**Ketapang, 11 September 2024**Setelah memimpin misa akbar yang penuh khidmat di Taman Tasitolu, Dili, Timor Leste, pada Selasa, 10 September 2024, Paus Fransiskus meluangkan waktu untuk menyapa ribuan umat Katolik yang hadir dalam acara tersebut. Misa ini dihadiri oleh ratusan ribu orang, yang datang dari berbagai penjuru Timor Leste dan sekitarnya, termasuk sejumlah besar peziarah dari Indonesia.
Misa akbar yang dipimpin oleh Paus Fransiskus dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat dan berlangsung dalam suasana yang penuh khidmat. Tempat perayaan, Taman Tasitolu, dipenuhi dengan umat Katolik yang membawa payung kuning dan putih, warna simbolik Gereja Katolik yang juga menjadi warna bendera Vatikan. Selama misa, Paus Fransiskus menyampaikan homili yang menginspirasi, menekankan pentingnya perdamaian, rekonsiliasi, dan kasih sayang dalam kehidupan umat beriman.
Setelah selesai misa, Paus Fransiskus tidak langsung meninggalkan lokasi. Dengan penuh perhatian, beliau meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan umat yang hadir. Paus Fransiskus berkeliling di sekitar area, menyapa dan memberkati ribuan orang yang antusias menunggu kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan Bapa Suci.
Antusiasme umat Katolik sangat terasa, dengan banyak di antara mereka membawa spanduk dan bendera, serta meneriakkan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Paus Fransiskus. Paus menyapa mereka dengan senyum hangat, memberikan berkat, dan menjawab doa-doa serta permohonan yang disampaikan oleh umat. Kegiatan ini merupakan momen yang sangat berarti bagi umat Katolik di Timor Leste, yang merayakan kunjungan Paus Fransiskus sebagai simbol dukungan dan perhatian Gereja Katolik terhadap mereka.
Paus Fransiskus juga menyempatkan diri untuk berbicara dengan beberapa kelompok perwakilan, termasuk anak-anak, orang tua, dan anggota komunitas lokal yang terlibat dalam berbagai kegiatan gereja dan sosial di Timor Leste. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih dan kekagumannya terhadap semangat iman dan dedikasi umat Katolik di negara tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke Asia Pasifik, yang juga mencakup negara-negara lain seperti Indonesia dan Papua Nugini. Timor Leste menjadi salah satu tujuan utama dalam perjalanan ini, mengingat kehadiran Paus Fransiskus merupakan yang pertama kalinya sejak negara ini merdeka pada tahun 2002. Kunjungan sebelumnya dari Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989 terjadi ketika Timor Leste masih merupakan bagian dari Indonesia dengan nama Timor Timur.
Paus Fransiskus dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Singapura sebelum kembali ke Vatikan. Selama kunjungan ini, beliau telah menyampaikan pesan-pesan penting tentang perdamaian, persatuan, dan perhatian terhadap masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk merayakan iman mereka, tetapi juga sebagai simbol solidaritas dan dukungan dari Gereja Katolik global.
Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 11 September 2024







0 comments:
Posting Komentar