“Pesan Rohani RD. Mardianus Indra: Iman Bertumbuh dalam Ujian dan Keheningan”
Ketapang, 20 Agustus 2025.Sebuah pesan rohani sederhana namun sarat makna kembali hadir menyapa umat Katolik di Keuskupan Ketapang. Tepat pukul 19.38 WIB, melalui status WhatsApp pribadinya, RD. Mardianus Indra, Imam Diosesan yang saat ini mengemban tugas sebagai Direktur PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Caritas Keuskupan Ketapang, menyampaikan sebuah refleksi iman yang singkat, tetapi penuh kedalaman.
Dalam unggahannya, Romo Mardianus menulis pesan malam yang berbunyi:
"Iman tidak tumbuh dalam sekejap. Seperti benih yang butuh waktu, perawatan, dan keheningan untuk bertumbuh. Kadang iman diuji oleh waktu. Kadang oleh rasa kecewa. Dan seringkali iman tumbuh paling dalam saat kita merasa paling lemah."
Pesan tersebut mengandung permenungan mendalam mengenai dinamika kehidupan iman setiap orang beriman. Dengan perumpamaan sederhana tentang benih, Romo Mardianus mengajak umat untuk melihat bahwa iman bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah perjalanan yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan keterbukaan hati.
Umat Katolik di Ketapang mengenal sosok RD. Mardianus Indra sebagai gembala yang rendah hati, penuh perhatian, dan memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan rohani yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui refleksi singkatnya itu, ia mengingatkan bahwa ujian iman justru kerap menjadi kesempatan bagi pertumbuhan rohani yang lebih mendalam.
Sejumlah umat yang membaca pesan tersebut menyebut bahwa tulisan singkat Romo Mardianus mampu menyejukkan hati di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Banyak yang menilai bahwa pesan ini hadir tepat waktu, sebagai pengingat untuk tetap berpegang pada Tuhan meskipun menghadapi kekecewaan, cobaan, maupun kelemahan pribadi.
Unggahan sederhana di media sosial, seperti yang dilakukan oleh Romo Mardianus, menjadi salah satu bentuk pewartaan di era digital. Melalui cara ini, pesan iman tidak hanya disampaikan dalam liturgi di gereja, melainkan juga menjangkau umat secara langsung dalam keseharian mereka.
Dengan gaya pastoral yang penuh kasih, Romo Mardianus menutup refleksinya dengan ajakan tersirat agar umat tidak mudah menyerah dalam perjalanan iman. Sebab, justru dalam kelemahan, kasih dan kuasa Tuhan kerap nyata bekerja.
Pesan rohani malam itu menjadi pengingat bahwa iman bukanlah sekadar kata, tetapi sebuah proses yang terus bertumbuh, ditempa oleh waktu, diuji oleh pengalaman, dan diperdalam melalui keheningan serta kesetiaan pada Tuhan.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 20 Agustus 2025


0 comments:
Posting Komentar