IBADAT MASA ADVEN PAROKI SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG GELAR PERTEMUAN KEDUA: “TUHAN SEBAGAI PUSAT KEHIDUPAN KELUARGA
Ketapang, 5 Desember 2025.Dalam sukacita memasuki Masa Adven 2025, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, kembali melanjutkan rangkaian pertemuan Adven di berbagai lingkungan umat. Pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 19.00, umat melaksanakan Pertemuan Adven Kedua dengan tema besar: “Tuhan Sebagai Pusat Kehidupan Keluarga.” Pertemuan ini dilaksanakan di kediaman Bapak Yohanes Sigit Kurnianto, beralamat di Jalan Kapten Pierre Tendean, Ketapang, dan berlangsung dengan suasana yang hangat, sederhana, namun penuh makna rohani.
Ibadat dipimpin oleh Bapak Daduanto, lagu-lagu pujian dipimpin oleh Ibu Sutarti Rahayu, dan setelah ibadat umat menikmati santap malam bersama. Doa makan dipimpin oleh Bapak Petrus Sapriyun.
Suasana Ibadat: Teduh, Khidmat, dan Penuh Kekeluargaan
Sejak awal, suasana ibadat telah ditata dengan rapi di ruang keluarga tuan rumah. Kehadiran umat dari berbagai usia, mulai dari orang muda, keluarga muda, hingga para lansia, menambah suasana kebersamaan yang kuat. Lilin-lilin Adven bersinar lembut, menandakan perjalanan rohani umat dalam menantikan kehadiran Sang Juru Selamat.
Pembukaan ibadat berjalan penuh khidmat. Lagu-lagu masa Adven dinyanyikan dengan penuh penghayatan dipimpin oleh Ibu Sutarti Rahayu. Umat pun mengikuti dengan suara yang indah dan penuh semangat. Nuansa doa dan pengharapan sangat terasa sepanjang pertemuan ini.
Bacaan Injil: Matius 7:7–8 Jalan untuk Mengandalkan Tuhan
Pada pertemuan kedua ini, umat diajak merenungkan firman Tuhan dari Injil Matius 7:7–8, yang berisi ajakan Yesus:
“Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Pembacaan Injil ini menjadi dasar refleksi bahwa setiap keluarga Katolik dipanggil untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek hidup, baik dalam kesulitan maupun sukacita. Firman ini mengingatkan bahwa kekuatan keluarga tidak hanya berasal dari usaha manusia, tetapi dari keterlibatan Tuhan yang diundang melalui doa dan penyerahan diri.
Katekese Pertemuan: Menjadikan Tuhan Inti dalam Keluarga
Dalam sesi katekese, Bapak Daduanto menyampaikan pesan mendalam mengenai tema pertemuan: “Tuhan sebagai Pusat Kehidupan Keluarga.” Ia menegaskan bahwa keluarga yang menempatkan Tuhan di posisi utama akan menerima berkat, tuntunan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Beliau memberikan contoh nyata dari kehidupan umat:
-
Bapak Stepanus Kauti, ketika membuka bengkel miliknya, selalu melibatkan Tuhan melalui doa dalam setiap langkah dan keputusan usaha.
-
Bapak Suhardi, saat membuka kebun sawit, juga selalu memohon penyertaan Tuhan agar pekerjaannya diberkati dan dilindungi.
Contoh-contoh ini menjadi gambaran konkret bagaimana keluarga Katolik dapat menghidupi iman dalam aktivitas harian. Setiap rencana, keputusan, dan pekerjaan seharusnya dimulai dengan doa dan melibatkan Tuhan.
Bapak Daduanto menekankan bahwa keluarga yang menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup ibarat rumah yang dibangun di atas batu karang: kokoh, stabil, dan teguh menghadapi badai persoalan.
Tujuan Pertemuan Adven II: Menggugah Kesadaran Keluarga
Pertemuan Adven II dirancang untuk menyadarkan kembali keluarga bahwa:
-
Tuhan harus menjadi inti kehidupan keluarga.
-
Keluarga perlu membangun kebiasaan doa bersama, makan bersama, dan melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan hidup.
-
Keluarga Katolik dipanggil menjadi Gereja Rumah Tangga, tempat pertama tumbuhnya iman dan kasih.
Pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan pertanyaan penting:
“Sudahkah Tuhan menjadi inti dalam keluarga kita?”
Pertanyaan ini menjadi ajakan untuk melakukan refleksi mendalam terkait prioritas keluarga di tengah kesibukan era modern.
Ajaran Gereja tentang Peran Keluarga
Dalam sesi pembacaan ajaran Gereja Katolik, pemimpin ibadat menyampaikan dua pokok penting dari Katekismus Gereja Katolik (KGK):
1. KGK 1657 Keluarga sebagai Sekolah Kehidupan Kristen
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar:
-
Bertekun dalam doa
-
Mengucap syukur
-
Hidup dalam pengorbanan
-
Mengampuni
-
Membangun kasih
Di sinilah setiap anggota keluarga menghidupi imamat umum melalui tindakan kasih, teladan hidup suci, dan pelayanan.
2. KGK 2685 Keluarga sebagai Tempat Pendidikan Doa
Keluarga disebut “Gereja rumah tangga”, tempat anak-anak Allah belajar berdoa dan hidup dalam hubungan dengan Tuhan sejak dini. Doa harian dalam keluarga menjadi kesaksian iman yang terus dihidupkan oleh Roh Kudus.
Makna Tuhan sebagai Pusat Kehidupan Keluarga
Menjadikan Tuhan pusat hidup berarti:
1. Membangun Kebiasaan Doa Bersama
Doa keluarga menjadi sumber damai, kekuatan, dan kehadiran Tuhan dalam rumah tangga.
2. Setia pada Ekaristi
Misa menjadi puncak perjumpaan keluarga dengan Kristus dan sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.
3. Menghidupi Kasih Injil
Kasih diwujudkan dalam tindakan nyata: saling mendukung, mendengarkan, mengampuni, dan melayani.
4. Menjadi Pendidik Iman bagi Anak-anak
Orang tua menjadi guru iman pertama, memberi teladan dan membangun kebiasaan rohani dalam keluarga.
5. Mewartakan Injil kepada Sesama
Keluarga Katolik dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Manfaat Menjadikan Tuhan Sebagai Pusat Keluarga
Dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat keluarga, akan tumbuh:
-
Keharmonisan dan cinta kasih
-
Ketahanan menghadapi persoalan hidup
-
Pertumbuhan spiritual yang sehat
-
Dampak positif bagi lingkungan sekitar
Keluarga yang mengandalkan Tuhan akan memancarkan damai sejahtera bagi sesama.
Kebersamaan Umat
Ibadat diakhiri dengan doa penutup. Setelah rangkaian ibadat selesai, umat berkumpul dan menikmati hidangan sederhana bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. Doa makan dipimpin oleh Bapak Petrus Sapriyun.
Suasana penuh keakraban dan persaudaraan terlihat jelas, mencerminkan semangat Adven yang mengajak umat untuk membangun harapan, memperkuat iman, dan mempererat relasi keluarga serta komunitas.
Peneguhan: Adven sebagai Momentum Pembaruan Keluarga
Pertemuan Adven kedua ini menjadi momen berharga bagi umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk menata kembali kehidupan rohani keluarganya. Tema “Tuhan sebagai pusat kehidupan keluarga” tidak hanya menjadi topik renungan, tetapi juga ajakan nyata untuk mewujudkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui doa, kebersamaan, kesetiaan pada Ekaristi, serta pelibatan Tuhan dalam setiap keputusan hidup, keluarga Katolik dipanggil menjadi terang yang menerangi masyarakat sekitar.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 5 Desember 2025
0 comments:
Posting Komentar