Ketapang, Selasa 12 Agustus 2025.Pagi di Kota Ketapang hari ini diwarnai sebuah pesan rohani sederhana namun sarat makna, yang hadir menyapa hati banyak orang. Tepat pukul 05.06 WIB, seorang Prodiakon di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., membagikan status WhatsApp yang mengundang perenungan.
Isi pesan tersebut tampak singkat, namun memancarkan kekayaan makna yang dalam:
"Tidak ada doa yang terlalu kecil bagi Tuhan, semua yang kamu angkat dalam doamu menjadi awal kehidupan yang berpengharapan."
Pesan ini, meski hanya terdiri dari satu kalimat, menyentuh inti spiritualitas Kristiani: keyakinan bahwa setiap doa, sekecil apa pun, memiliki arti di hadapan Tuhan. Bagi umat Katolik, doa bukanlah sekadar rutinitas, melainkan dialog pribadi dengan Sang Pencipta, yang menjadi sumber kekuatan, penghiburan, dan pengharapan.
Bapak Ignasius Rinso Tigor dikenal di lingkungannya sebagai sosok pelayan Gereja yang rendah hati, setia, dan penuh perhatian kepada umat. Status WhatsApp yang ia unggah pagi ini seakan menjadi sapaan rohani untuk memulai hari, mengingatkan setiap orang bahwa harapan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana termasuk dari doa yang mungkin terasa kecil atau singkat di mata manusia, namun berharga di mata Tuhan.
Respon dari beberapa umat pun mengalir, baik dalam bentuk pesan pribadi maupun komentar di media sosial. Banyak yang mengaku terinspirasi, merasa dikuatkan, dan diingatkan kembali untuk tidak meremehkan kekuatan doa.
"Kadang kita merasa doa kita terlalu sederhana atau tidak cukup indah, tapi pagi ini saya diingatkan bahwa Tuhan melihat hati, bukan panjangnya kata-kata," ujar salah seorang umat Paroki Santo Agustinus yang menerima pesan tersebut.
Kehadiran pesan ini di tengah rutinitas Selasa pagi terasa seperti oase yang menyegarkan iman. Di era serba cepat seperti sekarang, di mana manusia sering terjebak dalam kesibukan duniawi, sapaan rohani seperti ini menjadi pengingat bahwa hubungan pribadi dengan Tuhan tidak memerlukan syarat yang rumit.
Pesan yang diunggah oleh Bapak Ignasius ini juga selaras dengan ajaran Kitab Suci yang menekankan bahwa doa adalah nafas kehidupan rohani. Sebagaimana tertulis dalam 1 Tesalonika 5:17, "Tetaplah berdoa", setiap ucapan hati yang tulus, sekecil apa pun, memiliki kuasa untuk membawa perubahan bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada dunia di sekitar kita.
Dengan pesan singkatnya pagi ini, Bapak Ignasius Rinso Tigor kembali mengingatkan bahwa pengharapan selalu dapat dimulai dari satu langkah kecil: mengangkat doa kepada Tuhan, kapan pun dan di mana pun.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 12 Agustus 2025


0 comments:
Posting Komentar