Pergilah Berdamai Dahulu — Misa Pelajar Ketapang Ajak Generasi Muda Hidup dalam Rekonsiliasi

 

Foto RP. Advent Novianto, Stephanus, SJ. Pimpin Misa

MISA PELAJAR KABUPATEN KETAPANG
Jumat, 27 Februari 2026 – Pekan I Prapaskah
Gereja Katedral St. Gemma Galgani Ketapang

Ketapang, 27 Februari 2026.Suasana khidmat dan penuh semangat iman menyelimuti Gereja Katedral St. Gemma Galgani Ketapang pada Jumat, 27 Februari 2026. Ratusan pelajar Katolik dari berbagai sekolah negeri tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Ketapang berkumpul dalam perayaan Misa Pelajar yang diselenggarakan pada pukul 11.30 WIB.

Perayaan Ekaristi ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan Jumat Pekan I Prapaskah, dengan warna liturgi ungu yang melambangkan pertobatan dan refleksi diri. Pada hari yang sama Gereja juga memperingati secara fakultatif Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman, serta Santo Leander, Uskup.

Kehadiran Sekolah-Sekolah Negeri

Misa Pelajar dihadiri oleh siswa-siswi beragama Katolik beserta guru pendamping dari berbagai sekolah negeri di Ketapang, antara lain:

SMK Negeri 1 Ketapang

SMK Negeri 2 Ketapang

SMA Negeri 1 Ketapang

SMA Negeri 2 Ketapang

SMA Negeri 3 Ketapang

SMP Negeri 1 Ketapang

SMP Negeri 3 Ketapang

SMP Negeri 5 Ketapang

Kehadiran para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ini menunjukkan persatuan iman yang kuat di tengah keberagaman lingkungan sekolah negeri.

Turut hadir pula Ketua Bidang Pewartaan dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., yang memberikan dukungan dan semangat bagi para pelajar untuk terus bertumbuh dalam iman Katolik di lingkungan pendidikan.










































































































































Petugas Liturgi

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP. Advent Novianto, Stephanus, SJ.
Injil dibacakan oleh Frater Alexander Fransesco Agnes Ranubaya, S.Kom., S.Fil.

Petugas liturgi dalam Misa Pelajar ini adalah:

Pemazmur: Kevin

Lektor: Angelina Nyasha Dayoga

Organis: Gisel Corolin

Dirigen: Tiffani Lauvicka

Koor dipercayakan kepada siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Ketapang, misdinar dari SMP Negeri 1 Ketapang, serta petugas lektor, pemazmur, doa umat, dan kolektan dari SMK Negeri 1 Ketapang.

Keterlibatan aktif para pelajar dalam pelayanan liturgi menunjukkan bahwa generasi muda Katolik di Ketapang tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelayan Gereja.

Bacaan Injil: Matius 5:20–26

“Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu.”

Dalam Injil yang diambil dari Matius 5:20–26, Yesus dalam khotbah di bukit mengajarkan bahwa hidup keagamaan harus lebih dari sekadar kepatuhan lahiriah terhadap hukum.

Yesus bersabda:

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Yesus memperdalam hukum “Jangan membunuh” dengan menegaskan bahwa kemarahan, hinaan, dan kebencian terhadap sesama pun memiliki konsekuensi rohani. Bahkan, sebelum mempersembahkan korban di altar, seseorang diminta terlebih dahulu berdamai dengan saudaranya.

Sabda ini menjadi pusat refleksi dalam Misa Pelajar, terlebih dalam masa Prapaskah yang menekankan pertobatan dan pembaruan hati.

Homili: Ajakan Berdamai dan Memulai Hidup Baru

Dalam homilinya, RP. Advent Novianto, Stephanus, SJ mengawali dengan pertanyaan sederhana namun mendalam kepada para pelajar:

“Pernahkah kamu marah kepada seseorang?”

Pertanyaan itu langsung menyentuh pengalaman konkret para siswa — marah kepada teman, guru, bahkan orang tua. Beliau mengajak para pelajar untuk merenungkan pengalaman ketika melakukan kesalahan kepada Mama atau Papa, lalu diampuni. Perasaan damai dan lega setelah diampuni menjadi gambaran kasih Allah yang selalu membuka pintu pertobatan.

Romo Advent kemudian mengajak para siswa membayangkan Yesus berdiri di hadapan mereka.

“Apa yang akan Yesus katakan kepadamu?” tanyanya.

Dalam keheningan batin, para pelajar diajak untuk berani meminta maaf, bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Masa Prapaskah disebutnya sebagai kesempatan untuk memulai hidup baru.

Beliau menegaskan bahwa iman Katolik bukan hanya soal aturan, melainkan transformasi hati. Tidak cukup hanya “tidak membunuh”, tetapi juga tidak memelihara amarah, tidak menyimpan dendam, dan tidak merendahkan sesama.

Kebenaran yang Lebih Dalam dari Sekadar Aturan

Yesus tidak menolak hukum Taurat, melainkan memperdalamnya. Ia menggeser fokus dari kepatuhan lahiriah menuju pembaruan batin. Dalam konteks kehidupan pelajar, ini berarti:

Tidak cukup hanya tidak berkelahi.

Tidak cukup hanya tidak berkata kasar di depan guru.

Tidak cukup hanya berperilaku baik saat diawasi.

Yang terpenting adalah hati yang bersih dan tulus.

Romo Advent menekankan bahwa ibadah tanpa kasih menjadi kosong. Jika hati masih penuh kebencian, persembahan di altar belumlah sempurna.

Rekonsiliasi Lebih Penting dari Ritual

Bagian Injil yang paling ditekankan adalah ajakan Yesus untuk meninggalkan persembahan di altar dan terlebih dahulu berdamai.

Pesan ini disebut revolusioner karena menempatkan relasi dengan sesama sebagai bagian tak terpisahkan dari relasi dengan Tuhan.

Para pelajar diajak memahami bahwa:

Mengalah bukan berarti kalah.

Meminta maaf bukan tanda kelemahan.

Berdamai adalah tanda kedewasaan rohani.

Dalam kehidupan sekolah, rekonsiliasi bisa dimulai dari hal sederhana: menyapa kembali teman yang sempat berselisih, meminta maaf atas kata-kata yang menyakitkan, atau menghentikan kebiasaan mengolok-olok.

Latihan Iman yang Konkret

Sebagai langkah praktis selama Prapaskah, para siswa diajak untuk:

  1. Menyebutkan satu nama orang yang perlu didamaikan.

  2. Mendoakan orang tersebut selama tiga hari.

  3. Mengambil satu langkah kecil untuk memperbaiki relasi.

  4. Mengendalikan kata-kata agar tidak merendahkan.

  5. Datang dalam doa dengan hati jujur.

Pesan ini disambut dengan suasana hening yang mendalam. Banyak siswa tampak tergerak dan merenung.

Sakramen Tobat dan Pembaruan Diri

Homili juga mengaitkan bacaan Injil dengan Sakramen Tobat. Pertobatan bukan hanya mengaku dosa, tetapi juga memperbaiki relasi dan, sejauh mungkin, membangun kembali kepercayaan.

Prapaskah disebut sebagai masa rahmat, saat setiap orang diberi kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang baru.

Doa dan Harapan Pelajar

Menjelang akhir homili, doa sederhana dipanjatkan bersama:

“Tuhan Yesus, aku banyak melukai orang lain. Aku mau belajar memaafkan dan meminta maaf. Berkati orang tuaku, guruku, dan masa depanku. Bunda Maria, doakanlah kami.”

Doa ini menjadi ungkapan komitmen bersama untuk membangun hidup yang lebih damai.

Semangat Kebersamaan dan Identitas Iman

Misa Pelajar ini bukan sekadar rutinitas liturgi, melainkan ruang pembinaan iman bagi generasi muda Katolik di sekolah negeri. Dalam lingkungan yang plural dan dinamis, para siswa Katolik diteguhkan untuk tetap setia pada nilai kasih, pengampunan, dan damai.

Kehadiran guru pendamping menunjukkan bahwa pendidikan iman berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Sekolah dan Gereja bersinergi membentuk pribadi yang utuh: cerdas secara intelektual dan matang secara rohani.

Penutup

Perayaan Misa Pelajar Jumat, 27 Februari 2026 di Gereja Katedral St. Gemma Galgani Ketapang menjadi momentum penting dalam perjalanan Prapaskah tahun ini.

Sabda Tuhan dari Matius 5:20–26 mengingatkan bahwa damai bukan pilihan tambahan, melainkan inti iman Kristiani. Ibadah sejati lahir dari hati yang bersih dan relasi yang dipulihkan.

Melalui Misa ini, para pelajar Katolik Ketapang diteguhkan untuk menjadi pembawa damai di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dengan semangat pertobatan, pengampunan, dan rekonsiliasi, mereka melangkah meninggalkan gereja bukan hanya sebagai peserta misa, tetapi sebagai pribadi yang siap memulai hidup baru dalam terang kasih Kristus.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 27 Februari 2026


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar