Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Rayakan Hari Raya Natal 2025 dengan Penuh Sukacita

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Pimpin Misa di dampingi RP. Vitalis Nggeal, CP

Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera bagi Kita

Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Rayakan Hari Raya Natal 2025 dengan Penuh Sukacita

Ketapang, 25 Desember 2025.Kamis, 25 Desember 2025, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Raya Natal, peringatan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia. Pada hari yang sama, Gereja juga mengenang Santa Anastasia Martir dengan Warna Liturgi Putih sebagai simbol kemurnian, sukacita, dan kemuliaan Allah. Sukacita Natal ini dirayakan dengan penuh iman oleh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung khidmat dan sarat makna.

Perayaan Ekaristi Hari Raya Natal di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sejak pagi hari, umat dari berbagai lingkungan telah memadati gereja dengan penuh antusias dan wajah yang memancarkan sukacita. Suasana Natal begitu terasa melalui dekorasi gereja yang bernuansa putih dan terang, menghadirkan simbol Kristus sebagai Terang Dunia yang datang untuk menerangi kehidupan manusia.

Misa Hari Raya Natal dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dan didampingi oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Kehadiran kedua imam ini semakin meneguhkan umat dalam perayaan iman yang sakral, sekaligus mengajak umat untuk semakin mendalami makna Natal sebagai peristiwa keselamatan yang terus hidup dalam perjalanan Gereja.

Liturgi Ekaristi berlangsung dengan tertib, indah, dan penuh penghayatan. Aquila bertugas sebagai organis yang mengiringi seluruh rangkaian perayaan dengan lagu-lagu Natal yang menyentuh hati. Koor Lingkungan Santo Gabriel Posenti, di bawah arahan Dirigen Bapak Hendrikus Hendri, S.S., mempersembahkan pujian dengan harmonis, mengangkat hati umat untuk memuliakan Allah. Tugas lektor dilaksanakan oleh Julita Desti dengan pembacaan Sabda Tuhan yang jelas dan penuh penghayatan. Mazmur tanggapan dilantunkan dengan indah oleh Saudara Giordanetz atau yang akrab disapa Danet, membantu umat merenungkan firman Tuhan secara lebih mendalam. Bacaan Injil dibawakan oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, dengan penuh khidmat.






















































































































































































Bacaan Injil pada Hari Raya Natal ini diambil dari Injil Yohanes 1:1–18 yang mengisahkan misteri agung Firman yang telah menjadi manusia. Injil ini menegaskan bahwa pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada satu pun yang telah jadi. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasainya.

Dalam homilinya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, menyapa umat dengan penuh sukacita seraya mengajak seluruh umat untuk bergembira atas kedatangan Tuhan. “Selamat pagi Bapak, Ibu, Saudara-saudari terkasih. Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, karena Ia sudah datang,” ungkapnya mengawali renungan.

Romo Oscar menegaskan bahwa Natal adalah perayaan sukacita sejati karena Raja Damai dan Penyelamat telah datang ke dunia. Sukacita Natal bukanlah sukacita yang bersifat sementara atau lahiriah semata, melainkan sukacita yang lahir dari kehadiran Allah yang menyelamatkan manusia. Kedatangan Kristus membawa harapan baru bagi dunia yang sering diliputi kegelapan, penderitaan, dan dosa.

Lebih lanjut, Romo Oscar mengulas kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai jati diri Yesus. Yohanes diutus untuk menyatakan Terang, bukan sebagai terang itu sendiri. Yesus adalah Terang sejati yang telah ada sebelum penciptaan, Dia adalah Allah, dan dalam Dia ada hidup. Terang ilahi ini tidak pernah dapat dikalahkan oleh kekuatan kegelapan. Sekalipun dunia menolak dan tidak mengenal-Nya, terang Kristus tetap bercahaya dan mengalahkan dosa serta maut.

Romo Oscar juga menyinggung kenyataan bahwa orang-orang Yahudi merasa menang dengan menghukum mati Yesus, namun sesungguhnya Sang Terang tetap hidup dan berkuasa. Sukacita Natal, menurutnya, adalah sukacita sejati karena menghadirkan pengharapan baru, memulihkan manusia dari kelelahan hidup, serta membebaskan dari belenggu dosa.

Firman yang telah menjadi daging mengundang setiap orang beriman untuk membiarkan dirinya dibentuk oleh Sang Terang. Kristus bukan hanya lahir di Betlehem dua ribu tahun yang lalu, tetapi Ia tinggal bersama umat-Nya hingga kini. Kehadiran Kristus menuntut komitmen nyata untuk hidup dalam kasih, membagikan sukacita, dan menghadirkan damai di tengah dunia sebagai orang-orang yang telah diselamatkan.

Dalam homilinya, Romo Oscar juga mengingatkan bahwa Allah berbicara kepada manusia melalui para nabi, dan pada akhirnya menyatakan diri-Nya secara penuh melalui Putra-Nya yang menjelma menjadi manusia, sama seperti manusia dalam segala hal kecuali dosa. Dalam Surat kepada Orang Ibrani ditegaskan bahwa Yesus sungguh menyatakan Allah dalam seluruh alam semesta. Ia telah datang, dan suatu hari Ia akan datang kembali. Harapan ini diharapkan mampu meneguhkan dan menguatkan perjalanan iman umat dalam kehidupan sehari-hari.

Romo Oscar menutup homilinya dengan doa dan harapan agar peristiwa Natal ini sungguh membawa damai dan kegembiraan dalam hidup umat, baik secara pribadi, dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Perayaan Natal di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang juga menjadi momentum refleksi iman yang mendalam. Tema “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera bagi Kita” kembali ditegaskan sebagai inti pesan Natal. Natal bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan peristiwa iman yang menghadirkan Allah yang dekat, Allah yang peduli, dan Allah yang menyertai umat-Nya.

Kisah malam sunyi di Betlehem yang mengubah sejarah dunia kembali dihadirkan kepada umat. Dalam kesederhanaan palungan, Allah menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa. Natal mengingatkan umat bahwa Allah sering bekerja melalui hal-hal kecil dan sederhana yang kerap luput dari perhatian manusia.

Palungan menjadi simbol kerendahan hati Allah yang memilih hadir di tengah kesederhanaan, agar semua orang, terutama yang kecil dan tersingkir, merasa diterima dan dicintai. Allah tidak menunggu manusia menjadi sempurna, melainkan datang untuk menyelamatkan dan memulihkan.

Para gembala, yang menjadi penerima pertama kabar gembira, mengajarkan bahwa Allah memilih hati yang sederhana dan terbuka. Dalam dunia modern yang penuh pencitraan dan kompetisi, Natal mengajak umat untuk kembali pada kesederhanaan dan kepekaan akan suara Tuhan.

Melalui perayaan Natal ini, umat diajak untuk menghadirkan Kristus di tengah kehidupan sehari-hari, termasuk di era digital yang penuh distraksi. Natal mengajak umat untuk menyediakan “palungan” dalam hati, ruang hening bagi Tuhan, serta mewujudkan kasih dalam tindakan nyata.

Perayaan Ekaristi Hari Raya Natal 2025 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berakhir dengan suasana penuh syukur. Umat pulang dengan hati yang diteguhkan dan diutus untuk membawa terang Kristus ke dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Semoga perayaan Natal ini sungguh membawa damai, harapan, dan kegembiraan bagi seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan bagi semua orang yang merindukan kasih dan keselamatan dari Tuhan. Selamat Natal 2025.
Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera bagi kita semua.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   25  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar