Foto Mgr. Pius Riana Prapdi,Uskup Keuskupan Ketapang
*Ketapang, 14 September 2024* – Dalam suasana penuh hikmat dan haru, umat Katolik di seluruh Keuskupan Ketapang merayakan Pesta Kemuliaan Salib Suci. Sabtu Pekan Biasa XXIII ini menjadi hari yang istimewa, saat umat merenungkan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, yang merupakan simbol kasih Allah yang tak terhingga.
Perayaan ini semakin bermakna dengan adanya refleksi spiritual yang dibagikan oleh Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, melalui akun Instagram pribadinya. Mengutip Yohanes 3:16, Mgr. Pius menegaskan bahwa kasih Allah begitu besar kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus umat manusia. "Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal," ungkap Uskup Ketapang dalam pesannya. Ucapan tersebut disertai doa yang singkat namun mendalam, “Yesus, tambahkan iman kepada kami. Amin.”
Refleksi tersebut hadir bersamaan dengan momen peringatan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 5 September 2024. Paus Fransiskus mengunjungi umat Katolik di Jakarta, dan Mgr. Pius mengenang peristiwa tersebut sebagai kesempatan yang penuh dengan pesan cinta kasih dan persatuan dalam iman Kristiani. Uskup Ketapang menggarisbawahi betapa pentingnya kunjungan Paus tersebut bagi umat Katolik Indonesia, terutama dalam memahami bahwa salib merupakan simbol kasih dan pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Foto Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang**Makna Mendalam Pesta Kemuliaan Salib Suci**
Pesta liturgis ini memiliki makna yang mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Keuskupan Ketapang. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa salib, yang dahulu dianggap sebagai alat penyiksaan dan kematian, kini telah diubah oleh Yesus menjadi lambang kemenangan atas dosa dan maut. Melalui kematian-Nya di salib, Yesus telah membuka jalan bagi keselamatan bagi setiap umat yang percaya kepada-Nya.
Dalam unggahan Instagram-nya, Mgr. Pius mengajak umat untuk memperkuat iman dan memohon agar iman mereka selalu bertumbuh. "Yesus, tambahkan iman kepada kami," tulisnya. Ini adalah seruan yang relevan dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Ia mengingatkan bahwa iman kepada Yesus Kristus adalah sumber kekuatan yang tidak pernah habis dan selalu mampu memberikan penghiburan serta pengharapan.
**Kasih Allah yang Tak Terhingga**
Salah satu ayat yang paling dikenal dalam Alkitab, Yohanes 3:16, menjadi inti dari refleksi Mgr. Pius dalam peringatan Pesta Kemuliaan Salib Suci ini. Ayat tersebut berbunyi, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah kepada umat manusia begitu besar hingga Ia rela memberikan Putra-Nya untuk mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Mgr. Pius mengajak umat Katolik di Keuskupan Ketapang untuk merenungkan arti dari pengorbanan ini dan menjadikannya dasar bagi kehidupan sehari-hari. Salib, yang dahulu dianggap sebagai alat hukuman, kini menjadi tanda kasih dan keselamatan yang ditawarkan Allah kepada semua orang.
**Pesan Kasih dari Paus Fransiskus di GBK**
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 5 September 2024, menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Paus Fransiskus mengajarkan bahwa salib tidak hanya simbol penderitaan, tetapi juga simbol cinta kasih yang tak terhingga dari Allah. Pesan-pesan cinta kasih dan persatuan ini sangat relevan dalam kehidupan beriman umat Katolik.
Mgr. Pius mengenang bagaimana Paus Fransiskus dalam khotbahnya mengajak umat untuk selalu mencintai sesama tanpa syarat, sebagaimana Kristus telah mencintai semua orang melalui pengorbanan-Nya di salib. Kunjungan Paus tersebut memberikan inspirasi bagi seluruh umat Katolik di Indonesia, khususnya di Keuskupan Ketapang, untuk terus meneladani Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
**Kesimpulan**
Pesta Kemuliaan Salib Suci yang dirayakan setiap 14 September ini memiliki makna yang mendalam bagi umat Katolik. Melalui perayaan ini, umat diingatkan akan kasih Allah yang luar biasa dan pengorbanan Kristus di kayu salib demi keselamatan umat manusia. Mgr. Pius Riana Prapdi, dalam refleksi spiritualnya, mengajak umat Katolik di Keuskupan Ketapang dan di seluruh dunia untuk memperkuat iman, berharap pada kasih Allah, dan terus menghidupi ajaran Kristus dengan penuh cinta kasih kepada sesama.
Dalam pesannya yang disampaikan melalui media sosial, Uskup Ketapang juga menegaskan bahwa salib adalah simbol kemenangan dan harapan. Dengan penuh harapan, umat Katolik di Ketapang diundang untuk terus merenungkan makna salib dalam kehidupan mereka dan berbagi kasih Kristus kepada sesama, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh-Nya.
(Sumber: Tangkapan Layar Akun Pribadi Instagram Mgr. Pius Riana Prapdi)
Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 14 September 2024

0 comments:
Posting Komentar