Misa Pesta Pembaptisan Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang

 

Foto RP. Vitalis Nggeal, CP,pimpin misa

“Dibaptis untuk Menebus, Diutus untuk Mengasihi”

Misa Pesta Pembaptisan Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang

Minggu, 11 Januari 2026 – Warna Liturgi Putih

Ketapang,11 Januari 2026.Pada Minggu pagi yang penuh cahaya rahmat, 11 Januari 2026, umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, Pukul 07.00 Wib.berhimpun dalam suasana sukacita untuk merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan, sebuah perayaan liturgis yang menutup Masa Natal dan sekaligus membuka gerbang misi publik Yesus di tengah dunia. Dengan warna liturgi putih yang melambangkan kemurnian, kemuliaan, dan sukacita ilahi, gereja dipenuhi umat dari berbagai lingkungan yang datang untuk merayakan misteri agung: Allah yang rela turun ke dalam air bersama manusia berdosa demi keselamatan semua orang.

Misa kudus dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, yang dengan suara tegas namun penuh kelembutan menggembalakan umat dalam perayaan sakramental yang khidmat dan sarat makna. Liturgi semakin hidup dengan pelayanan para petugas:
Lektor: Ibu dr. Eva Lydia Ingan Riantaras Munthe, Sp.P
Pemazmur: Ibu Risti
Dirigen: Ibu Agustini Dede
Organis: Ibu Martha Koleta Popyzesika
dan Koor Lingkungan Santa Perawan Maria (SPM) yang mengalunkan pujian dengan harmoni yang mengangkat hati umat kepada Tuhan.
































































































Pembaptisan Tuhan: Penutup Masa Natal, Awal Misi Keselamatan

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik, Pesta Pembaptisan Tuhan bukan sekadar kenangan historis akan Yesus yang dibaptis di Sungai Yordan. Perayaan ini adalah momen teologis yang sangat penting karena menandai peralihan dari masa tersembunyi Yesus di Nazaret menuju masa pelayanan publik-Nya. Sejak saat itu, Yesus tampil sebagai Mesias, Hamba Allah, dan Anak yang dikasihi Bapa, yang diutus untuk menyatakan Kerajaan Allah kepada dunia.

Bacaan Injil dari Matius 3:13–17 menggambarkan dengan sangat indah peristiwa itu:

“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya… Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”

Di sinilah Gereja melihat pewahyuan Tritunggal Mahakudus: Putra yang dibaptis, Roh Kudus yang turun, dan Bapa yang bersabda. Inilah momen ketika Yesus dinyatakan kepada dunia sebagai Anak Allah yang diurapi.

Homili RP. Vitalis Nggeal, CP: Allah yang Turun ke Air Dosa

Dalam homilinya yang mendalam dan menyentuh, RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak umat untuk merenungkan makna terdalam dari pembaptisan Yesus. Ia membuka dengan sapaan hangat:

“Selamat pagi Bapak, Ibu dan adik-adik terkasih. Pesta Pembaptisan Tuhan menutup Masa Natal. Di Sungai Yordan Tuhan Yesus meminta dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dengan turun ke Sungai Yordan, itu adalah tindakan solidaritas Allah kepada manusia.”

Pertanyaan besar pun diajukan: Apakah Yesus berdosa sehingga harus dibaptis? Pertanyaan ini sering muncul dalam benak umat. RP. Vitalis menjawab dengan tegas bahwa Yesus tidak berdosa dan tidak membutuhkan pertobatan, namun justru karena kasih-Nya yang tanpa batas, Ia rela masuk ke dalam barisan orang-orang berdosa.

“Yang tidak berdosa masuk ke dalam ritual pertobatan. Yesus tidak perlu pertobatan, melainkan Ia memikul dosa dunia. Dia menempatkan diri-Nya di antara orang-orang bersalah.”

Di sinilah misteri keselamatan dinyatakan: Allah tidak tinggal jauh di surga, melainkan turun ke dalam lumpur sejarah manusia. Ia berdiri sejajar dengan para pendosa, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menebus.

Solidaritas Ilahi: Allah yang Tidak Takut Kotor

RP. Vitalis menegaskan bahwa tindakan Yesus masuk ke Sungai Yordan adalah simbol solidaritas ilahi. Sungai itu bukan hanya air fisik, tetapi lambang dari seluruh dosa, luka, dan kehancuran manusia.

“Apakah Yesus menyamakan diri-Nya dengan orang berdosa? Iya. Iya untuk menebus dosa-dosa manusia itu.”

Yesus adalah Gembala yang menggendong domba yang hilang. Ia tidak menunggu manusia menjadi bersih untuk datang kepada-Nya, tetapi justru menyentuh yang kotor untuk menguduskan. Dalam dunia yang sering mengucilkan yang lemah dan berdosa, Yesus menunjukkan wajah Allah yang berani masuk ke tempat-tempat paling gelap.

“Tidak ada kehidupan yang terlalu kotor untuk dijamah Tuhan.”

Kalimat ini menjadi salah satu pesan paling kuat dalam homili. Bagi umat yang mungkin merasa gagal, terluka, atau berdosa, Pesta Pembaptisan Tuhan adalah kabar gembira: Allah tidak pernah menyerah pada manusia.

Identitas dan Perutusan: Dari Air Baptis Menuju Misi

RP. Vitalis kemudian mengaitkan pembaptisan Yesus dengan pembaptisan setiap orang Kristen. Baptisan bukan hanya ritus masa lalu, melainkan penegasan identitas dan perutusan.

“Iman Kristen bukan soal menjauh dari dunia yang berdosa, tetapi untuk hadir bagi yang terluka dan tersingkir.”

Setiap orang yang telah dibaptis telah dimasukkan ke dalam misi Kristus. Kita dipanggil bukan untuk membangun tembok eksklusivisme, tetapi menjadi jembatan kasih. Roh Kudus yang turun atas Yesus juga dicurahkan atas kita, supaya kita mampu menjadi saksi kasih Allah di tengah dunia.

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”  Ketaatan yang Membawa Perkenan

Dalam bagian reflektif yang lebih teologis, homili menyoroti bahwa yang membuat Yesus berkenan kepada Bapa adalah ketaatan-Nya. Dari inkarnasi hingga wafat di kayu salib, Yesus hidup dalam ketaatan total.

“Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Flp 2:8)

Pembaptisan di Yordan adalah awal dari jalan ketaatan itu. Yesus taat untuk masuk ke dalam rencana Allah, meski itu berarti harus memikul dosa dunia. Dan karena ketaatan itulah Bapa bersabda: “Kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Buah Ketaatan: Berkeliling Sambil Berbuat Baik

RP. Vitalis mengutip Kisah Para Rasul 10:38:

“Yesus telah berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Inilah buah dari baptisan dan ketaatan: hidup yang menjadi berkat bagi sesama. Baptisan bukan hanya identitas religius, tetapi pelantikan menjadi “aktor dan sutradara kebaikan” di dunia.

Dengan bahasa yang kuat dan kontekstual, RP. Vitalis menantang umat:

“Jika ingin agar Allah berkenan menonton sinetron hidup kita, maka mari kita mementaskan drama kebaikan yang disutradarai oleh Roh Allah.”

Gereja yang Diperbarui oleh Roh

Perayaan Misa Pesta Pembaptisan Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tidak hanya menjadi kenangan liturgis, tetapi momentum pembaruan iman. Dalam nyanyian koor Santa Perawan Maria SPM yang merdu dan doa-doa umat yang khusyuk, terasa bahwa Roh Kudus sungguh bekerja membarui hati.

Umat diingatkan bahwa seperti Yesus, mereka pun telah diurapi dalam baptisan untuk membawa terang bagi dunia. Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan spiritual, pesan homili ini menjadi kompas: hadirlah bagi yang terluka, jangan takut menyentuh yang terpinggirkan, dan hiduplah dalam ketaatan kepada kehendak Allah.

Penutup: Dari Sungai Yordan ke Sungai Kehidupan Kita

Pesta Pembaptisan Tuhan mengajak kita semua untuk kembali ke sumber: ke air baptis kita sendiri. Di sanalah identitas kita sebagai anak-anak Allah dimeteraikan. Di sanalah pula kita diutus untuk berjalan bersama Yesus, Sang Anak yang Kukasihi.

Seperti suara Bapa yang bergema di Sungai Yordan, semoga setiap umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pun mendengar dalam hati mereka:

“Engkau adalah anak-Ku yang Kukasihi, kepadamu Aku berkenan.”

Dan dengan kekuatan Roh Kudus, marilah kita melangkah keluar dari gereja ini, membawa kabar baik, menghadirkan kasih, dan menebarkan kebaikan di mana pun kita berada. 🙏

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   11 Januari  2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar