**Ketapang, 13 September 2024** - Paus Fransiskus telah menggelar misa yang bersejarah di Stadion Nasional Singapura pada Kamis, 12 September 2024, di mana sekitar 50.000 umat Katolik dari berbagai negara berkumpul untuk mengikuti misa kepausan pertama di negara tersebut sejak 1986. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur apostoliknya di Asia-Pasifik yang meliputi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Paus Fransiskus tiba di Singapura pada Rabu sore dan memasuki Stadion Nasional pada pukul 16.30. Dengan senyum yang ramah, Paus Fransiskus berkeliling stadion menggunakan kereta putih ikonisnya. Ia memberkati anak-anak dan bayi yang disodorkan oleh orang tua mereka, serta membagikan rosario kepada mereka yang berada di barisan depan. Lautan umat yang mengenakan warna kuning dan putih, mewakili warna bendera Vatikan, menyambutnya dengan sorakan riuh dan tanda-tanda selamat datang yang kreatif.
Pemandangan di dalam stadion sangat meriah, dengan kegiatan yang telah dimulai sejak pukul 11.00, enam jam sebelum misa dimulai. Antrean panjang terbentuk di luar stadion, dan umat menggunakan payung untuk melindungi diri dari teriknya matahari. Saat gerbang dibuka, ribuan orang berbondong-bondong masuk, mengisi tribun, dan mengambil foto di depan altar yang dipersiapkan secara megah. Latihan terakhir sebelum misa dimulai sekitar pukul 15.30, dengan paduan suara menyanyikan himne-himne suci yang menggetarkan hati umat yang hadir.
Bagi banyak umat Katolik Singapura, momen ini membawa kenangan nostalgia. Beverly Branson, seorang guru, mengenang saat ia masih duduk di kelas 6 pada tahun 1986 ketika mendiang Paus Yohanes Paulus II datang ke Singapura. "Sore itu hujan deras, namun semua orang tetap bertahan dengan semangat yang membara. Antusiasmenya sangat menggembirakan," ujar Branson. Ia menambahkan bahwa ia sangat mengagumi perjuangan Paus Fransiskus untuk lingkungan, yang menjadi salah satu misi progresifnya.
Mantan Menteri Kabinet Singapura, George Yeo, yang juga hadir dalam misa tersebut, mencatat bahwa kunjungan Paus ini jarang terjadi mengingat Singapura adalah negara kecil. "Hari ini, orang-orang sangat bahagia. Para relawan banyak sekali, dan mereka sangat ceria. Saat kami tiba di stadion, mereka sangat bersemangat membantu semua orang," kata Yeo, yang sebelumnya menjabat di Dewan Ekonomi Vatikan. Yeo juga menekankan bahwa kunjungan kepausan ini adalah momen penting tidak hanya bagi umat Katolik, namun juga bagi komunitas agama lain di Singapura.
**Pengamanan Ketat di Sekitar Stadion Nasional**
Kunjungan Paus Fransiskus ke Singapura ini disertai dengan langkah-langkah pengamanan yang ketat. Ketika tim dari CNA tiba di stadion pada siang hari, sejumlah besar personel keamanan terlihat berjaga, dan beberapa area diblokir bagi mereka yang tidak memiliki tiket. Petugas polisi, ambulans, dan anjing polisi dari satuan K-9 berpatroli di sekitar stasiun MRT Stadion. Inspektur Clarinda Wong dari Divisi Polisi Bedok menyatakan bahwa pihak kepolisian bekerja sama dengan berbagai lembaga dan pemangku kepentingan, seperti Keuskupan Agung Katolik Roma Singapura, untuk memastikan keselamatan dan keamanan acara ini.
"Kami telah meningkatkan jumlah dan frekuensi patroli, serta menerapkan penutupan jalur di beberapa titik," ungkap Inspektur Wong. Setiap orang dan kendaraan yang masuk ke lokasi diperiksa dengan ketat untuk memastikan tidak ada ancaman terhadap keselamatan para peserta.
**Antusiasme Umat Katolik Menghadiri Misa**
Tiket untuk menghadiri misa didistribusikan melalui dua putaran pemungutan suara online, dan beberapa tiket juga dialokasikan untuk umat Katolik dari Malaysia dan Brunei. Banyak umat yang hadir merasa beruntung bisa mendapatkan tiket untuk mengikuti misa yang disebut-sebut sebagai peristiwa sekali seumur hidup.
Nicole Yeo, seorang pegawai negeri yang hadir bersama ibunya, mengatakan, "Ini adalah pertama kalinya saya melihat Paus secara langsung, jadi ini adalah momen yang sangat spesial." Sementara itu, Rita Woodman, 55 tahun, mengungkapkan bahwa dia sangat menantikan pesan Paus selama misa, terutama terkait tema kunjungan yang membawa pesan "Persatuan dan Harapan".
Lebih dari 2.000 orang terlibat dalam pelaksanaan misa ini, termasuk 1.600 anggota paduan suara, 390 Pelayan Luar Biasa Perjamuan Kudus, dan ratusan petugas pengendalian massa serta tenaga medis. Di antara para peserta juga terdapat 2.600 siswa dari TK dan SMP, 310 pekerja migran, 1.000 lansia dari berbagai paroki di Singapura, dan 250 pengguna kursi roda.
**Pertemuan dengan Komunitas dan Pejabat di Singapura**
Selain menggelar misa, Paus Fransiskus juga menghadiri upacara penyambutan di Gedung Parlemen Singapura pada Kamis pagi, di mana ia bertemu dengan Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong. Di sana, ia juga memberikan pidato kenegaraan di Universitas Nasional Singapura, menyoroti pentingnya dialog antaragama, persatuan, dan keberagaman.
Pada hari Jumat, 13 September 2024, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi warga di Rumah St Theresa dan menghadiri pertemuan antaragama dengan para pemuda di Catholic Junior College, sebelum akhirnya kembali ke Vatikan. Kunjungan ini menandai berakhirnya tur apostolik Paus di Asia-Pasifik, sebuah misi yang telah membawa pesan perdamaian dan persatuan di tengah keberagaman.
Singapura, sebagai tujuan terakhir dalam tur Asia-Pasifik, mendapat kehormatan luar biasa untuk menjadi saksi dari pesan kasih dan harapan yang disampaikan oleh pemimpin Gereja Katolik sedunia ini. Banyak yang berharap bahwa kunjungan ini akan menjadi awal dari dialog yang lebih mendalam dan kerjasama yang lebih erat di antara semua agama dan komunitas di negara tersebut.
*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*
*Tanggal: 13 September 2024*

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar