Oase Rohani dari Ketapang: Sr. Gabriella, OSA, Ajak Umat Menjadi Saksi Kristus Lewat Hidup Sehari-hari
Ketapang, 26 Mei 2025.Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk dunia digital, suara rohani yang menyejukkan kembali terdengar dari Kota Ketapang. Senin pagi ini, 26 Mei 2025, pada pukul 11.38 WIB, Sr. Gabriella, OSA, membagikan sebuah renungan penuh makna melalui status WhatsApp pribadinya yang diberi tajuk “Oase Rohani”, mengacu pada Injil Yohanes 15:26b-27b.
Dalam renungan tersebut, Suster dari Kongregasi Suster Ordo Santo Augustinus (OSA) ini mengajak umat untuk merenungkan kehadiran Roh Kudus sebagai saksi dan penolong dalam hidup mengimani Kristus. Ia mengutip sabda Yesus:
"Roh Kebenaran, yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yohanes 15:26b-27b)
Renungan yang disampaikannya menekankan bahwa dalam panggilan menjadi saksi Kristus, umat tidak berjalan sendiri. Yesus sendiri mengutus Roh Kudus yang bukan hanya menjadi Penolong dalam segala kelemahan manusiawi, tetapi juga menjadi saksi utama atas kebenaran Kristus.
Namun demikian, Sr. Gabriella tidak berhenti pada peran Roh Kudus semata. Ia mengingatkan bahwa setiap orang percaya pun memiliki peran penting sebagai saksi Kristus, tidak hanya melalui khotbah atau tindakan besar, melainkan terutama lewat kesaksian hidup harian.
“Menjadi saksi bukan berarti harus selalu berkhotbah atau tampil di depan banyak orang,” tulis Sr. Gabriella. “Kesaksian yang paling kuat sering kali terlibat dalam kesederhanaan hidup: bagaimana kita mencintai, memaafkan, melayani, dan tetap teguh dalam kebenaran meski tidak mudah.”
Dalam bagian akhir renungannya, Sr. Gabriella memberi penguatan kepada siapa saja yang tengah berjuang dalam iman. Ia menyampaikan bahwa ketika seseorang merasa takut, ragu, atau tidak mampu menjalankan panggilan untuk menjadi saksi, Roh Kudus akan hadir dengan kekuatan dan hikmat yang dibutuhkan.
Pesan yang disampaikan oleh Suster Gabriella, OSA, ini sontak mendapat perhatian dan respons positif dari berbagai kalangan umat Katolik, khususnya di wilayah Keuskupan Ketapang. Banyak yang mengaku terinspirasi oleh kesederhanaan dan kedalaman pesan rohani yang ditulis dalam status singkat, namun sarat makna itu.
Seorang umat Paroki St. Agustinus Paya Kumang, bernama Maria Yosephine, mengungkapkan bahwa pesan tersebut tepat sekali bagi kondisi saat ini.
“Kadang kita lupa bahwa hidup kita sendiri adalah pewartaan. Status dari Suster Gabriella menyadarkan saya kembali bahwa menjadi saksi Kristus itu bisa dilakukan lewat hal kecil yang nyata dalam hidup sehari-hari,” ujarnya.
Tak sedikit pula umat yang membagikan ulang isi renungan tersebut ke media sosial mereka, menjadikannya semacam chain of blessing digital yang menyebarkan semangat kesaksian iman di era modern.
Suster Gabriella, yang dikenal luas karena kedalaman refleksi rohaninya dan kesetiaannya dalam hidup membiara, telah beberapa kali membagikan renungan singkat yang menyentuh hati umat. Status WhatsApp yang ia gunakan menjadi salah satu media sederhana yang ia manfaatkan untuk menyampaikan pesan kasih dan kebenaran Injil.
Pesan dari Sr. Gabriella pada hari ini menjadi pengingat bahwa kesaksian iman tidak harus megah atau penuh sorotan. Justru dalam kesederhanaan, ketekunan, dan kasih yang nyata, umat dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yang hidup ditopang oleh kehadiran Roh Kudus yang setia menyertai.
Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 26 Mei 2025


0 comments:
Posting Komentar