Kebersamaan dalam Doa Porta Sancta Menjelang Penutupan Tahun Yubileum 2025: Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Menjadi Peziarah Pengharapan

 

Foto Bapak Hendrikus Hendri, S.S.Pimpin Doa Porta Sancta 

Kebersamaan dalam Doa Porta Sancta Menjelang Penutupan Tahun Yubileum 2025: Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Menjadi Peziarah Pengharapan

Ketapang, 15 Desember 2025.Menjelang penutupan Tahun Yubileum 2025, suasana doa dan permenungan yang mendalam menyelimuti Taman Doa Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang. Dalam kebersamaan iman yang penuh kekhusyukan, seluruh anggota Prodiakon, Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta para pengurus lingkungan mengikuti Doa Porta Sancta terakhir sebagai puncak rangkaian ziarah rohani Tahun Yubileum dengan tema besar “Peziarah Pengharapan.”

Kegiatan doa ini menjadi momen istimewa dan sarat makna karena dilaksanakan sebagai Porta Sancta terakhir sebelum secara resmi Tahun Yubileum 2025 ditutup. Doa Porta Sancta yang berlangsung di Taman Doa Bunda Maria Pembawa Rahmat ini dipimpin oleh Ketua Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. Dengan penuh penghayatan, seluruh peserta diajak memasuki pengalaman iman yang mendalam melalui doa, nyanyian, serta permenungan akan makna pertobatan, keselamatan, dan belas kasih Allah.




                                                                   


Momentum Iman Menjelang Natal 2025

Pelaksanaan Doa Porta Sancta ini juga menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Perayaan Natal Tahun 2025. Gereja Katolik mengajarkan bahwa menyambut kelahiran Sang Juru Selamat tidak cukup hanya dengan persiapan lahiriah, tetapi terlebih dengan persiapan batin yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, umat diajak untuk membersihkan hati dan memperbarui hidup melalui Sakramen Tobat.

Dalam semangat tersebut, Gereja Santo Agustinus Paya Kumang memberikan kesempatan yang luas kepada seluruh umat untuk mengikuti Sakramen Tobat, baik yang dilaksanakan di lingkungan-lingkungan maupun yang terpusat di gereja paroki. Secara khusus, Doa Porta Sancta ini menjadi pembuka sekaligus pengantar rohani menuju pelaksanaan Sakramen Tobat bersama.

Sebagaimana telah diumumkan, Sakramen Tobat dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 14 Desember 2025

  • Waktu: Pukul 17.00 WIB – selesai

  • Tempat: Gereja Santo Agustinus Paya Kumang

Sakramen Tobat tersebut diawali dengan perarakan dan doa Porta Sancta di Taman Doa Bunda Maria Pembawa Rahmat, sebagai simbol memasuki pintu rahmat Allah dengan hati yang terbuka dan penuh penyesalan.

Kehadiran Para Gembala Umat

Doa Porta Sancta dan Sakramen Tobat ini semakin bermakna dengan kehadiran para gembala umat. Hadir dalam kesempatan tersebut Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, serta Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Suster. Kehadiran para imam ini menjadi tanda nyata penyertaan Gereja sebagai ibu yang setia membimbing umatnya dalam perjalanan iman. Turut hadir pula jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, yakni Ketua DPP Bapak Jeno Leo, serta Ketua II Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, yang bersama para pengurus paroki lainnya mengambil bagian secara aktif dalam seluruh rangkaian doa dan permenungan Porta Sancta.

Dalam sapaan dan pengantar singkatnya, para pastor menegaskan kembali pentingnya Tahun Yubileum sebagai masa rahmat yang istimewa. Umat diajak untuk tidak melewatkan kesempatan ini begitu saja, melainkan sungguh memanfaatkannya sebagai momentum pertobatan, pembaruan hidup, dan pendalaman relasi dengan Tuhan serta sesama.

Tema Besar: Peziarah Pengharapan

Ziarah Yubileum 2025 mengusung tema “Peziarah Pengharapan,” sebuah tema yang sangat relevan dengan situasi dunia saat ini. Tema ini menegaskan bahwa pengharapan Kristen tidak bersumber pada kekuatan manusia semata, melainkan berakar pada kepastian kasih Allah yang setia dan tak tergoyahkan.

Sebagai peziarah, umat beriman menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah perjalanan menuju Allah. Dalam perjalanan tersebut, umat kerap menghadapi berbagai tantangan, pergumulan, dan ketidakpastian. Namun, pengharapan akan Tuhan menjadi kekuatan rohani yang meneguhkan langkah, menuntun arah, dan memampukan umat untuk tetap setia pada panggilan iman.

Melalui Doa Porta Sancta, umat diajak untuk menyadari kembali jati dirinya sebagai peziarah, yang tidak berjalan sendiri, melainkan bersama seluruh Gereja, saling menguatkan, dan saling menopang dalam kasih Kristus.

Makna Mendalam Porta Sancta

Salah satu simbol terpenting dalam perayaan Tahun Yubileum adalah Porta Sancta atau Pintu Suci. Pintu Suci hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu, khususnya dalam Tahun Yubileum yang biasanya dirayakan setiap 25 tahun atau dalam Yubileum Luar Biasa yang ditetapkan oleh Bapa Suci.

Melewati Porta Sancta bukanlah sekadar tindakan simbolis, melainkan sebuah ziarah rohani yang mengajak umat untuk memperbarui iman dan menerima rahmat pengampunan Allah. Dalam ajaran Gereja, melewati Porta Sancta dengan disposisi batin yang benar dapat disertai dengan penerimaan indulgensi penuh, sebagai tanda belas kasih Allah yang melimpah.

Dalam permenungan yang disampaikan, ditegaskan bahwa melewati Porta Sancta memiliki tiga makna utama, yaitu:

  1. Pertobatan, sebagai ajakan untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah dengan hati yang tulus dan rendah hati.

  2. Keselamatan, sebagai simbol memasuki rahmat Kristus yang adalah Pintu Keselamatan bagi seluruh umat manusia.

  3. Belas Kasih, sebagai pengalaman nyata akan kasih Allah yang tak terbatas dan selalu terbuka bagi siapa pun yang datang kepada-Nya.

Dengan memahami makna ini, umat diajak untuk tidak hanya melewati Pintu Suci secara fisik, tetapi sungguh membuka pintu hati agar diperbarui oleh rahmat Tuhan.

Doa di Depan Porta Sancta

Doa Porta Sancta diawali dengan tanda salib dan doa pembuka:

(†) Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Dilanjutkan dengan doa sebelum melewati Pintu Suci:

“Ya Yesus, siapkan hati kami yang sebentar lagi memasuki Porta Sancta ini. Pada saatnya, ketika kami melewati Pintu Suci Hati-Mu ini, jadikanlah kami peziarah yang membuka pintu hati kami bagi saudara-saudari kami yang lemah dan miskin. Semoga dengan cara itu kami menjadi peziarah pengharapan-Mu. Amin.”

Doa ini menggema dengan penuh penghayatan, mengajak setiap peserta untuk menyadari bahwa pertobatan sejati selalu berbuah pada kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah, miskin, dan menderita.

Doa Tahun Yubileum 2025

Dalam perayaan ini, umat juga bersama-sama melantunkan Doa Tahun Yubileum, yang menjadi doa resmi Gereja sepanjang Tahun Yubileum 2025. Doa tersebut memohon agar iman, harapan, dan kasih yang dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus sungguh mengubah hidup umat menjadi penabur benih Injil.

Doa ini menegaskan kerinduan Gereja akan Surga dan Bumi Baru, serta harapan akan terwujudnya damai dan sukacita sejati bagi seluruh ciptaan. Dengan penuh iman, umat menyerahkan diri kepada Allah yang Mahakuasa, memuji dan memuliakan-Nya sepanjang segala masa.

Doa untuk Umat Kristiani di Daerah Konflik

Sejalan dengan ujud doa Bapa Suci bulan Desember 2025, Doa Porta Sancta ini juga secara khusus mendoakan umat Kristiani yang hidup di daerah konflik. Dalam keprihatinan mendalam, umat mendoakan saudara-saudari seiman yang tinggal di wilayah perang, terutama di Timur Tengah.

Doa dipanjatkan agar mereka dapat menjadi benih perdamaian, rekonsiliasi, dan harapan, meskipun hidup dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan penderitaan. Selain itu, umat juga mendoakan para migran dan pengungsi agar hak-hak dasar mereka, khususnya hak atas pendidikan, sungguh dihormati.

Doa khusus ini menegaskan panggilan Gereja untuk selalu berpihak pada kemanusiaan, membangun jembatan persaudaraan, dan menolak segala bentuk kekerasan serta perpecahan.

Hymne Yubileum “Peziarah Pengharapan”

Suasana doa semakin khidmat dengan dilantunkannya Hymne Yubileum 2025 “Peziarah Pengharapan.” Syair lagu ini menggambarkan perjalanan iman umat yang berserah pada rahim kehidupan abadi, serta panggilan untuk bangkit dan bergerak karena Tuhan telah datang membuka jalan keselamatan.

Nyanyian ini menjadi ungkapan iman dan pengharapan bersama, yang menyatukan umat lintas lingkungan dalam satu suara pujian kepada Allah.

Pesan Utama dan Relevansi Bagi Umat

Melalui Doa Porta Sancta ini, umat diajak untuk kembali menyadari pesan utama Tahun Yubileum, bahwa Yesus Kristus adalah Pintu Keselamatan. Dialah yang membuka jalan menuju Bapa dan mengaruniakan rahmat pengampunan serta hidup baru.

Umat juga diingatkan untuk menjadi pembawa terang dan damai di tengah dunia yang dilanda konflik, kekerasan, dan perpecahan. Dengan melewati Porta Sancta, umat diutus untuk membuka hati, mengasihi tanpa takut perbedaan, serta melayani mereka yang menderita.

Doa Santo Fransiskus Assisi yang sering digaungkan dalam konteks ini menjadi inspirasi, agar umat menjadi alat damai Tuhan, membawa sukacita, pengertian, dan cinta kasih di mana pun berada.

Penutup: Melangkah Bersama dalam Pengharapan

Doa Porta Sancta terakhir menjelang penutupan Tahun Yubileum 2025 ini menjadi penanda perjalanan iman yang mendalam bagi umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Dalam kebersamaan doa, umat diteguhkan untuk terus melangkah sebagai peziarah pengharapan, membawa rahmat dan kasih Kristus ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan hati yang diperbarui melalui Sakramen Tobat dan semangat Yubileum, umat diajak menyambut Natal 2025 dengan sukacita sejati, penuh iman, pengharapan, dan kasih. Kiranya rahmat Tahun Yubileum ini terus berbuah dalam kehidupan Gereja dan masyarakat, demi kemuliaan Allah dan keselamatan seluruh umat manusia.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   15  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar