**Paus Fransiskus Kembali ke Vatikan Usai Melakukan Kunjungan Apostolik di Singapura**



Foto Staf Dikasterium untuk Dialog Antarumat Beragama Takhta Suci Vatikan Pastor Dr Markus Solo Kewuta, SVD (kiri)      dan Kardinal William Goh (kanan) dari Singapura sesaat sebelum Misa Agung di Stadion Singapura, Selasa (12/9)

*Ketapang, 13 September 2024* - Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik di seluruh dunia, dijadwalkan kembali ke Vatikan pada Jumat (13/9) waktu Singapura setelah menyelesaikan kunjungan apostoliknya di Negeri Singa. Kunjungan ini menandai akhir dari perjalanan panjang Sri Paus ke empat negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, Papua Nugini, Republik Demokratik Timor Leste, dan terakhir, Singapura.

"Rabu (13/9) besok Bapa Paus Fransiskus akan kembali ke Vatikan. Misi Bapa Paus selesai di Singapura. Beliau sangat senang dan berterima kasih karena semua agenda acara berjalan dengan lancar dan tanpa kendala," ujar Pastor Dr. Markus Solo Kewuta, SVD, Staf Dikasterium untuk Dialog Antarumat Beragama Takhta Suci Vatikan, kepada Odiyaiwuu.com dari Singapura pada Kamis (12/9) malam.

Sri Paus tiba di Bandara Changi, Singapura pada Rabu (11/9) pukul 14.52 waktu setempat, setelah berangkat dari Dili, Timor Leste. Pastor Markus Solo Kewuta, yang juga merupakan salah satu anggota rombongan inti kunjungan apostolik, menjelaskan bahwa kunjungan ke Singapura ini merupakan rangkaian dari lawatan apostolik yang dimulai sejak tanggal 3 September 2024.

**Mewartakan Pesan Persaudaraan dan Inklusivitas**

Selama perjalanan di empat negara tersebut, Paus Fransiskus terus memajukan dan mewartakan Injil Yesus Kristus dengan penekanan khusus pada nilai-nilai persaudaraan manusia tanpa diskriminasi, sikap inklusivitas, kerukunan, perdamaian, toleransi, kebebasan beragama, keadilan, dan iman sebagai budaya bagi umat Katolik. 

"Di empat negara yang dikunjungi, Bapa Paus selalu berusaha menyampaikan pesan cinta kasih yang universal. Beliau mendorong umat untuk hidup dalam semangat persaudaraan sejati dan menghindari segala bentuk diskriminasi," tambah Pastor Markus, yang mendalami studi Islamologi dan Arabistik di Dar Comboni, Kairo, Mesir.

Lebih lanjut, Pastor Markus menekankan bahwa setiap kunjungan apostolik ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Paus Fransiskus. "Bapa Suci selalu mengalami kegembiraan khusus melihat umat yang begitu tulus dan ikhlas menjalankan imannya. Beliau juga sangat bahagia melihat banyak anak dan kaum muda, karena mereka adalah harapan masa depan Gereja," ujarnya.

**Antusiasme Masyarakat Singapura**

Puncak kunjungan Paus di Singapura terjadi pada hari Selasa (12/9) dengan pelaksanaan Misa di Stadion Nasional Singapura yang dihadiri oleh lebih dari 50.000 umat. Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti stadion ketika Paus Fransiskus memimpin doa dan menyampaikan homilinya. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus berdoa demi perdamaian dan persatuan di dunia.

Pada kesempatan tersebut, Paus Fransiskus berkali-kali memandang ke arah patung Bunda Maria setelah lagu "Salve Regina" selesai dinyanyikan. "Bapa Suci memandang kepada Bunda Maria sebagai tanda syukur, karena Sang Bunda selalu menjaga beliau dan rombongan selama perjalanan panjang di Asia-Pasifik," ungkap Pastor Markus.

Masyarakat Singapura, baik tua maupun muda, menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan antusias. Wakil Ketua Keuskupan Agung dan Dewan Dialog Antaragama Singapura, Suster Theresa Seow Lee Huang, menyatakan bahwa kunjungan ini membawa harapan baru bagi dialog antaragama di negara tersebut. "Kami berharap dengan kunjungan ini, dan pertemuan semua kaum muda dari berbagai agama, bahkan setelah Bapa Suci pulang, akan memulai momentum untuk benar-benar menarik kaum muda mengupayakan keharmonisan dan perdamaian," ujarnya.

**Pesan Harapan untuk Masa Depan**

Kunjungan Paus Fransiskus ke Singapura menandai akhir dari lawatan apostoliknya di Asia-Pasifik, yang berlangsung selama 12 hari. Selain bertemu dengan para pemimpin agama, Paus juga mengadakan pertemuan dengan masyarakat umum, termasuk kelompok-kelompok anak muda dan komunitas-komunitas lintas agama. Setiap pertemuan memberikan kesempatan bagi Paus untuk menyampaikan pesan harapan, cinta kasih, dan kerukunan.

Bagi banyak umat Katolik di Singapura, kunjungan ini menjadi momen bersejarah dan sumber inspirasi untuk terus hidup dalam semangat persaudaraan dan kasih. Di samping itu, kehadiran Paus Fransiskus juga membawa dampak positif dalam memperkuat hubungan antarumat beragama di Singapura, sebuah negara dengan keberagaman budaya dan agama yang tinggi.

Saat ini, Paus Fransiskus dan rombongannya sudah dalam perjalanan kembali ke Vatikan, tetapi pesan-pesan perdamaian dan persaudaraan yang beliau sampaikan selama kunjungannya di Singapura dan negara-negara lainnya akan terus bergema di hati setiap umat yang dijumpainya.


Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

Tanggal: 13 September 2024  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar