Foto RP. Vitalis Nggeal, CP. saat Sambutan sekaligus Membuka .
**Ketapang, 15 September 2024**Dalam rangka menyambut Bulan Kitab Suci Nasional, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, kembali menggelar kegiatan yang sangat dinanti-nanti umat, yakni Lomba Lektor dan Mazmur. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 15 hingga 16 September 2024, dan diikuti oleh 18 lektor serta 14 pemazmur baru yang berasal dari berbagai lingkungan di paroki. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih mendalam terhadap Tuhan Yesus Kristus melalui pembacaan Kitab Suci dan pelayanan liturgis.Tempat lomba Lektor dan Mazmur di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dilaksanakan di Gedung Jeroom Stop,CP. yang merupakan salah satu fasilitas utama paroki untuk mengadakan berbagai kegiatan besar, termasuk lomba dan acara-acara keagamaan lainnya. Gedung ini dipilih karena mampu menampung jumlah peserta serta umat yang cukup banyak, sehingga mendukung berlangsungnya lomba dengan nyaman dan tertib.
**Sambutan dari RP. Vitalis Nggeal, CP.**
Dalam sambutan pembukaan, RP. Vitalis Nggeal, CP., menekankan bahwa lomba ini tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah kompetisi biasa. "Lomba ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk bersaing satu sama lain, tetapi sebagai bentuk kecintaan kita kepada Tuhan Yesus dan Gereja," tegasnya. Romo Vitalis mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa peran lektor dan pemazmur bukan sekadar menyampaikan teks Kitab Suci, melainkan memberikan makna yang mendalam kepada umat dalam setiap misa dan perayaan liturgi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga mutu dalam pembacaan Kitab Suci. "Kitab Suci harus dijaga mutunya. Lektor dan pemazmur harus terus berlatih agar semakin bermutu dalam pelayanan mereka. Seorang lektor dan pemazmur yang baik adalah mereka yang tidak pernah berhenti berlatih," ujarnya. Romo Vitalis menambahkan bahwa para peserta harus mengutamakan semangat iman, bukan sekadar memenangkan lomba. "Yang menang adalah saudara/i dalam iman. Mungkin di hadapan juri hanya ada satu pemenang, tetapi di mata Tuhan, semua adalah juaranya."
Foto Dewan JuriDAFTAR NAMA PESERTA LOMBA LEKTOR TINGKAT ANAK
1.Elisabet Cita Kirana Astrie.Lingkungan.Kanak Kanak Yesus
2.Mario Dianto Keliat. Lingkungan St.Rafael
3.Milka Anggraini Hendrik. Lingkungan St.Gabriel
4.Tapian Nauli. Lingkungan St.Simon
4.Carisa Angel. Lingkungan Sta.Lusia
DAFTAR NAMA PESERTA LOMBA LEKTOR TINGKAT REMAJA-OMK
1.Robertus Kalvin. Lingkungan St. Yosef
2. Maria Lianny Safa Casimira.Lingkingan St. Simon
3.Alberto Septo Keliat.Lingkungan St. Rafael
4. Caroline Chelsea Seveni.Lingkungan KKY
5.Jona.Lingkungan SPM
DAFTAR NAMA PESERTA LOMBA LEKTOR TINGKAT DEWASA
1.Vincensius Tono. Lingkungan St. Philipus
2.Nichollas Steven. Lingkungan St. Rafael
3.Yashinta. Lingkungan St. Lusia
4.Dian Noviyanti. Lingkungan KKY
5.Makisma Orin. Lingkungan St.Simon
6.Fransiska Mincu. Lingkungan SPM
7.Dominica Ismulyaningsih.Lingkungan St. Yosef
8.Veronika Risa Eka F.Lingkungan St. Sisilia
**Meningkatkan Pelayanan kepada Gereja**
Dalam sambutannya, RP. Vitalis juga menyoroti peran penting lektor dan pemazmur dalam liturgi dan misa. "Lektor dan pemazmur memiliki peran krusial dalam perayaan Ekaristi. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berlatih, semakin baik kualitas penyampaian mereka dalam liturgi." Romo Vitalis mengharapkan agar lomba ini menjadi ajang bagi peserta untuk memperkaya diri dalam pelayanan di depan umat dan Tuhan.
RP. Vitalis kemudian secara resmi membuka acara tersebut, disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta dan umat yang hadir. Acara pembukaan ini dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, yang mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur dan memohon bimbingan Tuhan agar lomba dapat berjalan lancar dan penuh berkat.
**Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting Paroki**
Turut hadir dalam acara pembukaan ini sejumlah tokoh penting dari Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan pengurus paroki lainnya. Di antaranya adalah Ketua DPP, Bapak Jeno Leo, serta Ketua Bidang Pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, yang merupakan penggagas lomba ini. Ibu Fransiska Romana Sri Wijati bertindak sebagai pembawa acara, sementara Ibu Elisabet Susana berperan sebagai sekretaris acara. Selain itu, hadir pula para ketua lingkungan, termasuk Ibu Maria Theresia Budi Supri Handini yang memimpin Tim Kerja Musik Liturgi, koor, dan para dirigen yang akan memeriahkan acara dengan nyanyian-nyanyian liturgis.
Para ketua lingkungan yang hadir membawa perwakilan dari masing-masing lingkungan untuk berpartisipasi dalam lomba, di antaranya adalah:
1. **Lingkungan St. Simon** – Raymundus Gigit Budi Suprihanto
2. **Lingkungan Sta. Sesilia** – Yohanes Suprastha
3. **Lingkungan St. Filipus** – Petrus Setyo Winarsih
4. **Lingkungan Sta. Lusia** – Sutarti Rahayu
5. **Lingkungan St. Gabriel Possenti** – Florentius Dwi Hartanto
6. **Lingkungan Santa Perawan Maria** – Thomas Momo A. Rico
7. **Lingkungan St. Yosef** – Willem Ranto Sihombig
8. **Lingkungan Kanak-Kanak Yesus** – Dedy Candra
9. **Lingkungan Santo Rafael** – Mewakili umat setempat.
**Peran Penting Juri dan Kriteria Penilaian**
Agar lomba ini dapat berjalan secara adil dan objektif, panitia menunjuk tiga orang juri yang berkompeten di bidangnya. Juri-juri tersebut adalah Romo Fransiskus Suandi, Pr., Romo Simon Anjar Yogatama, Pr., dan Frater Fransiscus Tomi. Ketiganya memiliki tugas untuk menilai kualitas suara, penghayatan, intonasi, serta teknik pembacaan dan nyanyian Kitab Suci yang dibawakan oleh para peserta.
Dalam setiap perlombaan, terdapat berbagai kriteria penilaian yang harus dipenuhi oleh peserta. Kriteria tersebut mencakup kemampuan dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan penuh penghayatan, serta kemampuan teknis dalam membawakan bacaan atau mazmur. Setiap peserta diharapkan tidak hanya tampil untuk memenangkan lomba, tetapi lebih dari itu, untuk menghayati setiap kata yang dibaca atau dinyanyikan, sehingga pesan Firman Tuhan dapat tersampaikan dengan baik kepada umat.
**Harapan ke Depan untuk Lektor dan Pemazmur Paroki**
Ketua Bidang Pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya bahwa acara ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan di paroki, khususnya dalam hal liturgi. "Kami berharap acara ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun, sehingga semakin banyak umat yang terlibat dalam pelayanan sebagai lektor dan pemazmur. Kita perlu meningkatkan mutu pelayanan kepada Tuhan melalui pembacaan Kitab Suci dan nyanyian mazmur," ujar Hendrikus.
Selain itu, Romo Vitalis juga menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk beberapa tahun ke depan. "Ini adalah langkah awal kita untuk membentuk lektor dan pemazmur yang lebih berkualitas. Semoga acara ini menjadi sarana bagi kita untuk semakin mencintai Kitab Suci dan pelayanan di dalam gereja," pungkasnya.
**Kesimpulan**
Lomba Lektor dan Mazmur yang diadakan oleh Paroki Santo Agustinus Paya Kumang bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperdalam iman dan kecintaan terhadap Firman Tuhan. Dengan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting paroki serta antusiasme peserta yang tinggi, acara ini diharapkan menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan liturgi di masa mendatang.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini penuh dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan di antara para peserta dan umat. Setiap peserta, meskipun berlomba, tetap merasakan bahwa di mata Tuhan, semua adalah juara dalam pelayanan dan iman. Dengan demikian, lomba ini bukan hanya soal siapa yang terbaik, tetapi lebih pada bagaimana setiap peserta dapat semakin memperkaya diri dalam Firman Tuhan dan membawa umat semakin dekat kepada-Nya.
**Penulis: Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang**
**Tanggal: 15 September 2024**
0 comments:
Posting Komentar