Doa Rosario Berantai Keluarga Bapak Christian Asian Menguatkan Iman Keluarga
di Masa Adven 2025
Ketapang, 7 Desember 2025. Suasana teduh dan penuh kekhidmatan menyelimuti rumah Keluarga Bapak Christian Asian, yang pada Jumat, 5 Desember 2025, mendapatkan giliran menjadi tuan rumah Doa Rosario Berantai Khusus Keluarga di Lingkungan Santo Pilipus, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang. Ibadat yang dilaksanakan dalam rangkaian Masa Adven 2025 ini berlangsung mulai pukul 18.47 WIB hingga 20.07 WIB, dan seluruh rangkaian doa dipersembahkan secara khusus oleh dan untuk keluarga inti Bapak Christian Asian, sesuai tata pelaksanaan Rosario berantai yang telah diatur dalam lingkungan.
Suasana Doa yang Hangat dan Mendalam
Menjelang waktu dimulainya doa, rumah keluarga tampak tertata rapi dan penuh suasana kerohanian. Sebuah meja kecil di tengah ruang keluarga dihiasi lilin-lilin berwarna ungu dan merah muda yang menjadi simbol Masa Adven, serta patung Bunda Maria yang menjadi pusat devosi dalam doa Rosario. Di antara cahaya lilin yang temaram, keluarga berkumpul dengan penuh kesadaran akan makna Adven sebagai masa penantian yang penuh harapan akan kedatangan Tuhan Yesus.
Tepat pukul 18.47 WIB, doa dimulai dengan tanda salib dan pengantar singkat yang dibacakan oleh Bapak Christian Asian. Dalam pengantarnya, beliau menekankan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah Doa Rosario Berantai bukan sekadar giliran rutin, tetapi sebuah undangan untuk membuka hati dan keluarga agar semakin dekat dengan Tuhan melalui perantaraan Santa Perawan Maria.
Istri dan anak-anak beliau mengikuti dengan penuh khidmat, menghadirkan suasana doa yang sederhana namun dalam, sesuai dengan tradisi umat Katolik dalam memaknai masa penantian Adven yang kudus.
Makna Rosario Berantai dalam Kehidupan Umat
Doa Rosario berantai merupakan tradisi yang hidup dalam berbagai lingkungan di Paroki Santo Agustinus. Ibadat ini dilaksanakan secara bergilir dari satu keluarga ke keluarga lain, tetapi pada kesempatan ini, sesuai permintaan dan pengaturan lingkungan, nama keluarga lain tidak dicantumkan, karena pelaksanaan doa difokuskan secara khusus pada keluarga yang mendapat giliran.
Bagi keluarga yang menjadi penyelenggara, doa Rosario berantai menjadi momen istimewa untuk mempersembahkan intensi-intensi pribadi dan keluarga, sekaligus memohon penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Keluarga Bapak Christian Asian, doa ini menjadi suatu kesempatan untuk memperkokoh ikatan iman, membangun harapan, dan memperbarui komitmen keluarga dalam menghayati kasih Kristus.
Doa tersebut bukan hanya rutinitas rohani, tetapi sebuah tradisi yang menumbuhkan kesadaran iman, menghadirkan kedamaian, serta menanamkan nilai-nilai Kristiani kepada anak-anak sebagai generasi penerus.
Pelaksanaan Doa Selama Masa Adven 2025
Tahun ini, Masa Adven dimulai pada Minggu, 30 November 2025, dan berakhir pada tanggal 24 Desember 2025. Selama masa ini, seluruh umat Katolik diajak merenungkan Peristiwa Gembira (Joyful Mysteries), yaitu lima misteri yang menggambarkan peran Maria dalam karya keselamatan Allah.
Peristiwa Gembira tersebut terdiri atas:
-
Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38)
-
Maria mengunjungi Elisabet (Luk 1:39-45)
-
Yesus dilahirkan di Betlehem (Luk 2:1-7)
-
Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40)
-
Yesus ditemui kembali dalam Bait Allah (Luk 2:41-52)
Kelima misteri ini menjadi bahan perenungan Keluarga Bapak Christian Asian sepanjang Rosario yang didaraskan dengan penuh kesungguhan. Suara Salam Maria yang diucapkan berulang dalam ritme yang perlahan dan teratur menghadirkan suasana batin yang teduh, membantu keluarga memasuki keheningan doa yang mendalam.
Rangkaian Tata Cara Doa pada Malam Itu
Doa Rosario dilaksanakan mengikuti tata cara umum yang berlaku dalam Gereja Katolik, yakni:
-
Memegang salib dan mengucapkan Syahadat Para Rasul
-
Mengucapkan Doa Bapa Kami pada manik besar pertama
-
Mengucapkan tiga Salam Maria sebagai permohonan iman, harapan, dan kasih
-
Mengucapkan Kemuliaan
-
Mengumumkan misteri pertama, kemudian mengucapkan Doa Bapa Kami
-
Mengucapkan sepuluh Salam Maria pada setiap dekade
-
Mengucapkan Kemuliaan dan Doa Fatima
-
Mengulangi langkah-langkah ini untuk misteri kedua hingga kelima
-
Mengakhiri dengan Salam Ya Ratu dan doa penutup
Seluruh rangkaian doa dipimpin secara bergantian oleh setiap anggota keluarga sesuai kemampuan dan kesiapan mereka. Anak-anak dalam keluarga tersebut pun mendapat kesempatan memimpin bagian tertentu, sehingga doa ini menjadi ruang pembinaan iman dalam lingkup keluarga.
Doa untuk Kedamaian, Persatuan, dan Keselamatan Keluarga
Sepanjang doa berlangsung, Keluarga Bapak Christian Asian mempersembahkan intensi khusus bagi kedamaian, persatuan, kesehatan, dan keselamatan keluarga mereka. Sebagai keluarga Katolik, mereka meyakini bahwa berserah diri melalui perantaraan Bunda Maria merupakan jalan untuk memperoleh kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi tantangan hidup.
Mereka juga memohon agar masa penantian Adven membawa pembaruan bagi kehidupan rohani keluarga dan memberi mereka kesempatan untuk menata kembali relasi dengan Tuhan dan sesama. Doa yang dinaikkan dengan penuh ketulusan mencerminkan kerinduan keluarga ini untuk tetap hidup dalam terang Kristus.
Atmosfer Ibadat yang Penuh Kehangatan Keluarga
Selama doa berlangsung, suasana rumah terasa sangat hangat. Tatapan penuh kasih antar anggota keluarga memperlihatkan betapa doa ini bermakna bagi mereka. Anak-anak tampak mengikuti doa dengan disiplin, dan hal ini menjadi kesaksian bahwa kehidupan doa yang dibangun dalam keluarga dapat menumbuhkan nilai-nilai iman sejak usia dini.
Kehadiran seluruh anggota keluarga dalam satu meja doa juga menciptakan suasana kebersamaan yang indah. Tawa kecil anak-anak di sela-sela pergantian bagian doa tidak mengurangi kekhidmatan, tetapi justru menjadi pengingat bahwa kehidupan iman dalam keluarga adalah perjalanan yang alami, penuh dinamika, dan selalu berkembang.
Rosario Sebagai Tradisi yang Meneguhkan Iman
Bagi Keluarga Bapak Christian Asian, Doa Rosario Berantai bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah tradisi iman yang terus dipelihara. Mereka menyadari bahwa Rosario merupakan sarana untuk memahami dan mengalami kembali perjalanan hidup Yesus melalui mata iman Bunda Maria.
Dengan mendaraskan Rosario, keluarga ini memperdalam hubungan mereka dengan Allah, sekaligus memperkuat solidaritas dan kasih antar anggota keluarga. Tradisi ini juga membantu mereka memaknai kembali tugas perutusan sebagai keluarga Katolik yang dipanggil menjadi saksi iman di tengah masyarakat.
Penutup Doa: Rasa Syukur dan Damai yang Mengalir
Tepat pada pukul 20.07 WIB, rangkaian Rosario berakhir. Doa ditutup dengan ucapan syukur oleh Bapak Christian Asian atas kesempatan yang diberikan kepada keluarga mereka untuk menjadi tuan rumah pada giliran kali ini. Mereka memohon agar Tuhan senantiasa melindungi dan membimbing keluarga dalam perjalanan hidup.
Setelah doa selesai, keluarga meluangkan waktu sejenak untuk berdiam diri, meresapi makna doa yang baru saja mereka jalani. Suasana damai memenuhi ruangan, seakan menjadi tanda bahwa doa mereka diterima dan diberkati oleh Tuhan.
Kesimpulan: Doa Rosario Berantai sebagai Sumber Berkah bagi Keluarga
Pelaksanaan Doa Rosario Berantai Khusus Keluarga Bapak Christian Asian pada 5 Desember 2025 ini merupakan pengalaman iman yang sangat berharga. Melalui doa yang dipanjatkan dengan hati yang penuh kerendahan dan ketulusan, keluarga ini bukan hanya menjalankan tradisi gerejawi, tetapi juga memperkuat pondasi rohani dalam rumah tangga.
Dalam masa Adven yang penuh harapan, doa Rosario menjadi sumber kekuatan, harapan, dan kebahagiaan keluarga. Ibadat ini menuntun mereka untuk memandang hidup dengan kacamata iman dan mempersiapkan hati menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.
Dengan demikian, tradisi Rosario berantai ini tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual keluarga Katolik, termasuk Keluarga Bapak Christian Asian yang telah melaksanakannya dengan penuh kesungguhan, iman, dan cinta.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 7 Desember 2025

0 comments:
Posting Komentar