Keluarga Ibu Maria Soleta Menjadi Tuan Rumah Doa Rosario Berantai Masa Adven 2025 di Lingkungan Santa Lusia

 

Keluarga Ibu Maria Soleta Menjadi Tuan Rumah Doa Rosario Berantai 

Masa Adven 2025 di Lingkungan Santa Lusia

Ketapang, 6 Desember 2025 .Dalam suasana hening yang mengalun lembut di awal bulan Desember, Keluarga Ibu Maria Soleta bersama anak, menantu, dan cucu-cucunya melaksanakan Doa Rosario Berantai Masa Adven 2025 di kediaman mereka yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Gang Anggrek, wilayah Lingkungan Santa Lusia, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang. Kegiatan rohani ini dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, dimulai pada pukul 18.47 WIB dan berakhir pada 20.07 WIB, menghadirkan suasana doa yang penuh kedamaian dan keteduhan dalam lingkup keluarga.

Momen ini menjadi bagian dari rangkaian Doa Rosario Berantai Masa Adven yang dipersiapkan secara khusus untuk memperdalam penghayatan iman menjelang perayaan Natal. Fokus kegiatan malam itu sepenuhnya berada pada keluarga inti, yakni Ibu Maria Soleta, anak-anaknya, menantu-menantunya, serta cucu-cucunya, yang hadir bersama dalam kehangatan keluarga dan keteduhan doa.


Suasana Rumah Keluarga Ibu Maria Soleta Menyambut Doa Rosario

Sejak sore hari, rumah Ibu Maria Soleta terlihat telah ditata dengan penuh perhatian. Meja kecil di ruang tamu disiapkan sebagai altar sederhana, dihiasi lilin-lilin kecil, patung Bunda Maria, rosario, dan ornamen Adven yang lembut. Beberapa cucunya membantu menyalakan lilin, sementara anak dan menantunya menata tempat duduk sehingga seluruh anggota keluarga dapat berdoa bersama dengan nyaman.

Keheningan rumah mulai terasa ketika jarum jam mendekati pukul 18.47 WIB. Suasana lembut itu seolah menyambut kehadiran Allah dalam doa-doa yang akan dipanjatkan. Bagi keluarga ini, setiap persiapan kecil baik menyalakan lilin, menata rosario, maupun mengatur tempat duduk adalah bagian dari persembahan hati mereka kepada Tuhan.

Makna Adven bagi Keluarga Ibu Maria Soleta

Masa Adven 2025, yang dimulai pada 30 November hingga 24 Desember, kembali menjadi masa penuh harapan dan persiapan batin untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus. Adven bagi keluarga Ibu Maria Soleta bukan hanya tradisi tahunan, tetapi waktu rohani yang sungguh-sungguh mereka hayati bersama.

Menurut penuturan Ibu Maria Soleta, Adven adalah masa untuk memperbaiki relasi dalam keluarga, memperbaiki hati, dan kembali melihat kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan menantunya memandang Adven sebagai kesempatan untuk memperdalam kebersamaan keluarga, sementara cucu-cucunya diperkenalkan pada makna iman secara sederhana melalui doa dan kisah-kisah Alkitab yang sering dibacakan sebelum mereka tidur.

Pada doa Rosario berantai malam itu, keluarga ini merenungkan Peristiwa Gembira serangkaian misteri yang mengajak umat memasuki sukacita awal mula kedatangan Sang Penebus. Suasana hening dalam keluarga memberikan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk mengalami sentuhan Roh Kudus dalam hati masing-masing.

Peristiwa Gembira: Pusat Renungan Malam Doa

Sesuai tradisi Gereja Katolik, selama Masa Adven umat merenungkan Peristiwa Gembira (Joyful Mysteries). Keluarga Ibu Maria Soleta mengikuti urutan tersebut dengan penuh kesungguhan. Kelima misteri itu tidak hanya didaraskan, tetapi direnungkan dengan makna mendalam.

1. Maria Menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel

Misteri pertama menjadi pintu masuk perenungan keluarga. Anak Ibu Maria Soleta yang memandu misteri pertama mengajak seluruh keluarga belajar dari ketaatan Maria yang menerima kehendak Allah dengan rendah hati. Dalam hati masing-masing mereka merenungkan bagaimana sikap Maria ini dapat menginspirasi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Maria Mengunjungi Elisabet

Misteri kedua membuka permenungan tentang pelayanan. Malam itu, keluarga merenungkan pentingnya saling mengunjungi dan saling memperhatikan dalam keluarga besar. Ibu Maria Soleta memandang misteri ini sebagai ajakan untuk saling menguatkan dalam kasih, sama seperti Maria memberikan dukungan kepada Elisabet.

3. Yesus Dilahirkan di Betlehem

Dalam misteri ini, suasana doa menjadi lebih teduh. Anak-anak kecil dalam keluarga mendengarkan dengan penuh perhatian ketika disebut bahwa Yesus lahir dalam kesederhanaan. Misteri ini mengingatkan seluruh keluarga akan panggilan untuk hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan, sembari membuka hati menyambut Sang Juru Selamat.

4. Yesus Dipersembahkan dalam Bait Allah

Keluarga kemudian merenungkan pentingnya mempersembahkan hidup kepada Tuhan. Ibu Maria Soleta memohon agar seluruh anak-cucunya selalu dibimbing oleh Roh Kudus untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.

5. Yesus Diketemukan dalam Bait Allah

Misteri terakhir membawa keluarga merenungkan pentingnya mencari Tuhan dalam setiap pergumulan hidup. Seperti Maria dan Yusuf yang mencari Yesus dengan penuh kasih, demikian pula keluarga diajak untuk senantiasa mencari Tuhan dalam berbagai situasi hidup.

Renungan terhadap kelima peristiwa gembira ini dilakukan dengan penuh keteduhan, membuat suasana doa malam itu sangat mendalam dan menguatkan.

Tata Cara Doa Rosario yang Diikuti Keluarga

Doa Rosario malam itu dilaksanakan dengan urutan doa resmi Gereja, yakni:

  • Memegang salib rosario, mengucapkan Syahadat Para Rasul sebagai dasar iman.

  • Pada manik besar pertama, keluarga mengucapkan Doa Bapa Kami.

  • Pada tiga manik kecil berikutnya, mereka mendaraskan Salam Maria tiga kali, memohon pertumbuhan iman, harapan, dan kasih.

  • Doa dilanjutkan dengan Kemuliaan.

  • Setiap misteri diawali dengan pengumuman peristiwa, dilanjutkan oleh:

    • 1 Bapa Kami,

    • 10 Salam Maria,

    • 1 Kemuliaan,

    • Doa Fatima (“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami…”).

  • Setelah lima misteri selesai, doa ditutup dengan Salam Ya Ratu Surga dan doa penutup Rosario.

Seluruh rangkaian doa diikuti dengan khusyuk oleh Ibu Maria Soleta, anak-anaknya, menantu-menantunya, dan cucu-cucunya. Meskipun doa ini dilaksanakan dalam lingkup keluarga inti, suasana doa tetap terasa sangat hening dan penuh kekhidmatan.

Keterlibatan Anak, Menantu, dan Cucu dalam Doa

Salah satu kekuatan doa Rosario malam itu adalah keterlibatan semua anggota keluarga tanpa terkecuali. Anak-anak Ibu Maria Soleta bergantian memimpin doa misteri, sementara menantu-menantunya membantu menjaga ketertiban dan kesunyian doa agar cucu-cucu tetap fokus. Kehadiran cucu-cucu yang masih kecil menambahkan warna tersendiri—wajah polos mereka memancarkan ketulusan ketika mengucapkan Salam Maria dengan suara lirih dan belum sepenuhnya fasih.

Bagi Ibu Maria Soleta, momen seperti ini adalah berkat besar. Melihat generasi demi generasi dalam keluarganya berkumpul berdoa bersama adalah jawaban doa yang selalu ia panjatkan sebagai seorang ibu, nenek, dan pilar keluarga. Dalam keheningan malam itu, ia memandang anak, menantu, dan cucunya dengan hati penuh syukur.

Doa Syukur dan Permohonan Keluarga

Menjelang akhir kegiatan, keluarga memanjatkan doa syukur atas segala rahmat yang telah mereka terima sepanjang tahun 2025. Mereka berterima kasih kepada Tuhan atas penyertaan dalam kesehatan, kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan keselamatan yang dilimpahkan.

Dalam doa permohonan, Ibu Maria Soleta dengan suara lembut meminta agar Tuhan senantiasa melindungi keluarganya dari segala kesusahan dan memberi mereka kekuatan dalam menjalani hari-hari ke depan. Ia juga memohon agar anak-cucunya selalu bertumbuh dalam kebaikan, menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, dan menjalani hidup dengan kasih.

Doa ini diaminkan bersama oleh seluruh anggota keluarga, menghadirkan momen haru dan kedekatan emosional yang hanya bisa hadir dalam suasana doa bersama.

Penutup: Doa Rosario yang Menghidupkan Iman Keluarga

Pelaksanaan Doa Rosario Berantai oleh Keluarga Ibu Maria Soleta pada Jumat malam, 5 Desember 2025, menjadi bukti bahwa keluarga adalah pusat pembinaan iman. Melalui doa bersama, mereka tidak hanya belajar tentang kesederhanaan, cinta, dan pengharapan, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga yang dianugerahkan Tuhan.

Di tengah tuntutan kehidupan modern, kesibukan pekerjaan, serta rutinitas sehari-hari, keluarga ini tetap menyisihkan waktu untuk berdoa bersama. Momen seperti ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi tradisi rohani yang mereka hidupi dengan sepenuh hati.

Malam itu, ketika doa Rosario ditutup pada pukul 20.07 WIB, suasana damai masih terasa menyelimuti rumah di Gang Anggrek tersebut. Lilin-lilin kecil yang masih menyala seakan menjadi simbol bahwa terang Kristus terus hadir dalam keluarga ini dan menuntun mereka memasuki sukacita Natal yang semakin dekat.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   6  Desember  2025


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar