**"Paus Fransiskus Disambut Hangat di Papua Nugini, Memulai Perjalanan Kerasulan Penuh Harapan"**

 

Paus Fransiskus (kedua dari kiri) disambut oleh Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso setelah mendarat di Bandara Internasional Port Moresby Jackson, di Port Moresby,                                                                               Papua Nugini, 6 September 2024

*Ketapang, 7 September 2024* — Paus Fransiskus tiba di Bandara Internasional Jacksons, Port Moresby, Papua Nugini, pada Jumat petang, 6 September 2024, pukul 19.30 waktu setempat. Kedatangan beliau menandai dimulainya perjalanan kerasulan yang penuh makna dan harapan di tanah Pasifik. Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 7780 yang membawa Paus Fransiskus dan rombongan mendarat dengan aman, disambut suasana penuh sukacita.




Sesaat setelah pesawat menyentuh landasan, langit Papua Nugini dikejutkan oleh 20 dentuman meriam yang menggema, disertai oleh alunan marching band yang menyambut dengan nada-nada semangat. Di sepanjang landasan pacu, baliho besar bergambar Jorge Mario Bergoglio — nama asli Paus Fransiskus — terpacak dengan gagah, memperlihatkan senyuman lembut yang dikenal di seluruh dunia. Bendera ucapan selamat datang berkibar meriah di sepanjang tepi-tepi landasan pacu, dengan tulisan yang menghangatkan hati, "Welcome to Papua New Guinea."


**Sambutan Hangat dan Penuh Kehormatan**

Paus Fransiskus, dengan senyum khasnya yang tenang, turun dari pesawat dan melambaikan tangan kepada ribuan umat yang telah menantikan kedatangannya. Sejumlah pejabat tinggi, kardinal, uskup, dan tokoh masyarakat Papua Nugini berbaris rapi di depan pesawat, memberikan sambutan hangat kepada Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik ini. 

Paus kemudian dipersilakan duduk di bawah tenda yang didirikan di dekat pesawat, memberikan waktu sejenak untuk beristirahat setelah perjalanan panjangnya dari Jakarta, Indonesia. Paus terlihat penuh semangat dan tidak menunjukkan tanda kelelahan sedikit pun. Para pejabat menyambutnya dengan rasa hormat yang mendalam, memberikan salam dan berkat penuh kasih.

**Rute Menuju Nunsiatura Apostolik dan Agenda Perjalanan Kerasulan**

Setelah beberapa saat beristirahat, Paus Fransiskus melanjutkan perjalanannya menuju Nunsiatura Apostolik menggunakan mobil berwarna putih. Kendaraan itu melaju pelan di tengah-tengah sambutan hangat umat dan masyarakat setempat yang memadati sepanjang jalan, membawa bendera kecil dan poster bergambar Paus, sambil bersorak dan melambaikan tangan. Rasa sukacita dan harapan tampak jelas di wajah mereka yang hadir.

Selama kunjungannya di Papua Nugini yang akan berlangsung hingga Senin, 8 September 2024, Paus Fransiskus dijadwalkan untuk menghadiri berbagai pertemuan penting dengan para pemimpin gereja setempat, tokoh masyarakat, dan para pejabat negara. Beliau juga akan memimpin Misa akbar di Lapangan Sir Hubert Murray, Port Moresby, serta mengunjungi komunitas-komunitas lokal di daerah pedesaan, membawa pesan cinta, persatuan, dan harapan bagi semua umat.


**Misi Perdamaian dan Dialog Antarbangsa**

Kunjungan Paus Fransiskus ke Papua Nugini ini merupakan bagian dari perjalanan kerasulannya di kawasan Asia Pasifik. Setelah meninggalkan Papua Nugini, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste, sebelum akhirnya kembali ke Vatikan. Tujuan utama dari perjalanan ini adalah untuk memperkuat dialog antarbangsa, mempromosikan perdamaian, serta memberikan dukungan moral dan spiritual bagi umat Katolik di wilayah ini.

Para pemimpin gereja di Papua Nugini menyambut dengan sukacita kunjungan Paus Fransiskus yang dianggap sebagai kunjungan bersejarah. "Kehadiran Paus di sini adalah berkat luar biasa bagi kami," kata Kardinal John Ribat, Uskup Agung Port Moresby. "Ini adalah tanda bahwa kami tidak dilupakan oleh Gereja Katolik di dunia, dan bahwa kasih dan doa Paus selalu bersama kami."

**Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Cerah**

Kedatangan Paus Fransiskus di Papua Nugini membawa pesan harapan bagi banyak orang, terutama di tengah tantangan yang dihadapi negara ini. Umat Katolik dan masyarakat setempat berharap, kunjungan ini akan membawa perubahan positif dan memperkuat persatuan di antara umat beragama serta seluruh warga Papua Nugini.

Dalam suasana penuh haru dan sukacita, kedatangan Paus Fransiskus di Papua Nugini menjadi momen penting yang akan dikenang oleh banyak orang. Dengan perjalanan kerasulannya yang terus berlanjut, Paus Fransiskus menegaskan komitmennya untuk mempererat persaudaraan antarbangsa dan menebarkan cinta kasih kepada semua umat manusia.

Kita berharap semoga kehadiran beliau membawa kedamaian, kesejahteraan, dan harapan bagi semua umat di Papua Nugini dan di seluruh dunia.


**Penulis:** Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

**Tanggal:** 7   September 2024

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar