Misa Syukur Ulang Tahun ke-27 Yohanes Dedi: Bermegah dalam Tuhan dan Bertumbuh Menuju Kedewasaan Rohani

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP..Pimpin Misa

 Misa Syukur Ulang Tahun ke-27 Yohanes Dedi: Bermegah dalam Tuhan dan Bertumbuh Menuju Kedewasaan Rohani

Ketapang, 16 Desember 2025.Suasana penuh syukur, khidmat, dan kebersamaan iman menyelimuti kediaman Bapak Antonius Suparno yang beralamat di Jl. Kapten Fiere Tandean, Ketapang, pada Selasa sore, 16 Desember 2025. Umat Lingkungan Santa Lusia, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang, berkumpul untuk merayakan Misa Syukur dalam rangka ulang tahun ke-27 Saudara Yohanes Dedi. Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 18.30 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh penghayatan sebagai ungkapan syukur atas karunia hidup, penyertaan Tuhan, serta perjalanan iman yang terus bertumbuh.

Misa Syukur tersebut dipimpin oleh Pastor RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., yang dengan penuh kebapaan menuntun umat dalam perayaan iman. Kehadiran umat lingkungan, keluarga besar Bapak Antonius Suparno, serta para undangan menjadi tanda nyata kebersamaan Gereja sebagai persekutuan umat Allah. Turut hadir Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Agustinus, Bapak Jeno Leo, yang memberikan dukungan moril dan spiritual bagi keluarga serta Lingkungan Santa Lusia.

Perayaan Ekaristi semakin hidup dengan pelayanan liturgi yang dipersiapkan secara baik. Lagu-lagu liturgi dipimpin oleh Suster Fidelis, OSA., yang dengan suara dan penghayatan membantu umat masuk dalam suasana doa. Mazmur Tanggapan dilantunkan oleh Ibu Efriana Pipin dengan penuh penghayatan, mengajak umat merenungkan sabda Tuhan yang baru saja didengarkan. Tugas lektor dipercayakan kepada Saudari Brigita Dianing Pratiwi yang membacakan bacaan Kitab Suci dengan jelas dan penuh iman. Sementara itu, doa makan seusai perayaan Ekaristi dipimpin oleh Ketua Lingkungan Santa Lusia, Ibu Sutarti Rahayu, sebagai ungkapan syukur atas rezeki jasmani dan rohani yang diterima bersama.

Dalam perayaan ini, intensi utama Misa dipersembahkan secara khusus bagi Saudara Yohanes Dedi yang merayakan ulang tahun ke-27. Umat bersama keluarga menyerahkan seluruh perjalanan hidup, karya, talenta, serta masa depan Yohanes Dedi ke dalam tangan penyelenggaraan Tuhan. Doa-doa dinaikkan agar ia senantiasa diberi rahmat kesehatan, umur panjang, keteguhan iman, dan kerendahan hati untuk terus berjalan seturut kehendak Allah.






































Homili: Bermegah dalam Tuhan dan Mencari Kerajaan Allah

Dalam homilinya yang panjang dan mendalam, Pastor RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., mengajak umat untuk memaknai ulang tahun bukan sekadar sebagai perayaan bertambahnya usia secara biologis, melainkan sebagai momen refleksi rohani untuk bermegah dalam Tuhan. Pastor membuka homili dengan sapaan hangat kepada umat, seraya mengajak semua yang hadir untuk bersyukur atas karunia hidup yang diberikan Allah sejak dalam kandungan hingga saat ini.

“Bapak, Ibu, Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,” demikian Pastor membuka homilinya, “hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan ulang tahun ke-27 Saudara Yohanes Dedi, tetapi untuk bermegah dalam Tuhan. Hidup kita adalah pujian bagi Allah. Setiap tahun yang ditambahkan Tuhan dalam hidup kita adalah kesempatan baru untuk semakin mengenal, mencintai, dan melayani Dia.”

Pastor menegaskan bahwa ulang tahun merupakan momentum untuk mendengarkan kembali sapaan Tuhan yang mengarahkan manusia pada kedewasaan rohani. Bertambahnya usia, menurut Pastor, bukan semata-mata soal angka, tetapi tentang proses pertumbuhan iman, pendewasaan hati, serta kesediaan untuk semakin setia dalam pengabdian kepada Tuhan.

Lebih lanjut, Pastor mengajak umat untuk merenungkan makna keluarga dalam pertumbuhan iman. Ia menekankan bahwa iman tidak tumbuh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari keluarga. Sejak seseorang dipersembahkan kepada Gereja melalui Sakramen Baptis, orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai iman, membawa anak-anak ke gereja, memperkenalkan kehidupan menggereja, serta membimbing mereka dalam lingkungan iman.

“Keluarga adalah Gereja rumah tangga,” ujar Pastor. “Di dalam keluarga, iman ditumbuhkan melalui doa bersama, membaca Kitab Suci bersama, dan teladan hidup sehari-hari. Seperti Keluarga Kudus Nazaret, Maria dan Yosef, yang hidup setia dalam kehendak Allah, berbahagia dengan kelahiran Yesus, dan membesarkan-Nya dalam kasih serta ketaatan.”

Dalam konteks ulang tahun Yohanes Dedi, Pastor mengajak umat untuk menyerahkan perjalanan waktu yang telah dilalui dan yang akan datang kepada Tuhan. Waktu, menurut Pastor, adalah rahmat. Menghargai perjalanan waktu berarti menyadari bahwa setiap fase kehidupan memiliki makna dan panggilan tersendiri. Tuhan yang sama yang menyertai sejak dalam kandungan, akan terus menyertai hingga hari ini dan seterusnya.

Pastor kemudian mengaitkan refleksinya dengan bacaan Injil dari Injil Matius, di mana Yesus mengingatkan murid-murid-Nya agar tidak khawatir tentang hidup, tentang apa yang akan dimakan atau dipakai. “Tubuh itu lebih penting daripada pakaian,” demikian Yesus mengingatkan. Pastor menegaskan bahwa sering kali manusia terjebak dalam kekhawatiran duniawi hingga melupakan relasi dengan Sang Pencipta.

“Kadang-kadang tawaran dunia terlihat begitu menarik,” ungkap Pastor. “Kekayaan, jabatan, popularitas, dan kenyamanan bisa membuat kita lupa bahwa relasi dengan Tuhan adalah yang utama. Bahkan dalam momen ulang tahun, kita bisa saja hanya sibuk dengan pesta, hadiah, dan kesenangan, tetapi lupa bersyukur kepada Allah yang memberi hidup.”

Pastor mengajak umat belajar dari burung-burung di udara dan bunga bakung di padang, yang dipelihara oleh Allah tanpa harus bekerja keras seperti manusia. Jika ciptaan lain saja dipelihara Tuhan, apalagi manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, yang disebut sebagai anak-anak Allah dan ahli waris Kerajaan-Nya.

“Pertanyaannya,” kata Pastor dengan nada reflektif, “layakkah kita disebut anak-anak Allah jika kita melupakan Dia? Jika ciptaan lain dipelihara, apalagi kita. Karena itu Yesus berkata: carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Pastor menegaskan bahwa panggilan utama setiap orang beriman adalah mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dalam pencarian itu, manusia diajak untuk hidup setia, rendah hati, dan bersyukur atas setiap berkat yang diterima. Tuhan telah memberikan talenta kepada setiap orang, termasuk kepada Saudara Yohanes Dedi. Talenta itu bukan untuk disimpan, melainkan untuk dikembangkan demi memuliakan Allah dan melayani sesama.

“Saudara Yohanes Dedi,” ujar Pastor secara khusus, “Tuhan telah memberi talenta kepadamu. Pertanyaannya adalah: sudahkah talenta itu dikembangkan untuk memuliakan Allah? Ulang tahun ke-27 ini adalah undangan untuk semakin mengabdikan diri kepada Tuhan, mengembangkan talenta, dan setia dalam panggilan hidup yang Tuhan percayakan.”

Pastor juga mengingatkan bahwa dalam doa Bapa Kami, umat memohon rezeki yang secukupnya, bukan ketamakan. Ia mengajak umat belajar dari kisah Raja Salomo yang ditawari Tuhan untuk meminta apa saja. Salomo tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan kebijaksanaan dan kepandaian untuk memimpin umat. Karena permintaannya yang benar, Tuhan pun menambahkan berkat-berkat lainnya.

“Dalam hidup ini,” lanjut Pastor, “kita diajak untuk memohon kebijaksanaan agar mampu membedakan mana yang utama dan mana yang sekunder. Rezeki secukupnya, kesehatan, dan iman yang teguh adalah karunia besar. Ketamakan justru menjauhkan kita dari Tuhan.”

Menutup homilinya, Pastor menyampaikan doa dan harapan agar Saudara Yohanes Dedi mampu memaknai waktu dengan baik, menjadikan setiap tahun sebagai langkah menuju kedewasaan rohani, dan setia mencari Kerajaan Allah. Ia juga mendoakan keluarga Bapak Antonius Suparno agar senantiasa diberkati, diberi kesehatan, dan menjadi keluarga yang rendah hati di hadapan Tuhan.

“Semoga Tuhan menganugerahkan rahmat kesehatan, iman yang teguh, dan umur panjang,” tutup Pastor. “Kiranya hidup kita semua menjadi pujian bagi Allah.”

Penutup

Perayaan Misa Syukur ulang tahun ke-27 Yohanes Dedi di Lingkungan Santa Lusia ini menjadi momen iman yang mendalam dan bermakna. Dalam kebersamaan sebagai Gereja, umat diajak untuk kembali menyadari bahwa hidup adalah anugerah, waktu adalah rahmat, dan setiap talenta adalah titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan semangat syukur dan pengharapan, umat Lingkungan Santa Lusia melanjutkan perayaan ini dalam suasana persaudaraan, sambil memohon agar Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah hidup umat-Nya.

Semoga semangat bermegah dalam Tuhan dan mencari Kerajaan Allah senantiasa hidup dalam hati Saudara Yohanes Dedi dan seluruh umat yang hadir, kini dan sepanjang masa.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   16  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar