*Ketapang, 15 September 2024* — Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Lomba Lektor dan Mazmur yang diadakan sebagai bagian dari peringatan Bulan Kitab Suci Nasional di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, panitia dan para juri mengadakan rapat persiapan. Rapat ini berlangsung di Sekretariat Paroki Santo Agustinus Ketapang, dengan agenda membahas teknis penilaian serta persiapan akhir untuk lomba yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 September 2024.
Rapat dimulai pukul 09.00 WITA dan dihadiri oleh tiga juri yang telah ditunjuk untuk memberikan penilaian dalam lomba ini. Para juri yang terlibat adalah Romo Fransiskus Suandi, Pr., yang dikenal sebagai pembimbing spiritual di paroki dan memiliki pengalaman luas dalam bidang liturgi; Romo Simon Anjar Yogatama, Pr., seorang imam muda dengan antusiasme tinggi dalam pelayanan Kitab Suci dan pendidikan iman; serta Frater Fransiscus Tomi, yang tengah menjalani pendidikan di seminari tinggi dan memiliki minat khusus pada seni liturgi dan mazmur.
**Agenda Rapat: Fokus pada Kualitas Liturgi dan Spiritualitas**
Dalam rapat tersebut, para juri menekankan pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan lomba. Romo Fransiskus Suandi, Pr., membuka rapat dengan menekankan bahwa "tujuan dari lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga untuk memupuk kecintaan kepada Tuhan Yesus dan memperdalam pemahaman akan Kitab Suci." Beliau juga menambahkan bahwa kualitas seorang lektor dan pemazmur tidak hanya dilihat dari teknik, melainkan dari kesungguhan hati dalam menyampaikan Sabda Allah.
Romo Simon Anjar Yogatama, Pr., menambahkan bahwa penilaian lomba akan fokus pada beberapa aspek utama, yaitu kemampuan vokal, kejelasan pengucapan, dan penghayatan teks Kitab Suci. "Setiap peserta harus memahami bahwa mereka bukan hanya membaca atau menyanyikan kata-kata, tetapi membawa pesan ilahi kepada umat. Oleh karena itu, penghayatan sangat penting," tegasnya.
Frater Fransiscus Tomi turut menyampaikan pandangannya, terutama dalam hal pemazmur. Ia menekankan bahwa mazmur bukan sekadar lagu pujian, tetapi merupakan doa umat yang dibawakan melalui nada. "Pemazmur harus mampu menyampaikan makna doa tersebut dengan penuh perasaan dan penghormatan kepada Tuhan," ungkap Frater Fransiscus.
**Teknis Pelaksanaan dan Penilaian**
Rapat juga membahas mengenai tata cara pelaksanaan lomba. Setiap peserta lektor akan diberikan waktu maksimal lima menit untuk membacakan teks yang telah disiapkan oleh panitia. Sementara itu, pemazmur akan membawakan mazmur tanggapan yang telah ditentukan, dengan waktu maksimal tiga menit. Panitia menegaskan bahwa setiap peserta harus mematuhi batas waktu yang diberikan untuk menjaga kelancaran jalannya acara.
Para juri sepakat untuk memberikan penilaian berdasarkan skala yang telah disusun oleh tim liturgi paroki. Penilaian akan mencakup beberapa kriteria utama, yaitu:
1. **Vokal dan Artikulasi**: Kejelasan dalam pengucapan dan intonasi suara.
2. **Penghayatan**: Sejauh mana peserta mampu menghidupkan teks Kitab Suci atau mazmur yang mereka sampaikan.
3. **Teknik Liturgis**: Kepatuhan terhadap tata cara dan tradisi liturgi Gereja Katolik.
4. **Penampilan Umum**: Sikap dan ketenangan saat membawakan bacaan atau mazmur.
Para juri menekankan bahwa meskipun penilaian teknis penting, yang lebih diutamakan adalah sejauh mana para peserta mampu menyampaikan pesan iman kepada umat yang hadir. "Semua peserta adalah pemenang di mata Tuhan, karena mereka telah memberikan pelayanan terbaik dalam liturgi. Kita di sini bukan untuk memecah belah, tetapi untuk membangun semangat kebersamaan dalam iman," tegas Romo Simon.
**Harapan untuk Lomba**
Rapat berakhir dengan harapan besar dari para juri bahwa lomba ini akan menjadi sarana untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan lektor dan pemazmur di Paroki Santo Agustinus. Selain itu, acara ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat baru dalam membaca dan merenungkan Kitab Suci di kalangan umat.
Ketua Panitia Lomba, Hendrikus Hendri, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para juri yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada para peserta. "Kami sangat berharap lomba ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi para lektor dan pemazmur untuk memperdalam cinta mereka kepada Kitab Suci dan Tuhan Yesus Kristus," ujarnya.
Dengan berakhirnya rapat ini, seluruh persiapan teknis lomba telah rampung. Para juri siap melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab dan semangat, demi keberhasilan acara yang akan berlangsung di Gedung Jeroom Stop.
Acara lomba ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional yang diadakan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, dan diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi kehidupan rohani umat di paroki tersebut.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**
**Tanggal: 15 September 2024**
0 comments:
Posting Komentar