Ibadat Adven ke-3 Lingkungan Kanak-Kanak Yesus: Menghayati Teladan Keluarga Kudus Nazaret dalam Kehidupan Berkeluarga

 

Foto Bapak Kardianus.Pimpin Ibadat

Ibadat Adven ke-3 Lingkungan Kanak-Kanak Yesus: Menghayati Teladan Keluarga Kudus Nazaret dalam Kehidupan Berkeluarga

Ketapang, 12 Desember 2025.Umat Lingkungan Kanak-Kanak Yesus, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, kembali melanjutkan rangkaian devosi Adven melalui Ibadat Adven ke-3 yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025. Pertemuan kali ini merupakan Pertemuan III dari rangkaian katekese keluarga, dengan tema besar “Keluarga Kudus sebagai Teladan”, yang difokuskan untuk mengajak setiap keluarga Katolik meneladani Yesus, Maria, dan Yosef dalam mewujudkan hidup berkeluarga yang penuh kasih, kesetiaan, kesederhanaan, dan penerimaan satu sama lain.

Ibadat yang berlangsung pukul 19.00–20.30 WIB ini dipimpin oleh Bapak Kardianus, selaku Sekretaris Lingkungan Kanak-Kanak Yesus, dan bertempat di rumah Bapak Dedy Candra, beralamat di BTN Sepahale Blok F.18, Jalan Brigjend Katamso, Sukaharja. Hadir umat lingkungan yang dengan penuh khidmat mengikuti ibadat dan katekese sepanjang pertemuan.

Meskipun pertemuan ini tidak disertai sesi tanggapan umat, seluruh rangkaian ibadat tetap berjalan tertib, hening, dan memberi ruang bagi para keluarga untuk merenungkan secara pribadi makna keluarga dalam terang teladan Keluarga Kudus Nazaret.









Katekese: Meneladani Keluarga Kudus di Nazaret

Dalam pemaparan katekese, Bapak Kardianus menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan terakhir dari rangkaian Adven ini adalah mengajak keluarga Katolik untuk melihat kembali perjalanan hidup mereka dalam terang kehidupan Keluarga Kudus Nazaret. Tema ini bukan sekadar renungan liturgis, melainkan panggilan konkret bagi keluarga Katolik untuk sungguh belajar dari nilai-nilai hidup Yesus, Maria, dan Yosef.

Keluarga Kudus Nazaret adalah keluarga sederhana. Mereka bukan keluarga terpandang karena kekayaan, jabatan, ataupun kecerdasan duniawi. Mereka hidup sebagai keluarga tukang kayu, menjalani kehidupan yang dekat dengan kerja keras, kesederhanaan, dan keteguhan untuk mengikuti kehendak Allah. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah bersinar teladan keluarga yang bersatu karena kasih Allah.

Yesus yang lahir sebagai manusia tumbuh dalam asuhan penuh kasih dari Maria dan Yosef. Maria menjadi gambaran keibuan yang lembut, sabar, dan penuh cinta. Yosef hadir sebagai ayah yang bertanggung jawab, bekerja keras, dan bijaksana dalam membimbing keluarga. Sementara Yesus, Sang Putra Allah, memilih untuk hidup dalam ketaatan kepada orang tua-Nya, memberi contoh tentang kerendahan hati dan kesediaan untuk bertumbuh dalam keluarga yang dikehendaki Bapa di surga.

Ajakan untuk Keluarga Katolik Masa Kini

Melalui katekese yang disampaikan, Bapak Kardianus mengajak umat untuk merenungkan:

“Sudahkah keluarga-keluarga Katolik mendapatkan butir-butir mutiara seperti Keluarga Nazaret? Sudahkah kita meneladani cara mereka mengasihi, bekerja sama, menerima satu sama lain, dan menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan?”

Pertanyaan ini mengajak setiap keluarga untuk memeriksa kembali perjalanan hidup mereka: apakah kasih menjadi dasar hubungan, apakah kesabaran mengalir dalam interaksi sehari-hari, apakah doa menjadi pusat kesatuan keluarga, dan apakah setiap tantangan dihadapi dengan kesetiaan pada kehendak Tuhan.

Ajaran Gereja Katolik tentang Keluarga: Keluarga sebagai Gereja Rumahan

Pada bagian katekese, pemimpin ibadat membacakan Ajaran Gereja yang termuat dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK):

KGK 1655

Kristus memilih untuk lahir dan bertumbuh dalam keluarga Maria dan Yosef. Gereja sendiri disebut sebagai “keluarga Allah”. Sejak awal mula Gereja, banyak keluarga yang menjadi percaya bersama-sama, menjadikan rumah mereka sebagai tempat keselamatan dan iman. Keluarga-keluarga Kristen menjadi “pulau-pulau kehidupan Kristen” di tengah dunia yang tidak percaya.

KGK 1666

Keluarga Kristen adalah tempat pewartaan iman pertama bagi anak-anak. Karena itu, keluarga disebut sebagai “Gereja rumah tangga”, yakni tempat rahmat, doa, pengajaran kebajikan manusiawi, serta pembinaan cinta kasih Kristen.

Kedua ajaran ini menegaskan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, tetapi tempat berlangsungnya karya keselamatan. Di dalam keluarga, anak-anak pertama kali belajar berdoa, mengampuni, berbagi, dan memahami cinta Tuhan.

Renungan Paus Leo XIV: Keluarga sebagai Tempat Lahirnya Masa Depan

Sebagai peneguhan, pemimpin ibadat juga membacakan kembali renungan Paus Leo XIV dalam Misa Penutup Yubileum Keluarga, Anak-Anak, Kakek-Nenek, dan Orang Lanjut Usia pada 1 Juni 2025 di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Dalam pesan tersebut, Paus Leo XIV menegaskan:

“Keluarga adalah tempat lahirnya masa depan umat manusia. Karena itu, jadilah teladan integritas bagi anak-anak Anda. Bertindaklah sebagaimana Anda ingin mereka bertindak. Didiklah mereka dalam kebebasan melalui kepatuhan, dan selalu lihatlah kebaikan dalam diri mereka.”

Paus mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran fundamental bagi masa depan Gereja dan masyarakat. Orang tua bukan hanya menyediakan kebutuhan material, tetapi memelihara, mengarahkan, dan menjadi cermin iman bagi anak-anak.

Keluarga Kudus Nazaret sebagai Pedoman Hidup Berkeluarga

Pertemuan ini menegaskan kembali bahwa keluarga Katolik dipanggil untuk belajar dari:

1. Kesetiaan Yosef

Yosef menjadi teladan dalam kerja keras, tanggung jawab, dan kepercayaan pada rencana Allah, bahkan ketika rencana itu tidak sepenuhnya dipahaminya.

2. Kerendahan hati dan kesabaran Maria

Maria menunjukkan ketabahan yang luar biasa menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup, selalu menyimpannya dalam hati, dan menyerahkannya kepada Tuhan.

3. Ketundukan dan kasih Yesus

Yesus memilih hidup dalam keluarga sederhana dan menaati orang tua-Nya. Ia mengajarkan nilai ketaatan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk bertumbuh dalam keluarga yang dikehendaki Bapa.

Teladan untuk Menghadapi Tantangan Keluarga Masa Kini

Katekese ini menegaskan bahwa keluarga modern, meskipun menghadapi tantangan teknologi, ekonomi, budaya, maupun relasi, tetap dapat belajar dari nilai-nilai keluarga Nazaret:

  • Menghadapi segala cobaan dengan sabar dan setia

  • Menjalani hidup dalam kesederhanaan dan kejujuran

  • Bekerja sama dalam segala hal, bukan saling menyalahkan

  • Saling meneguhkan dan bukan menambah penderitaan

  • Menjadikan doa dan firman Tuhan sebagai pusat kehidupan keluarga

Keluarga Kristiani diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi menjadi ruang kasih, sekolah kebajikan, dan rumah doa, seperti yang dikehendaki Gereja.

Menjadikan Rumah sebagai Tempat Allah Hadir

Melalui pemaparan katekese yang panjang dan mendalam ini, umat diajak menyadari bahwa:

Ketika keluarga menghidupi nilai Keluarga Kudus Nazaret, maka rumah mereka sungguh menjadi tempat di mana Allah hadir.

Ibadat Adven menegaskan bahwa dalam menyongsong Natal—kelahiran Yesus—keluarga Katolik dipanggil bukan hanya mempersiapkan lahiriah, tetapi batiniah: mempersiapkan hati dan relasi keluarga agar semakin dibarui oleh kasih Allah.

Dalam persiapan menyambut Natal, keluarga diajak membuka hati terhadap kehadiran Sang Immanuel, Allah yang beserta kita, dan menyadari bahwa Tuhan hadir untuk menyelamatkan keluarga-keluarga.

Penutup Ibadat: Menghayati Immanuel dalam Kehidupan Keluarga

Ibadat Adven ke-3 ini ditutup dalam suasana teduh dan penuh ucapan syukur. Doa penutup menegaskan bahwa perayaan Adven bukan hanya menantikan peristiwa liturgis kelahiran Yesus, tetapi mengundang keluarga untuk mengalami pembaruan yang sejati.

Melalui pertemuan katekese ini, keluarga-keluarga di Lingkungan Kanak-Kanak Yesus diajak untuk:

  • Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup keluarga

  • Melekat pada doa dan firman

  • Menghadapi tantangan hidup dengan iman

  • Menghidupi kasih dan pengampunan

  • Dan bersandar pada teladan Keluarga Kudus Nazaret

Akhirnya, pertemuan ini menjadi penegas bahwa dalam setiap keluarga yang mau membuka diri pada kasih Tuhan, di sanalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.

Amin.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   12  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar