Serviens in Caritate”: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Ucapkan Selamat Ulang Tahun Tahbisan Episkopal ke-13 kepada Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi

 

Foto Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi

Serviens in Caritate”: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Ucapkan Selamat Ulang Tahun Tahbisan Episkopal ke-13 kepada Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi


Ketapang, 9 September 2025 .Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai hati umat Katolik Keuskupan Ketapang pada hari ini, Selasa, 9 September 2025. Tepat tiga belas tahun yang lalu, pada tanggal 9 September 2012, Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Ketapang. Dalam rentang waktu pelayanan yang penuh kasih dan pengabdian ini, umat Keuskupan Ketapang, khususnya Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, dengan penuh hormat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun tahbisan episkopal yang ke-13 kepada gembala mereka tercinta.

Ucapan syukur dan doa dipanjatkan tidak hanya dari para imam dan religius, tetapi juga dari seluruh umat beriman. Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, di bawah kepemimpinan Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP., dan Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., bersama Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Jeno Leo, beserta jajaran pengurus paroki, menyampaikan doa tulus agar Bapa Uskup senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan sukacita dalam melanjutkan karya pelayanan yang diemban.

Jejak Hidup Sang Gembala: Dari Paniai Menuju Ketapang

Mgr. Pius Riana Prapdi lahir di Paniai, Papua, pada 5 Mei 1967. Latar belakang kehidupannya yang sederhana di tanah Papua membentuk pribadi yang rendah hati, penuh kesabaran, dan dekat dengan umat kecil. Perjalanan panggilannya berawal dari semangat melayani yang ditumbuhkan sejak muda, hingga akhirnya beliau menanggapi panggilan Tuhan dengan masuk seminari.

Pada 8 Juli 1995, beliau ditahbiskan menjadi imam, sebuah tonggak awal dalam perjalanan pengabdian panjangnya. Selama bertahun-tahun, beliau melayani dengan penuh dedikasi di berbagai bidang karya pastoral. Hingga akhirnya, 25 Juni 2012, takdir Gereja universal menuntunnya: Paus Benediktus XVI memilihnya sebagai Uskup Ketapang. Tiga bulan kemudian, pada 9 September 2012, beliau resmi ditahbiskan menjadi Uskup, menggembalakan umat di bumi Kayong, Kalimantan Barat.

Foto Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi

Motto Episkopal: Serviens in Caritate – “Pelayanan dalam Kasih”

Setiap Uskup membawa motto sebagai arah dan jiwa pelayanannya. Bagi Mgr. Pius Riana Prapdi, motto itu adalah “Serviens in Caritate” atau “Pelayanan dalam Kasih.” Motto ini bukan sekadar kata-kata, melainkan pedoman yang nyata dalam setiap langkah dan keputusan pastoral beliau.

Selama 13 tahun, motto tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk nyata: mendekatkan diri dengan umat di pelosok, memberikan perhatian kepada kaum kecil dan tersisih, serta menekankan pelayanan yang tulus tanpa pamrih. Tidak heran jika umat Keuskupan Ketapang melihat sosok gembala mereka sebagai teladan kasih yang sederhana, rendah hati, dan penuh pengorbanan.

Ucapan Syukur dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Dalam momen istimewa ini, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun tahbisan episkopal yang ke-13 kepada Bapa Uskup. Ucapan ini bukan hanya formalitas, tetapi lahir dari hati umat yang sungguh merasakan dampak nyata pelayanan beliau.

Selamat ulang tahun tahbisan episkopal yang ke-13 kepada Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi. Semoga Bapa Uskup senantiasa sehat, diberi sukacita, dan tetap teguh dalam semangat Serviens in Caritate — pelayanan dalam kasih,” demikian ungkapan bersama dari Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP., Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., serta Ketua DPP Paroki Bapak Jeno Leo.

Ucapan tersebut juga disampaikan secara kolektif oleh jajaran Dewan Pastoral Paroki:

Ketua I: Bapak Jeno Leo

Ketua II: Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro

Sekretaris I: Ibu Elisabet Susana

Sekretaris II: Bapak Matheas

Bendahara I: Bapak Fransiskus Xaverius Krisna Murti

Bendahara II: Ibu Luliana Suan

Bendahara III: Bapak Viktorius Ferdinan

Ketua Bidang Liturgi: Hendrikus Hendri, S.S.

Mereka, bersama seluruh umat Paroki Santo Agustinus, menyatukan doa agar Bapa Uskup tetap menjadi terang bagi Gereja di Ketapang.

Tiga Belas Tahun Perjalanan: Gembala yang Hidup Bersama Umat

Selama tiga belas tahun memimpin Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi dikenal dekat dengan umatnya. Beliau tidak segan turun langsung ke stasi-stasi yang jauh, bahkan hingga ke pelosok pedalaman. Kehadiran seorang gembala di tengah umat kecil memberikan kekuatan moral dan rohani, seolah menghadirkan kasih Kristus sendiri.

Salah satu ciri khas pelayanan beliau adalah keterbukaan. Beliau mendengarkan aspirasi umat, mendorong partisipasi kaum awam dalam kehidupan Gereja, dan menekankan pentingnya kolaborasi antara imam, religius, dan awam. Gaya kepemimpinan yang partisipatif ini menjadikan Gereja Ketapang lebih hidup, dinamis, dan berkembang.

Tidak hanya itu, beliau juga mendorong pengembangan pendidikan iman bagi anak-anak dan kaum muda, serta memberi perhatian pada kelompok-kelompok kategorial. Semua ini adalah wujud nyata dari motto episkopalnya.

Tantangan dan Harapan di Tengah Zaman

Menjadi Uskup di era modern bukanlah hal mudah. Mgr. Pius Riana Prapdi menghadapi berbagai tantangan: arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, hingga dinamika sosial-ekonomi di wilayah Ketapang yang masih berhadapan dengan kesenjangan.

Namun, beliau menanggapi tantangan tersebut dengan sikap bijaksana. Gereja diarahkan agar tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga hadir nyata dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan budaya masyarakat. Gereja diajak untuk terus bertransformasi agar mampu menjawab kebutuhan zaman, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai perpanjangan kasih Kristus.

Di momen ulang tahun tahbisan ini, umat berharap agar Bapa Uskup terus diberi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan, sekaligus tetap setia menuntun umat menuju persatuan, kedamaian, dan iman yang teguh.

Doa dan Harapan Umat

Sebagai penutup dari rangkaian ucapan, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan doa khusus:

Ya Tuhan, kami bersyukur atas kehadiran Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi yang Engkau pilih menjadi gembala bagi Keuskupan Ketapang. Berkatilah beliau dengan kesehatan, panjang umur, dan kebijaksanaan dalam memimpin. Semoga semangat Serviens in Caritate senantiasa mengalir dalam setiap karya pelayanannya.

Ucapan doa ini menjadi gambaran rasa cinta umat kepada gembala mereka.

Penutup: 13 Tahun Pelayanan, Sejarah yang Terus Hidup

Tiga belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu itu, Mgr. Pius Riana Prapdi telah menorehkan jejak kasih yang dalam bagi umat Keuskupan Ketapang. Setiap langkah, setiap pelayanan, dan setiap doa yang beliau panjatkan menjadi bagian dari sejarah iman umat di tanah Kayong.

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, bersama seluruh umat Keuskupan Ketapang, meneguhkan kembali doa dan harapan mereka. Bahwa di bawah kepemimpinan Mgr. Pius Riana Prapdi, Gereja akan terus bertumbuh, berakar dalam iman, dan berbuah dalam kasih.

Dengan penuh syukur, umat berseru:
“Selamat ulang tahun tahbisan episkopal yang ke-13, Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi. Serviens in Caritate — Pelayanan dalam Kasih, kini dan selamanya!”

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   9  September  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar