Berita Duka Cita: Kepergian Bapak Libertus Unduk, Sosok yang Dikenang dengan Kasih dan Keteladanan Iman
Ketapang Hari ini, Rabu, 17 September 2025, umat Katolik di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, diselimuti kabut duka mendalam atas berpulangnya salah seorang umat yang dikasihi, Bapak Libertus Unduk. Beliau dipanggil Tuhan pada usia 62 tahun, setelah mengalami serangan jantung pada pukul 05.00 WIB subuh di RS Umum Bethesda Serukam, yang beralamat di Jalan Raya Singkawang – Bengkayang KM.49, Pasti Jaya, Samalantan, Suka Maju, Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kabar duka ini bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi umat, sahabat, kerabat, dan seluruh lingkungan Gereja Katolik di Ketapang. Kepergian beliau menjadi tanda bahwa Allah memanggil anak-Nya untuk beristirahat dalam kedamaian abadi, setelah perjuangan panjang di dunia.
Ucapan Belasungkawa dari Para Pemimpin Gereja
Rasa duka yang mendalam datang dari berbagai pihak, khususnya dari jajaran gereja. Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP dalam pernyataannya menyampaikan belasungkawa yang penuh harapan iman:
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas dipanggilnya Bapak Libertus Unduk. Semoga beliau kini damai dan bahagia bersama Bapa di surga. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. Amin. Tuhan memberi kebahagiaan kekal dalam persekutuan para kudus, dan keluarga diberi kekuatan serta penghiburan iman.”
Sementara itu, Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP juga menyampaikan kata-kata penghiburan yang penuh kelembutan:
“Beristirahatlah dengan tenang dalam kedamaian abadi di rumah Bapa. Kini engkau sembuh dari segala sakit dan penderitaan yang pernah dialami di dunia, Bapak Libertus Unduk. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikuatkan dalam iman dan cinta kasih Tuhan.”
Suara Duka dari Dewan Pastoral Paroki
Keluarga besar Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, yang dipimpin oleh Ketua DPP, Bapak Jeno Leo, bersama seluruh DPP inti dan segenap umat paroki, juga menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
Dalam pernyataannya, DPP menulis:
“Kami segenap umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Libertus Unduk. Semoga almarhum beristirahat dalam damai bersama Tuhan, dan keluarga diberikan kekuatan serta penghiburan dari iman Katolik. Kehilangan ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga duka bagi seluruh umat yang mengenal beliau.”
Peran dalam Keluarga dan Lingkungan
Bapak Libertus Unduk dikenal sebagai sosok yang penuh kasih, sederhana, dan memiliki semangat pelayanan. Beliau adalah mertua dari Yohanes Suprastha, Ketua Lingkungan St. Sisilia, dan ayahanda dari Ibu Anita (istri Pak Suprastha). Hubungan kekeluargaan ini membuat kabar duka semakin terasa bagi umat di lingkungan tersebut, mengingat peran keluarga yang aktif dalam kehidupan menggereja.
Sebagai seorang ayah, suami, mertua, dan sahabat, Bapak Libertus Unduk meninggalkan kenangan indah yang akan terus dikenang. Banyak yang menuturkan bahwa beliau adalah pribadi yang sabar, ramah, dan memiliki hati yang penuh pengertian. Dalam lingkup keluarga, beliau adalah tempat bersandar, memberi nasihat, serta menghadirkan cinta kasih yang tulus tanpa pamrih.
Detik-Detik Kepergian
Menurut informasi keluarga, almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 05.00 WIB di RS Umum Bethesda Serukam setelah mengalami serangan jantung mendadak. Meskipun sempat mendapat perawatan medis, Tuhan berkehendak lain dan memanggil beliau kembali ke pangkuan-Nya.
Kejadian yang begitu cepat ini menjadi pukulan berat bagi keluarga besar. Namun, iman Katolik mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Doa dan pengharapan kini dipanjatkan agar jiwa beliau diterima di surga.
Suasana Duka di Tengah Umat
Kabar kepergian Bapak Libertus Unduk segera menyebar di tengah umat, terutama di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan Lingkungan St. Sisilia. Umat berkumpul untuk menyampaikan doa, dukungan, dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Doa Rosario, misa arwah, serta pertemuan doa bersama dijadwalkan untuk mendoakan almarhum, sesuai dengan tradisi Katolik yang penuh makna iman. Di setiap doa, umat memohon agar Tuhan memberikan ketabahan kepada keluarga serta menuntun jiwa almarhum menuju kehidupan kekal dalam persatuan dengan para kudus.
Kenangan yang Tidak Terlupakan
Almarhum Libertus Unduk adalah pribadi yang meninggalkan jejak kasih bagi banyak orang. Rekan-rekan dan tetangga mengenangnya sebagai sosok yang rendah hati, mudah bergaul, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Bagi keluarga, beliau adalah tiang penopang, tempat bersandar, dan sumber kekuatan. Bagi umat gereja, beliau adalah teladan iman sederhana yang patut diteladani. Bagi sahabat dan tetangga, beliau adalah sosok ramah yang selalu menghadirkan senyum dan kebaikan.
Pesan Iman dalam Kepergian
Gereja Katolik selalu menegaskan bahwa kematian adalah misteri iman, yang membawa umat beriman masuk dalam kehidupan kekal. Dalam doa Gereja, kita memohon:
"Ya Tuhan, berikanlah istirahat kekal kepada hamba-Mu, Libertus Unduk, dan pancarkanlah cahaya abadi atasnya. Semoga ia beristirahat dalam damai. Amin."
Doa ini bukan hanya sekadar penghiburan, tetapi juga ungkapan iman bahwa hidup kekal adalah tujuan akhir setiap orang beriman. Kepergian Bapak Libertus Unduk mengingatkan kita semua akan pentingnya hidup dalam kasih, pelayanan, dan pengharapan.
Harapan untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan ini tentu meninggalkan luka mendalam. Namun, iman dan doa menjadi kekuatan utama dalam menghadapi saat-saat sulit. Gereja dan umat mendukung penuh keluarga almarhum agar tetap kuat, tabah, serta terus menaruh pengharapan kepada Kristus yang bangkit.
Pesan penghiburan dari berbagai pihak juga terus mengalir, baik melalui doa, ucapan belasungkawa, maupun kehadiran nyata umat dalam mendampingi keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa Gereja adalah satu tubuh, di mana setiap anggotanya saling menopang dalam suka maupun duka.
Penutup: Kehidupan Kekal sebagai Pengharapan
Kepergian Bapak Libertus Unduk pada usia 62 tahun menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan di dunia ini fana dan terbatas. Namun, iman Katolik meyakini bahwa di balik kematian, ada kehidupan kekal bersama Allah.
Dalam pengharapan iman, kita percaya bahwa almarhum kini beristirahat dalam pelukan kasih Bapa di surga, bebas dari segala penderitaan duniawi, dan bergabung dalam persekutuan para kudus.
Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan, dan umat yang mengenang beliau semakin diteguhkan dalam iman dan kasih.
Doa untuk Almarhum
"Ya Allah, kami percaya bahwa Engkau adalah sumber kehidupan dan kasih. Kami menyerahkan jiwa Bapak Libertus Unduk ke dalam tangan-Mu yang penuh belas kasih. Terimalah dia dalam rumah-Mu yang kekal, bebaskanlah dia dari segala dosa, dan anugerahkanlah sukacita abadi dalam persekutuan para kudus. Amin."
🕊️ Turut Berduka Cita Sedalam-Dalamnya
Semoga jiwa beliau beristirahat dalam damai, dan keluarga senantiasa diberi ketabahan.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 17 September 2025

0 comments:
Posting Komentar