Misa Penutupan SEKAMIKeuskupan Ketapang:
Anak-anak Katolik Dipanggil Menjadi Misioner Sejati
Ketapang, 7 September 2025.Suasana penuh syukur dan sukacita memenuhi Aula 2 Catholic Center Paya Kumang, Ketapang, saat Misa Penutupan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) berlangsung pada Minggu, 7 September 2025, pukul 11.17 WIB. Misa kudus dipimpin oleh R.P. Rovinus Longa, CP, dengan bacaan pertama dibawakan oleh Suster Dipna, OSA, bacaan kedua oleh Bruder Yono, mazmur oleh Suster Astin, CP, dan lantunan musik liturgi diperkaya oleh alunan organ Athanasius Akwila.
Dalam homilinya, R.P. Rovinus Longa, CP, menyampaikan pesan mendalam dengan cara yang menyentuh dan penuh makna bagi anak-anak SEKAMI. Ia menceritakan kisah sederhana tentang seorang anak yang lari ke hutan karena tidak diberi jajan. Di sana ia berjumpa dengan ular kobra, harimau, dan binatang buas lain. Ketika ditanya apa yang terjadi selanjutnya, Kenzi, salah satu peserta SEKAMI, menjawab lantang: “Bangun dari mimpi, dan mendapat hadiah rosario.” Jawaban itu disambut penuh sukacita oleh seluruh peserta.
Pastor Rovinus menekankan bahwa hidup manusia tidak boleh kosong tanpa Roh Kudus. “Hidup ini adalah misi dan panggilan. Ada yang dipanggil menjadi pastor, suster, bruder, dan ada yang dipanggil menjadi pewarta awam di tengah dunia. Semua itu adalah bentuk panggilan dari Allah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan anak-anak untuk tetap tekun sejak masa sekolah minggu, hingga remaja, dan aktif dalam komunitas Gereja seperti OMK, Legio Maria, dan lainnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bacaan kedua yang mengingatkan bahwa kita semua adalah saudara dalam Kristus. “Kita harus kompak, dari paroki sampai ke pelosok desa, menjadi saksi Kristus yang sejati,” tegasnya. Homili ditutup dengan seruan penuh semangat: “Selamat bermisi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.”
Kehadiran Paroki-Paroki dari Keuskupan Ketapang
Perayaan ini semakin meriah karena dihadiri oleh anak-anak SEKAMI dari berbagai paroki di Keuskupan Ketapang, antara lain:
-
Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang
-
Paroki Santa Gemma Galgani
-
Paroki Santo Petrus Rasul, Nanga Tayap
-
Paroki Santo Carolus Borromeus, Tembelina
-
Paroki Santo Gabriel, Sandai
-
Paroki Salib Suci, Menyumbung
-
serta paroki-paroki lain di wilayah Keuskupan Ketapang.
Kreativitas dan semangat anak-anak dari berbagai paroki membuat suasana semakin meriah. Mereka menampilkan tarian, drama singkat, hingga lagu rohani yang memperkuat suasana sukacita. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk membangun persaudaraan lintas paroki, memupuk semangat persatuan, dan memperteguh iman mereka sebagai murid Kristus.
SEKAMI: Wadah Pembinaan Iman Anak dan Remaja Katolik
SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) adalah organisasi resmi Gereja Katolik yang berada di bawah koordinasi Serikat Kepausan Misi Sedunia (SPMS). Gerakan ini lahir dari keprihatinan Gereja terhadap pentingnya membina anak-anak sejak dini agar memiliki semangat misioner.
Didirikan pada tahun 1843 di Prancis oleh Uskup Charles de Forbin-Janson, awalnya organisasi ini dikenal dengan nama Holy Childhood Association. Tujuan utamanya adalah mengajak anak-anak Katolik di Eropa mendoakan dan membantu anak-anak di negara-negara misi, khususnya di Asia dan Afrika.
Di Indonesia, SEKAMI hadir dengan moto “Anak membantu anak” (Children Helping Children). Moto ini menekankan bahwa anak-anak tidak hanya sebagai penerima iman, tetapi juga pewarta kasih Tuhan yang aktif.
Spirit 2D 2K: Pilar Utama SEKAMI
SEKAMI mengajarkan empat pilar yang dikenal sebagai 2D 2K:
-
Doa – Anak-anak diajak rajin berdoa, baik doa tradisional maupun doa spontan.
-
Derma – Mereka dilatih untuk berbagi, meskipun hanya sebagian kecil dari uang jajan.
-
Kurban – Belajar berkorban, menahan diri, dan rela memberi demi kebaikan sesama.
-
Kesaksian – Menjadi saksi iman melalui perbuatan nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan.
Nilai-nilai ini membentuk karakter anak-anak SEKAMI agar tumbuh dalam iman, memiliki kepekaan sosial, serta berani bersaksi tentang Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
SEKAMI Live-In: Pembinaan Iman yang Hidup
Selain kegiatan rutin, SEKAMI Keuskupan Ketapang juga menyelenggarakan Live-In sebagai sarana pembinaan iman yang lebih mendalam. Dalam kegiatan ini, para peserta tinggal bersama keluarga Katolik, berdoa bersama, mengikuti Ekaristi, serta belajar dari pengalaman sederhana kehidupan sehari-hari.
Ada tiga tujuan utama Live-In SEKAMI:
-
Pembinaan iman mendalam – membiasakan doa, Ekaristi, refleksi, dan iman yang kontekstual.
-
Pengembangan karakter – menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, kerendahan hati, serta kepekaan sosial.
-
Persiapan misi – melatih anak-anak untuk menjadi pembawa damai, terlibat dalam karya Gereja, menjadi saksi di sekolah maupun dunia digital, serta menghidupi semangat 2D 2K.
Tantangan dan Harapan
Perjalanan pembinaan iman anak-anak SEKAMI di Keuskupan Ketapang tidak selalu mudah. Jarak geografis antarstasi yang jauh, keterbatasan pendamping, serta sarana prasarana yang minim menjadi tantangan nyata. Namun, justru di tengah keterbatasan itu, semangat misioner semakin nampak.
Anak-anak belajar untuk menghargai hal-hal sederhana, tetap tekun dalam doa, dan berani bersaksi tentang Kristus. Harapannya, ke depan SEKAMI semakin berkembang di Keuskupan Ketapang, dengan dukungan penuh dari para imam, suster, bruder, animator, serta keluarga Katolik.
Penutup
Misa Penutupan SEKAMI di Catholic Center Paya Kumang bukan hanya penutup sebuah rangkaian kegiatan, melainkan awal dari perjalanan baru anak-anak dan remaja Katolik dalam misi mereka. Mereka diutus untuk menjadi sahabat Yesus, hidup dalam doa, berbagi dengan sesama, berani berkorban, dan bersaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat persaudaraan lintas paroki, mereka dipanggil untuk membawa terang Kristus hingga ke pelosok-pelosok desa. SEKAMI bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan iman yang mempersiapkan generasi muda Katolik untuk menjadi garam dan terang dunia.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 7 September 2025
0 comments:
Posting Komentar