Ibadat Adven ke-3 Lingkungan Santa Lusia: Meneladani Keluarga Kudus Nazaret
sebagai Dasar Hidup Berkeluarga
Ketapang, 12 Desember 2025.Umat Lingkungan Santa Lusia, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, kembali berkumpul dalam suasana penuh kesederhanaan dan kekhusyukan untuk mengikuti Ibadat Adven ke-3, yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025 pukul 18.30 WIB. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan rohani menyongsong perayaan Natal, dan khususnya menjadi Pertemuan III dari seri pembinaan keluarga yang bertemakan “Keluarga Kudus sebagai Teladan”.
Ibadat berlangsung di kediaman Ibu Desi Haryanti, yang berlokasi di area MM Greenmart, dan dipimpin oleh Bapak Yohanes Sigit Kurnianto, selaku pemimpin ibadat dan pembawa katekese. Sementara itu, bagian lagu dipandu oleh Ibu Lucia Nilus, yang mengiringi umat dalam puji-pujian yang membawa suasana doa semakin mendalam.
Walaupun dalam pertemuan ini tidak dibuka sesi tanggapan umat, seluruh rangkaian ibadat berlangsung tertib, khidmat, dan sarat permenungan. Umat Lingkungan Santa Lusia mengikuti jalannya ibadat dengan penuh kesungguhan hati, menyadari bahwa masa Adven adalah waktu istimewa untuk mempersiapkan diri secara rohani menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.
Pembukaan Ibadat dan Bacaan Kitab Suci
Dalam ibadat malam itu, bacaan Kitab Suci diambil dari Injil Matius 1:18–25, yakni kisah tentang kelahiran Yesus Kristus dan peran sentral Santo Yosef dalam menyambut rencana Allah. Bacaan ini menjadi dasar utama refleksi mengenai teladan Keluarga Kudus Nazaret yang memperlihatkan nilai ketaatan, kesetiaan, dan keberanian untuk menerima kehendak Tuhan dalam hidup keluarga.
Pemimpin ibadat menekankan bahwa Injil Matius menghadirkan gambaran yang kuat tentang seorang tokoh yang sering kali dipandang diam, namun hatinya penuh dengan keteguhan iman Santo Yosef. Ketika ia mengetahui Maria mengandung dari Roh Kudus, ia mengambil keputusan yang bijaksana dan penuh kasih. Dalam tidur, malaikat Tuhan meneguhkan bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari karya keselamatan Allah. Yosef kemudian menerima Maria dan merawat Yesus dengan sepenuh hati.
Kisah ini menjadi pintu gerbang bagi umat untuk memasuki refleksi mendalam tentang bagaimana keluarga masa kini dapat belajar dari teladan-teladan Keluarga Kudus.
Katekese Pertemuan III: “Keluarga Kudus sebagai Teladan”
Dalam katekese yang disampaikan oleh Bapak Yohanes Sigit Kurnianto, umat diajak untuk mengarahkan perhatian pada makna kehidupan keluarga dalam terang Keluarga Kudus Nazaret. Katekese ini menjadi bagian terpenting dari pertemuan, sebagai inti dari pembinaan rohani selama masa Adven di lingkungan ini.
Sebagai pengantar, pemimpin katekese menyampaikan tujuan pertemuan ini, yaitu:
Mengajak setiap keluarga Katolik meneladani Keluarga Kudus di Nazaret: Yesus, Maria, dan Yosef yang menunjukkan kasih, kesetiaan, kesederhanaan, dan penerimaan satu sama lain.
Ia menegaskan bahwa teladan Keluarga Kudus Nazaret tidak hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi oleh keluarga Katolik masa kini. Kehidupan keluarga yang penuh tantangan dewasa ini membutuhkan dasar yang kuat, dan dasar itu dapat ditemukan dalam nilai-nilai kehidupan Yesus, Maria, dan Yosef.
Keluarga Nazaret: Sederhana namun Dipenuhi Kehadiran Allah
Dalam katekese yang panjang dan mendalam ini, pemimpin ibadat menguraikan tentang kesederhanaan kehidupan keluarga Nazaret. Keluarga ini bukanlah keluarga kaya, bukan keluarga pejabat, bukan keluarga terdidik tinggi secara duniawi. Mereka adalah keluarga tukang kayu, hidup dalam kesederhanaan dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun justru kesederhanaan inilah yang menjadikan keluarga Nazaret sebagai tempat kelahiran kasih sejati. Nilai-nilai yang hidup di dalam rumah kecil mereka menjadi terang bagi dunia:
-
Yosef mendampingi keluarganya dengan bijaksana dan bertanggung jawab.
-
Maria membesarkan Yesus dengan kesabaran dan cinta yang penuh pengorbanan.
-
Yesus bertumbuh dalam ketaatan, kasih, dan kerendahan hati di bawah bimbingan kedua orang tuanya.
Pemimpin katekese kemudian mengajak umat untuk merenungkan pertanyaan penting:
“Sudahkah keluarga-keluarga Katolik dewasa ini menemukan butir-butir hikmah seperti Keluarga Nazaret? Sudahkah kita meneladani cara mereka menghadapi kehidupan?”
Pertanyaan tersebut membawa umat pada refleksi pribadi yang mendalam mengenai kondisi keluarga masing-masing.
Ajaran Gereja tentang Keluarga: Gereja Rumah Tangga
Selanjutnya, Bapak Yohanes Sigit Kurnianto membacakan dua bagian penting dari Katekismus Gereja Katolik (KGK):
KGK 1655
Kristus sendiri memilih untuk dilahirkan dan bertumbuh dalam keluarga manusia. Keluarga menjadi tempat utama bagi kehidupan iman. Gereja perdana juga tumbuh dari keluarga-keluarga yang menerima pewartaan dan percaya kepada Tuhan.
KGK 1666
Keluarga Kristen disebut “Gereja-rumah tangga” karena menjadi tempat pertama anak-anak menerima pewartaan iman. Dalam keluarga diajarkan doa, kebajikan manusiawi, dan cinta kasih Kristen.
Melalui ajaran ini, umat diingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam Gereja dan masyarakat. Di dalam keluarga, iman pertama kali dikenal, nilai-nilai Kristiani ditanamkan, dan karakter manusia dibentuk.
Renungan Paus Leo XIV: Keluarga sebagai Tempat Lahirnya Masa Depan
Dalam kelanjutan katekese, pemimpin ibadat membacakan renungan dari Paus Leo XIV pada Misa Penutup Yubileum Keluarga, Anak-Anak, Kakek-Nenek, dan Orang Lanjut Usia, yang berlangsung pada 1 Juni 2025 di Vatikan.
Paus Leo XIV menegaskan:
“Keluarga adalah tempat lahirnya masa depan umat manusia.”
Ia mengajak para orang tua untuk menjadi teladan integritas bagi anak-anak mereka. Orang tua diharapkan:
-
Bertindak sesuai nilai Kristiani
-
Mengajar anak melalui teladan, bukan hanya kata-kata
-
Membimbing anak dalam kebebasan melalui kepatuhan
-
Selalu melihat kebaikan dalam diri anak-anak
Pesan ini menjadi penegasan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam membangun generasi masa depan yang beriman dan berkarakter.
Keluarga Kudus sebagai Pedoman bagi Keluarga Katolik Masa Kini
Katekese kemudian berfokus pada teladan kehidupan Yesus, Maria, dan Yosef yang dapat dihidupi oleh keluarga modern:
1. Kesetiaan dan Tanggung Jawab Yosef
Yosef menjadi figur ayah yang bertanggung jawab dan bekerja keras. Ia rela meninggalkan rencana hidupnya demi menaati kehendak Allah.
2. Kesabaran dan Kerendahan Hati Maria
Maria menunjukkan cinta tanpa syarat, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
3. Kasih dan Ketaatan Yesus
Yesus bertumbuh dalam keluarga, belajar kasih dari orang tua-Nya, dan menunjukkan teladan sempurna tentang bagaimana manusia hidup sesuai kehendak Tuhan.
Menghadapi Tantangan Hidup Berkeluarga dalam Terang Keluarga Kudus
Pemimpin katekese menyampaikan bahwa keluarga-keluarga Katolik masa kini dihadapkan pada berbagai tantangan:
-
Kesibukan pekerjaan
-
Kemajuan teknologi
-
Tekanan ekonomi
-
Lemahnya komunikasi antar anggota keluarga
-
Pengaruh budaya luar yang kadang bertentangan dengan nilai Kristiani
Namun, teladan Keluarga Kudus Nazaret mengajarkan bahwa:
-
Setiap tantangan dapat dihadapi dengan kesetiaan pada kehendak Allah
-
Doa adalah sumber kekuatan keluarga
-
Kerja sama dan komunikasi adalah kunci keharmonisan
-
Kesederhanaan membawa kedamaian dan kehangatan dalam keluarga
Doa sebagai Pusat Kehidupan Keluarga
Dalam akhir katekese, pemimpin ibadat menegaskan bahwa keluarga Katolik seharusnya menjadikan doa sebagai prioritas utama. Doa keluarga merupakan ikatan yang menyatukan, memperkuat, dan meneguhkan relasi antar anggota.
Dengan meneladani doa Keluarga Kudus Nazaret, rumah tangga dapat menjadi tempat:
-
Pertemuan dengan Allah
-
Ruang kasih dan pengampunan
-
Sekolah kebajikan manusiawi
-
Tempat pertumbuhan iman
Menghayati Kehadiran Immanuel: Allah Bersama Kita
Pemimpin ibadat mengajak keluarga-keluarga untuk mempersiapkan diri menyambut Natal dengan hati yang diperbarui. Natal bukan hanya perayaan liturgis, tetapi pengalaman iman bahwa:
“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.”
Dalam suasana Adven yang penuh pengharapan, umat diingatkan bahwa Yesus Sang Immanuel datang bukan hanya untuk dunia, tetapi hadir dalam setiap rumah tangga yang mau membuka hati bagi-Nya.
Penutup Ibadat: Damai bagi Setiap Keluarga
Ibadat Adven ke-3 di Lingkungan Santa Lusia ditutup dengan doa dan berkat. Umat merenungkan bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama di mana kasih Allah dihidupi.
Melalui pertemuan ini, keluarga-keluarga diajak:
-
Menjadikan Keluarga Kudus sebagai teladan
-
Mengasihi tanpa syarat
-
Membangun rumah tangga yang harmonis
-
Menjadikan Yesus pusat kehidupan keluarga
-
Menghidupi kesederhanaan, kerja keras, dan iman
Dengan demikian, rumah-rumah umat diharapkan semakin dipenuhi damai, kasih, dan kerahiman Allah, terutama menjelang perayaan Natal yang penuh sukacita.
Amin.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 12 Desember 2025








0 comments:
Posting Komentar