetap setia dalam doa, pelayanan, dan perbuatan baik.
“Jadikan hidup menuju kekudusan.”
Pesan tersebut disampaikan beliau agar umat terus hidup dalam kasih dan kesetiaan kepada Tuhan.
Dipimpin oleh Roh Kudus
Pada bagian akhir homili, R.P. Vitalis Nggeal, CP mengajak seluruh umat membawa semangat Kenaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau mengajak umat untuk:
menaikkan hati dari keputusasaan menuju harapan,
dari egoisme menuju kasih,
dari ketakutan menuju keberanian untuk bersaksi.
Menurut beliau, Tuhan yang naik ke Surga juga memanggil umat menjadi terang bagi dunia.
Beliau berharap suatu hari nanti seluruh umat dapat mengalami sukacita kekal bersama Kristus dalam kemuliaan Surga.
Homili ditutup dengan ajakan untuk membuka hati kepada bimbingan Roh Kudus di tengah tantangan zaman yang semakin berat.
“Selamat merayakan Kenaikan Tuhan. Mari kita menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup sampai Ia datang kembali dalam kemuliaan.”
Umat tampak mendengarkan homili dengan penuh perhatian dan penghayatan. Banyak umat terlihat terharu ketika beliau berbicara mengenai harapan keselamatan dan kehidupan kekal bersama Tuhan.
Sepanjang misa berlangsung, suasana gereja dipenuhi doa, nyanyian pujian, dan sukacita iman. Lagu-lagu liturgi yang dibawakan oleh Koor Lingkungan Santo Vinsensius Maria Strambi menambah kekhidmatan perayaan.
Alunan musik organ yang dimainkan Saudari Cintia mendukung suasana doa menjadi semakin mendalam. Ibu Yuliana Yani sebagai dirigen memimpin koor dengan penuh semangat sehingga umat dapat mengikuti nyanyian dengan baik.
Pembacaan sabda Tuhan oleh Ibu Monica Alvian Yonai berlangsung lancar dan penuh penghayatan, sementara mazmur yang dibawakan Ibu Krispina Rist mengajak umat semakin masuk dalam suasana doa dan syukur.
Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tahun ini memberikan pesan mendalam bagi seluruh umat Katolik.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, umat diajak untuk tetap memandang Surga sebagai tujuan akhir kehidupan.
Kenaikan Tuhan mengingatkan bahwa hidup manusia di dunia hanyalah sementara. Karena itu setiap orang dipanggil untuk hidup dalam kasih, pelayanan, kesetiaan, dan pengharapan kepada Tuhan.
Perayaan ini juga menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Melalui Roh Kudus, Tuhan tetap hadir, membimbing, menguatkan, dan menyertai perjalanan hidup umat setiap hari.
Selain itu, umat diingatkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mewartakan Injil melalui teladan hidup, perkataan, dan tindakan kasih kepada sesama.
Perayaan Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh sukacita.
Melalui homili yang disampaikan oleh R.P. Vitalis Nggeal, CP, umat diajak memahami bahwa kenaikan Tuhan bukan sekadar peristiwa Yesus meninggalkan dunia, tetapi sebuah tanda kemenangan, harapan, dan awal perutusan Gereja.
Kenaikan Tuhan menjadi pengingat bahwa hidup manusia harus diarahkan menuju Surga sebagai tujuan akhir.
Umat dipanggil untuk terus hidup dalam iman, kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Tuhan, sambil menantikan saat dipersatukan bersama Kristus dalam kemuliaan kekal.
Amin.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 14 Mei 2026






0 comments:
Posting Komentar