Foto Pastor Vikaris RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.Pimpin Misa
**Ketapang, 17
November 2024** .Minggu Biasa XXXIII yang dirayakan pada 17 November 2024 di
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menjadi momen refleksi
spiritual yang mendalam bagi umat beriman. Dengan suasana liturgi berwarna
hijau, gereja memperingati Santa Elisabeth dari Hungaria, Santo Gregorius
Thaumaturgos, Santo Gregorius dari Tours, dan Santo Dionisius Agung.
Kehikmatan dalam Ekaristi
Misa kudus dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris
Sudarmadi, CP, dengan tema homili: *"Sapaan Sabda yang Menyapa Kita di
Akhir Tahun Liturgi."* Melalui tema ini, umat diajak untuk merenungkan
perjalanan iman di penghujung tahun liturgi, seraya memaknai tujuan hidup
dengan pandangan yang lebih dalam terhadap masa depan.
Bacaan Injil diambil dari Markus 13:24-32, di mana
Yesus berbicara tentang tanda-tanda akhir zaman. Dalam sabda-Nya, Yesus
mengingatkan bahwa:
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku
tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang
tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak! Hanya Bapa yang
tahu !
Melalui pesan ini,
RP. FX. Oscar menekankan pentingnya
sikap waspada, kesadaran akan tanda-tanda zaman, dan kepercayaan penuh kepada
Tuhan.
Homili: Menghidupi Waspada dengan Doa dan Kesadaran
Dalam homilinya, RP. Oscar menyoroti bagaimana
akhir tahun liturgi menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kehidupan dan
mempersiapkan diri secara spiritual. "Sebagai umat, kita diajak untuk
tidak sekadar menjalani hidup, tetapi melangkah dengan doa, keyakinan, dan
persiapan demi keselamatan kekal," ujarnya.
Ia juga membahas keberagaman respons manusia terhadap kedatangan Anak Manusia di akhir zaman. Sebagian orang mungkin menyambut dengan kecemasan dan ketakutan, sementara yang lain dengan sukacita dan penuh harapan.
Tuhan Yesus telah
mengorbankan diri-Nya hanya satu kali untuk keselamatan kita. Maka, dalam
setiap langkah hidup kita, mari membangun iman dengan teguh dan menjadikannya
panduan dalam menghadapi berbagai tantangan," tambahnya.
RP. Oscar mengajak umat untuk mengambil hikmah dari perumpamaan pohon ara yang disebutkan dalam Injil, sebagai tanda musim baru dan pengharapan yang harus selalu dijaga dalam perjalanan hidup iman.
Keindahan Liturgi
dengan Sentuhan Tradisional
Misa semakin penuh
hikmat dengan kehadiran Koor dari SD Pangudi Luhur Santo Yosef. Suara merdu
anak-anak berpadu dengan alunan alat musik tradisional gambang, menciptakan
suasana yang syahdu dan harmonis. Kombinasi ini menghadirkan nuansa lokal yang
memperkaya pengalaman liturgi.
Alunan musik tradisional menjadi simbol keanekaragaman budaya dalam Gereja Katolik, yang menyatu dalam keindahan iman universal. Kehadiran koor ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan iman bagi generasi muda sebagai harapan Gereja di masa depan.
Foto Tim Koor dari SD Pangudi Luhur Santo Yosef
Foto Tim Koor dari SD Pangudi Luhur Santo Yosef
Foto Tim Koor dari SD Pangudi Luhur Santo Yosef
Pesan Mendalam di Akhir Tahun Liturgi
Perayaan Minggu Biasa XXXIII ini menjadi pengingat
bahwa hidup bukan sekadar perjalanan tanpa tujuan. Umat Paroki Santo Agustinus
diajak untuk menjadikan doa, refleksi, dan kesadaran sebagai bekal dalam
menghadapi kehidupan.
"Menjelang akhir tahun liturgi, mari kita
melihat kembali tujuan hidup kita, sambil mempersiapkan diri menyongsong masa
depan dengan penuh harapan. Dalam segala situasi, Tuhan hadir memimpin
langkah kita," tutup RP. Oscar.
Perayaan ini menjadi
momen berharga yang tidak hanya memperkaya iman umat, tetapi juga menguatkan
komunitas Paroki Santo Agustinus sebagai sebuah keluarga besar dalam
Kristus.
Penulis: Tim Komsos
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 17 November
2024
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar