Doa Rosario Berantai Lingkungan St. Simon: Kesetiaan Iman Keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun di Masa Adven 2025


Foto Bapak Drs. Lukas Lawun dan istrinya

Doa Rosario Berantai Lingkungan St. Simon: Kesetiaan Iman Keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun di Masa Adven 2025

 Kegiatan Doa Rosario Berantai yang Hening dan Penuh Makna

Ketapang, 5 Desember 2025.Dalam suasana masa Adven 2025 yang penuh harapan dan pertobatan, keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun melaksanakan Doa Rosario Berantai Lingkungan St. Simon secara sederhana namun sangat khidmat pada Kamis, 4 Desember 2025. Doa berlangsung di kediaman mereka, yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Desa Paya Kumang, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang.

Berbeda dari kegiatan-kegiatan rosario lingkungan pada umumnya yang sering melibatkan banyak umat, pelaksanaan Doa Rosario Berantai kali ini dilakukan hanya oleh Bapak Drs. Lukas Lawun dan istrinya. Meski tanpa kehadiran umat lain, doa tetap dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, menghadirkan suasana doa keluarga yang tenang, mendalam, dan sangat menyentuh.

Doa dimulai tepat pukul 18.30 WIB dan berakhir pada 19.30 WIB, sesuai jadwal yang ditetapkan dalam rangkaian doa lingkungan selama masa Adven.

Kesederhanaan yang Memperkuat Makna Doa

Meskipun tanpa partisipasi umat lingkungan lainnya, keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun tetap menjalankan kegiatan rohani ini dengan penuh komitmen. Sebuah altar sederhana dipersiapkan di ruang doa keluarga, lengkap dengan lilin Adven, patung Bunda Maria, dan rosario yang menjadi pusat devosi.

Suasana rumah tampak hening, dan dalam keheningan itulah doa dipanjatkan dengan tulus mencerminkan praktik iman keluarga Katolik yang tetap hidup meski dijalankan dalam lingkup yang kecil.

Kesetiaan keluarga ini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana devosi kepada Bunda Maria dan tradisi doa rosario dapat tetap bertumbuh kuat dalam keluarga, juga ketika tidak dilakukan secara berkelompok.

Adven 2025: Masa Penantian dan Pembaruan

Masa Adven tahun 2025 dimulai pada Minggu, 30 November dan berakhir pada 24 Desember. Gereja Katolik mengajak umat untuk mempersiapkan hati menyambut kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Dalam masa ini, umat diajak untuk memasuki perjalanan batin yang penuh harapan, penantian, dan pertobatan.

Doa Rosario Berantai menjadi salah satu sarana rohani yang banyak dilakukan umat Katolik, termasuk di Lingkungan St. Simon. Dalam tradisi liturgis, selama masa Adven, umat merenungkan Peristiwa Gembira (Joyful Mysteries)—misteri-misteri yang berfokus pada inkarnasi dan awal kehidupan Yesus.

Peristiwa Gembira yang Didoakan

Keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun mendaraskan lima Peristiwa Gembira, sebagai berikut:

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
    Menggambarkan kerendahan hati dan ketaatan Maria dalam menjalankan rencana Allah.

  2. Maria mengunjungi Elisabet
    Mengajak umat untuk meneladani semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.

  3. Yesus dilahirkan di Betlehem
    Misteri ini menghadirkan kembali makna kedatangan Sang Juru Selamat dalam kesederhanaan.

  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah
    Menjadi simbol penyerahan diri kepada Allah secara penuh dan total.

  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah
    Menggugah umat untuk senantiasa mencari Yesus sebagai pusat hidup.

Perenungan atas kelima misteri ini membawa suasana doa menjadi lebih mendalam, sekaligus meneguhkan harapan di tengah masa persiapan menjelang Natal.

Tata Cara Doa yang Dijalankan dengan Penuh Kekhusyukan

Walaupun dilakukan hanya oleh dua orang, tata cara doa tetap mengikuti tradisi Gereja secara lengkap:

  • Syahadat Para Rasul

  • Doa Bapa Kami

  • Tiga Salam Maria

  • Kemuliaan

  • Lima dekade rosario, masing-masing meliputi:

    • Pengumuman misteri

    • Satu Bapa Kami

    • Sepuluh Salam Maria

    • Kemuliaan dan Doa Fatima

  • Penutup dengan Salam Ya Ratu Surga dan doa penutup rosario.

Setiap doa diucapkan perlahan, teratur, dan dengan penghayatan mendalam. Bagi keluarga ini, doa tidak harus dilakukan ramai-ramai untuk tetap bermakna kehadiran Allah tetap dirasakan dalam kesederhanaan.

Makna Spiritualitas Keluarga dalam Doa Rosario

Pelaksanaan Doa Rosario Berantai dalam lingkup keluarga inti memiliki nilai spiritual tersendiri. Tradisi ini mengingatkan bahwa keluarga adalah Gereja kecil yang menjadi tempat pertama tumbuhnya iman. Ketika keluarga mampu menjaga tradisi doa di rumah, iman mereka tetap hidup dan bertumbuh meski tanpa kehadiran banyak umat.

Kesetiaan keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun menghidupkan kembali semangat devosi Bunda Maria dalam ruang keluarga. Doa yang dipanjatkan bersama suami-istri ini menunjukkan bahwa cinta, kesetiaan, dan iman dapat menyatu dalam setiap butir doa rosario.

Lingkungan St. Simon dalam Masa Adven

Meskipun kegiatan kali ini tidak melibatkan umat lingkungan secara langsung, kehadiran doa ini menjadi bagian dari rangkaian rohani Lingkungan St. Simon selama masa Adven. Pengurus lingkungan menetapkan jadwal doa rosario berantai untuk memperkuat iman umat dan mempersiapkan hati menyambut misteri Natal.

Kesediaan keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun membuka rumahnya dan menjalankan doa meski hanya dua orang merupakan bentuk pengabdian dan kesetiaan terhadap Gereja dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan rohani tetap dapat berjalan dalam skala kecil namun penuh makna.

Keheningan yang Menghadirkan Kedamaian

Doa Rosario Berantai yang dilakukan dua orang ini menghadirkan suasana hening dan penuh damai. Tanpa suara hiruk-pikuk, tanpa keramaian, doa menjadi lebih fokus, lebih personal, dan lebih menyentuh.

Dalam keheningan itu, mereka memanjatkan doa-doa pribadi:

  • untuk keluarga

  • untuk lingkungan

  • untuk Gereja

  • untuk bangsa

  • serta persiapan menyambut Natal

Doa menjadi bentuk refleksi diri, sekaligus kesempatan untuk memohon kekuatan rohani di tengah kehidupan yang penuh dinamika.

Adven sebagai Perjalanan Keluarga Menuju Terang Kristus

Pelaksanaan doa rosario ini menjadi salah satu langkah keluarga dalam memasuki perjalanan Adven menuju kelahiran Yesus. Lilin-lilin Adven yang dinyalakan menandakan bahwa terang Kristus semakin mendekat dan membawa pengharapan baru bagi hidup mereka.

Tradisi rohani yang dijaga oleh keluarga ini juga menjadi teladan bagi keluarga-keluarga Katolik lainnya agar tetap menjaga kehidupan doa dalam rumah tangga, meski dalam kondisi sesederhana apa pun.

Penutup

Doa Rosario Berantai Lingkungan St. Simon pada 4 Desember 2025 di rumah keluarga Bapak Drs. Lukas Lawun merupakan wujud kesetiaan iman yang tulus. Meski hanya dilakukan oleh Bapak Lukas dan istrinya, doa tetap berlangsung khidmat, teratur, dan penuh penghayatan.

Kegiatan sederhana ini menegaskan kembali bahwa inti dari devosi bukan terletak pada jumlah peserta, tetapi pada ketulusan hati dalam memuliakan Tuhan dan menghormati Bunda Maria.

Dalam kesederhanaan, keluarga ini menghidupi semangat Adven: mempersiapkan hati, memperbarui iman, dan menyambut harapan baru dalam Kristus.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   5  Desember  2025


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar