SEKAMI Live-In Perdana Keuskupan Ketapang: Membina Iman, Karakter, dan Semangat Misioner Remaja Katolik”

 

Foto R.P. Rovinus Longa, CP .Saudari Susana Eniyanti, S.Pd.

Sr. Agnes, OSA

SEKAMI Live-In Perdana Keuskupan Ketapang: Membina Iman, Karakter, dan Semangat Misioner Remaja Katolik”

Ketapang, 7 September 2025.Keuskupan Ketapang mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan kegiatan perdana SEKAMI Live-In yang berlangsung pada 5–7 September 2025 di Catholic Center, Paya Kumang, wilayah Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Kegiatan ini melibatkan anak-anak dan remaja Katolik dari berbagai paroki, khususnya Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Paroki Santa Gemma Galgani, Paroki Santo Petrus Rasul Nanga Tayap, Paroki Santo Carolus Borromeus Tembelina, Paroki Santo Gabriel Sandai, Paroki Salib Suci Menyumbung, serta paroki-paroki lainnya, didampingi imam, biarawan-biarawati, dan animator SEKAMI.





















































































Hidup Bersama Umat: Menemukan Sukacita dalam Kesederhanaan

Sejak Jumat malam, 5 September 2025, para peserta ditempatkan di rumah-rumah umat di sekitar Paya Kumang. Selama dua malam, yakni Jumat dan Sabtu, mereka hidup bersama keluarga Katolik setempat. Mereka tidak hanya diterima dengan penuh keramahan, tetapi juga ikut dalam keseharian keluarga: bangun pagi, sarapan bersama, berdoa sebelum makan, membantu pekerjaan rumah seperti mencuci piring dan menyiapkan makanan.

Pengalaman ini memberi kesan mendalam. Beberapa peserta dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyatakan kegembiraan karena merasa seperti bagian dari keluarga tuan rumah. Sementara itu, remaja dari Paroki Santa Gemma Galgani, Petra Amerigo Pananyu, mengatakan:

“Kami senang bisa berada di tengah keluarga. Ada keteraturan dan kedisiplinan yang menumbuhkan rasa syukur dalam diri kami. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai remaja Katolik.”

Selain itu, kuis keluarga yang dipandu oleh R.P. Rovinus Longa, CP menambah semarak suasana. Pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan keluarga membuat anak-anak semakin memahami arti peran setiap anggota rumah tangga. Hadiah berupa rosario dan foto Paus Leo XIV diberikan kepada peserta yang beruntung, menjadi kenang-kenangan rohani yang penuh makna.

Sharing Session: Mengolah Pengalaman Iman

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 7 September 2025, di Aula 2 Catholic Center. Sharing session dimulai pukul 07.15 hingga 11.00 WIB, dipandu oleh R.P. Rovinus Longa, CP, Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, bersama Saudari Susana Eniyanti, S.Pd.

Dalam sesi ini, peserta dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Paroki Santa Gemma Galgani, Paroki Santo Petrus Rasul Nanga Tayap, Paroki Santo Carolus Borromeus Tembelina, Paroki Santo Gabriel Sandai, dan Paroki Salib Suci Menyumbung bergantian membagikan pengalaman mereka. Aurelius Kenzie Sentoso dan Stefani Clara Titu mengaku tersentuh dengan kesederhanaan hidup keluarga tuan rumah. Christian Rogert dari Paroki Santa Gemma Galgani menyampaikan:

“Kami belajar arti doa dan kebersamaan dari keluarga sederhana. Mereka mengajarkan disiplin, doa bersama sebelum makan, dan semangat gotong royong. Itu hal yang sederhana, tetapi penuh makna.”

Sesi sharing juga dilengkapi dengan lomba yel-yel antar kelompok. Kreativitas dan semangat anak-anak dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Paroki Santa Gemma Galgani, Paroki Santo Petrus Rasul Nanga Tayap, Paroki Santo Carolus Borromeus Tembelina, Paroki Santo Gabriel Sandai, Paroki Salib Suci Menyumbung, serta paroki-paroki lainnya membuat suasana semakin meriah. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk membangun persaudaraan.

Pendampingan: Peran Imam, Biarawan-Biarawati, dan Animator

Kegiatan live-in ini berjalan lancar berkat dukungan para pendamping. R.P. Rovinus Longa, CP tidak hanya menjadi penggerak utama, tetapi juga inspirator yang menanamkan semangat misioner. Ia didampingi oleh Sr. Agnes, OSA, Saudari Susana Eniyanti, S.Pd, serta para suster dan bruder lainnya.

Sr. Agnes, OSA dengan penuh semangat mendokumentasikan momen-momen berharga melalui foto dan video, memastikan pengalaman ini tidak hanya terekam di hati, tetapi juga dalam arsip Gereja. Kehadiran para biarawan-biarawati memberi teladan konkret tentang hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan dan sesama.

SEKAMI: Sejarah, Semangat, dan Spiritualitas

SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) adalah bagian dari Serikat Kepausan Misi Sedunia (SPMS), yang berada di bawah koordinasi langsung Takhta Suci. Didirikan pada tahun 1843 oleh Uskup Charles de Forbin-Janson di Prancis dengan nama Holy Childhood Association, gerakan ini berawal dari keprihatinan terhadap anak-anak di negara-negara misi yang hidup dalam kesulitan.

Semboyan SEKAMI, Children Helping Children (Anak Membantu Anak), menegaskan bahwa anak-anak Katolik tidak hanya menjadi penerima iman, melainkan juga pelaku misi. Dalam praksisnya, semboyan ini diwujudkan melalui doa bagi anak-anak di seluruh dunia, derma dari uang jajan, serta aksi sosial nyata.

Selain itu, SEKAMI menghidupi spiritualitas 2D 2K: Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian. Nilai-nilai ini menjadi dasar pembinaan iman dan karakter anak-anak Katolik di Keuskupan Ketapang.

Tujuan Live-In: Membentuk Generasi Misioner

Kegiatan live-in dirancang untuk mencapai tiga tujuan besar:

  1. Pembinaan Iman Mendalam — Anak-anak diajak membangun kebiasaan doa, menghayati Ekaristi sebagai pusat hidup, dan melakukan refleksi bersama. Iman mereka dibentuk bukan hanya secara teoritis, tetapi melalui pengalaman nyata.

  2. Pengembangan Karakter — Tinggal bersama keluarga Katolik sederhana mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepekaan sosial, kerjasama, serta karakter Kristiani yang berlandaskan kasih dan kerendahan hati.

  3. Persiapan Misi — Anak-anak Katolik dilatih menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, lingkungan, bahkan dunia digital. Mereka dipanggil untuk menjadi pembawa damai, aktif dalam karya Gereja, dan mewartakan Kabar Gembira melalui hidup sehari-hari.

Tantangan dan Harapan

Pelayanan pastoral anak dan remaja di Keuskupan Ketapang menghadapi tantangan nyata: jarak antar stasi yang jauh, keterbatasan pendamping, dan sarana yang minim. Namun, dalam keterbatasan ini, semangat misioner justru semakin tampak. Anak-anak belajar menghargai hal sederhana dan menghidupi iman dengan penuh sukacita.

Ke depan, SEKAMI Live-In diharapkan menjadi agenda rutin, bukan hanya di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Santa Gemma Galgani, Santo Petrus Rasul Nanga Tayap, Santo Carolus Borromeus Tembelina, Santo Gabriel Sandai, atau Salib Suci Menyumbung, tetapi juga menyebar ke paroki-paroki lain di seluruh Keuskupan Ketapang. Dukungan para pastor, suster, bruder, animator, dan keluarga Katolik menjadi kunci keberlanjutan gerakan ini.

Penutup: Awal dari Perjalanan Panjang

SEKAMI Live-In Perdana Keuskupan Ketapang telah membuktikan bahwa anak-anak dan remaja adalah bagian penting dari Gereja masa kini, bukan hanya masa depan. Dengan semangat Children Helping Children dan 2D 2K, mereka dilatih untuk beriman kokoh, berkarakter mulia, dan siap mewartakan kasih Kristus.

“Melalui live-in ini, kita mempersiapkan generasi muda Katolik yang berakar dalam iman, berbuah dalam kasih, dan siap diutus dalam misi Gereja,” tegas R.P. Rovinus Longa, CP.

Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Gereja di Keuskupan Ketapang kini memiliki dasar kuat untuk membina remaja menjadi misionaris muda, yang akan membawa terang Kristus ke setiap sudut dunia  dimulai dari rumah, sekolah, paroki, hingga dunia digital.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   7 September  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar