**Paus Fransiskus Akan Naik Tongkang untuk Kunjungi Kawasan Terisolasi di Papua Nugini**

 


                  Foto Paus Fransiskus dan kendaraannya akan naik tongkang untuk                          mengunjungi kawasan terisolasi serta miskin di Papua Nugini, Minggu (8/9).


*Ketapang, 8 September 2024* – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, melanjutkan perjalanan apostoliknya dengan rencana mengunjungi beberapa kawasan paling terisolasi dan miskin di Papua Nugini, sebuah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam namun menghadapi tantangan besar dalam pembangunan. Lawatan Paus ini merupakan bagian dari upayanya untuk menunjukkan perhatian dan kasih terhadap komunitas-komunitas terpencil yang sering kali terabaikan.

Setelah tiba di Papua Nugini pada Jumat malam, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi salah satu komunitas Katolik paling terpencil di dunia pada Minggu (8/9). Saat tiba, Paus akan disambut dengan minuman herbal tradisional dari Amerika Selatan, Mate, yang menggambarkan kedekatannya dengan akar budayanya.

Kunjungan Paus Fransiskus di Papua Nugini akan berlangsung selama tiga hari, dan akan diakhiri dengan perjalanan ke Vanimo, sebuah kota kecil yang dihuni sekitar 14.000 jiwa, terletak dekat perbatasan dengan Indonesia. Vanimo tidak memiliki akses jalan darat dari sebagian besar wilayah Papua Nugini, sehingga untuk mengangkut mobil Paus dan peralatan lainnya, pihak berwenang harus menggunakan tongkang dari ibu kota, Port Moresby.

Vanimo merupakan tempat pelayanan kelompok misionaris Argentina, Institut Sabda Inkarnasi, yang telah bekerja di keuskupan Vanimo selama bertahun-tahun. Kelompok ini dikenal atas dedikasinya dalam membantu masyarakat setempat, terutama dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan. 

Pastor Agustin Prado, salah satu misionaris di Vanimo, menjelaskan bahwa hubungan antara kota tersebut dengan Vatikan dimulai setelah saudaranya, Pastor Martin, memimpin sekelompok umat paroki ke Roma pada tahun 2019. "Kami bertemu dengan Paus dan terus berkomunikasi melalui pejabat Vatikan, berbagi foto dan video mengenai pekerjaan kami di sini," kata Prado.

Prado juga menekankan bahwa kunjungan Paus Fransiskus merupakan berkah besar bagi para misionaris di Vanimo. "Kami bekerja keras, baik secara material maupun spiritual, untuk mempersiapkan segalanya demi pertemuan ini," ujar Prado. Ia menggambarkan Vanimo sebagai kota sederhana, dengan fasilitas yang terbatas seperti dua supermarket, dua pom bensin, dan satu rumah sakit kecil. "Kota ini sangat miskin, dan sebagian besar barang harus dikirim melalui kapal, yang memakan waktu lama," tambahnya.

Untuk memastikan kunjungan berjalan lancar, Angkatan Pertahanan Papua Nugini telah mengirimkan mobil dan bahan bakar untuk rombongan Paus terlebih dahulu. Sementara itu, Paus akan menggunakan pesawat milik Angkatan Pertahanan Australia untuk memfasilitasi kebutuhan khususnya, mengingat semakin sering ia harus menggunakan kursi roda karena nyeri lutut dan punggung.

Margaret Vella, seorang penggalang dana yang berbasis di Sydney untuk keuskupan Vanimo, mengatakan bahwa penduduk setempat sering kali bergantung pada gereja untuk pendidikan dan layanan dasar lainnya. "Gereja memainkan peran yang sangat penting di sini. Paus datang untuk menguatkan kami, memberikan harapan baru, dan menunjukkan bahwa kami tidak sendirian," kata Vella.

Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan bagian dari perjalanan apostoliknya ke Asia Pasifik yang berlangsung dari 3 hingga 13 September 2024. Papua Nugini adalah negara kedua yang dikunjungi Paus dalam rangkaian perjalanan ini. Negara pertama yang dikunjungi adalah Indonesia, di mana Paus Fransiskus bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tokoh-tokoh lintas agama, dan memimpin Misa Agung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang dihadiri oleh sekitar 80.000 umat Katolik.

Setelah Papua Nugini, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin setempat dan masyarakat Katolik. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Paus untuk menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada bangsa muda yang terus berjuang untuk kemakmuran dan kestabilan politik.

Perjalanan Paus akan berakhir di Singapura, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan komunitas Katolik lokal dan para pemimpin agama lain, memperkuat dialog antaragama dan perdamaian global. Ini adalah kunjungan luar negeri terpanjang yang pernah dilakukan Paus Fransiskus sejauh ini, menunjukkan komitmennya untuk membawa pesan kasih dan harapan ke seluruh penjuru dunia.

Kunjungan Paus Fransiskus ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian internasional terhadap tantangan yang dihadapi oleh komunitas-komunitas di kawasan Pasifik, serta mendorong dukungan lebih besar bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.


*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*  

*Tanggal: 8 September 2024*

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar