Agenda Calon Krisma: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Gelar Sakramen Tobat dan Gladi Kotor Penerimaan Krisma

 

Agenda Calon Krisma: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 Gelar Sakramen Tobat dan Gladi Kotor Penerimaan Krisma


Ketapang, 8 September 2025.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan pastoral dan iman umat Katolik di wilayah Ketapang. Menjelang perayaan penerimaan Sakramen Krisma, Paroki telah menetapkan agenda yang padat dan bermakna bagi para calon krismawan dan krismawati.

Pada Minggu, 14 September 2025, sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dua kegiatan utama akan digelar di Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, yakni Sakramen Tobat dan Gladi Kotor penerimaan Sakramen Krisma. Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan para calon penerima Sakramen Krisma agar siap secara rohani maupun secara tata liturgi.

Agenda ini dipimpin oleh Ketua Bidang Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., yang menegaskan pentingnya persiapan yang matang demi kelancaran serta kekhidmatan perayaan sakramen yang akan datang.

Makna Sakramen Krisma dalam Kehidupan Umat Katolik

Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan merupakan salah satu dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik yang melengkapi baptisan dan Ekaristi. Dengan menerima Krisma, umat diteguhkan dalam Roh Kudus dan dikuatkan untuk menjadi saksi iman yang lebih dewasa dalam kehidupan sehari-hari.

Sakramen ini bukan hanya sekadar ritual simbolis, melainkan sebuah langkah iman yang mendalam, di mana para penerimanya diteguhkan dalam identitas Kristiani. Roh Kudus yang diterima diharapkan menjadi sumber kekuatan untuk menghidupi Injil di tengah masyarakat.

Di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, perayaan Sakramen Krisma menjadi salah satu momen terbesar dalam kalender pastoral. Biasanya, Sakramen Krisma diadakan beberapa tahun sekali dengan persiapan panjang berupa katekese, pembinaan iman, serta pendampingan rohani.

Persiapan Menjelang Penerimaan Sakramen Krisma

Untuk memastikan para calon krismawan/krismawati siap menerima Sakramen Krisma, panitia dan tim pewartaan Paroki telah menyusun rangkaian persiapan yang menyeluruh. Agenda pada 14 September 2025 merupakan tahapan akhir dari seluruh proses pendampingan.

  1. Sakramen Tobat
    Para calon krismawan akan terlebih dahulu menerima Sakramen Tobat. Pengakuan dosa ini menjadi sarana pembersihan batin agar hati para penerima Krisma dipenuhi oleh rahmat Allah. Dengan demikian, mereka dapat menerima Roh Kudus dalam keadaan suci dan penuh kasih.

  2. Gladi Kotor Penerimaan Sakramen Krisma
    Setelah Sakramen Tobat, kegiatan dilanjutkan dengan gladi kotor. Gladi ini merupakan latihan terakhir sebelum perayaan resmi Sakramen Krisma. Dalam gladi, para calon akan mempraktikkan tata perayaan liturgi, mulai dari tata cara masuk, duduk, berdiri, hingga prosesi penerimaan minyak krisma.

Menurut Hendrikus Hendri, S.S., gladi ini penting untuk menghindari kesalahan teknis saat perayaan sakramen. "Persiapan liturgi yang baik akan membantu para calon krismawan menjalani perayaan dengan lebih khidmat dan penuh makna. Sakramen Krisma bukan sekadar upacara, tetapi momen iman yang harus dijalani dengan kesungguhan," ujarnya.

Antusiasme Umat dan Orang Tua

Kegiatan ini disambut antusias oleh para calon krismawan, orang tua, dan umat Paroki. Bagi para orang tua, Sakramen Krisma anak-anak mereka menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Mereka berharap dengan menerima Krisma, anak-anak semakin berakar dalam iman Katolik.

Sementara itu, para calon krismawan sendiri mengaku merasa bangga dan bahagia dapat melalui proses ini. Banyak dari mereka telah mengikuti pembinaan iman secara rutin selama berbulan-bulan. Gladi kotor pun menjadi ajang latihan sekaligus kesempatan untuk merasakan suasana menjelang hari penerimaan Krisma.

Peran Bidang Pewartaan dalam Pendampingan

Sebagai Ketua Bidang Pewartaan, Hendrikus Hendri, S.S. menegaskan bahwa pewartaan iman bukan hanya tentang menyampaikan ajaran, tetapi juga mendampingi umat dalam menghayati iman secara nyata.

Dalam konteks persiapan Krisma, pewartaan mencakup:

Pembinaan Katekese: memberikan pemahaman tentang makna Sakramen Krisma dan peran Roh Kudus dalam hidup.

Pendampingan Rohani: mendorong calon krismawan untuk rajin berdoa, mengikuti misa, dan terlibat dalam kegiatan gereja.

Penguatan Moral dan Sosial: mengajak kaum muda untuk hidup sebagai saksi iman di tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Harapan untuk Generasi Muda Katolik

Agenda persiapan Krisma ini diharapkan menjadi awal bagi lahirnya generasi muda Katolik yang tangguh, penuh semangat, dan mampu menjadi garam dan terang di tengah dunia.

Sakramen Krisma tidak hanya meneguhkan iman pribadi, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab sosial. Para penerima Krisma diharapkan lebih aktif dalam pelayanan gereja, misalnya sebagai lektor, misdinar, paduan suara, atau bahkan sebagai calon pemimpin umat di masa depan.

Hendrikus Hendri menambahkan, "Kita percaya bahwa kaum muda adalah masa depan gereja. Dengan menerima Krisma, mereka diteguhkan untuk berani bersaksi dan berperan aktif dalam pewartaan Injil, baik di lingkungan gereja maupun masyarakat luas."

Momen Penting Menuju Puncak Perayaan

Agenda 14 September 2025 hanyalah salah satu tahapan penting sebelum puncak perayaan Sakramen Krisma. Biasanya, penerimaan Sakramen Krisma akan dipimpin langsung oleh Mgr. Pius Riana Prapdi.Uskup Keuskupan Ketapang.

Oleh karena itu, setiap tahapan dipersiapkan dengan penuh kesungguhan. Sakramen Tobat dan gladi kotor ini diharapkan memantapkan hati para calon krismawan agar siap menyambut hari besar dengan penuh sukacita iman.

Kesimpulan

Agenda persiapan Sakramen Krisma di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, tetapi sebuah proses pendewasaan iman. Melalui Sakramen Tobat dan Gladi Kotor, para calon krismawan dipersiapkan secara rohani dan liturgis agar siap menerima Roh Kudus dalam Sakramen Krisma.

Ketua Bidang Pewartaan, Hendrikus Hendri, S.S., menegaskan bahwa persiapan ini merupakan bentuk tanggung jawab gereja dalam mendampingi umat, khususnya kaum muda, agar semakin berakar dalam iman dan siap menjadi saksi Kristus.

Dengan semangat kebersamaan, antusiasme umat, dan doa seluruh komunitas, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menantikan momen bersejarah ini. Harapannya, generasi muda Katolik semakin diteguhkan dalam iman dan siap menjadi pelayan yang setia di tengah dunia.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   8  September  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar