Ibadat Jalan Salib Buka SOMA KMKI Keuskupan Ketapang, 90 Peserta dari Berbagai Paroki Ikuti Pembinaan Misioner

 

Foto Ibadat Jalan Salib Buka SOMA KMKI Keuskupan Ketapang

Ibadat Jalan Salib Buka SOMA KMKI Keuskupan Ketapang, 90 Peserta dari Berbagai Paroki Ikuti Pembinaan Misioner

Ketapang, Jumat 6 Maret 2026.Kegiatan School of Missionary Animators (SOMA) atau Sekolah Pendamping Misioner yang diselenggarakan oleh Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Ketapang resmi dibuka dengan Ibadat Jalan Salib di Rumah Adat Dermalo Josep Murial, kawasan Catholic Center Paya Kumang, Ketapang, Jumat (6/3/2026) pukul 16.00–17.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (6–8 Maret 2026) di Catholic Center Ketapang ini mengusung tema “One in Christ, United in Mission” (Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi/Perutusan). Program ini menjadi bagian dari pembinaan iman dan penguatan semangat misioner umat Katolik di wilayah Keuskupan Ketapang.

Ibadat Jalan Salib sebagai pembuka kegiatan dipandu oleh para seminaris dari Seminari Menengah Santo Laurensius Ketapang dan dihadiri oleh para imam, suster, serta puluhan peserta dari berbagai paroki.

Perayaan ibadat dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi, didampingi RP. Rovinus Longa, CP selaku Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, serta dua imam lainnya yakni RD. Yosefus Anting Patimura dan RD. Zurich Arian Withosha.

Suasana ibadat berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti setiap perhentian Jalan Salib dengan penuh refleksi, mengingat kembali perjalanan sengsara Yesus Kristus dari saat Ia dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan.

Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, RP. Rovinus Longa, CP, mengatakan bahwa kegiatan SOMA menjadi sarana pembinaan bagi umat agar semakin memahami panggilan misioner Gereja.

Menurutnya, Gereja tidak hanya dipanggil untuk merayakan iman secara liturgis, tetapi juga untuk terlibat aktif dalam karya perutusan, membawa kabar sukacita Injil kepada sesama.

“SOMA merupakan ruang pembinaan bagi umat agar mampu menjadi pendamping dan animator misioner di paroki maupun lingkungan masing-masing. Dengan semangat ‘One in Christ, United in Mission’, kita diingatkan bahwa semua umat dipanggil untuk terlibat dalam karya misi Gereja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jaringan pelayanan misioner antarparoki di wilayah Keuskupan Ketapang.

Pertemuan SOMA KMKI ini juga dihadiri oleh tim dari tingkat nasional dan perwakilan dari berbagai keuskupan yang tergabung dalam Tim Karya Misi Kepausan Indonesia.

Adapun personalia Tim KMKI yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:

  1. RD. Yosefus Anting Patimura (Dewan Nasional KMKI)

  2. Antonius Turmudi Hartono (Staf Sekretariat Nasional KMKI)

  3. Margaretha Nicken (Staf Tim KMKI Keuskupan Pangkalpinang)

  4. Dita Derista (Tim KMKI Keuskupan Malang)

  5. Angela Yunita Ariyanti (Tim KMKI Keuskupan Malang)

Selain itu kegiatan juga dihadiri oleh Saudari Susana Eniyanti, S.Pd., bersama para pastor, suster, serta peserta yang berasal dari berbagai paroki.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 90 orang yang berasal dari berbagai wilayah pelayanan Gereja di Keuskupan Ketapang.

Para peserta tersebut berasal dari sejumlah paroki, antara lain:

Paroki Paulus Rasul Tumbang Titi

Paroki Santo Gabriel Sandai

Paroki Santo Martinus Balai Berkuak

Paroki Salib Suci Menyumbung

Paroki Santa Gemma Galgani

Paroki Keluarga Kudus Sepotong

Paroki Santo Agustinus

Paroki Santo Yosef Serengkah

Paroki Maria Ratu Rosari Riam Kota

Paroki Santo Mikael Simpang Dua

Paroki Santo Stefanus Kendawangan

Paroki Santo Carolus Borromeus

Paroki Emanuel Sukadana 

Paroki Sungai Daka

Selain itu hadir pula RP. Rovinus Longa, CP, Ketua Komisi Karya Misioner dan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Ketapang, bersama RD. Zurich Arian Withosha, Sekretaris KMKI Keuskupan Ketapang.

Turut mendukung kegiatan ini para anggota KMKI Keuskupan Ketapang yakni Susana Eniyanti, S.PdSuster Agnes, OSAFuji Polontir, serta Suster Dypna, OSA sebagai relawan pelayanan. Kegiatan ini juga diikuti oleh empat orang peserta dari Seminari Menengah Santo Laurensius Ketapang.






























Keterlibatan Remaja Misioner

Menariknya, dalam kegiatan ini juga hadir peserta dari kalangan remaja melalui program T-SoM (Teens School of Mission) atau Sekolah Misi Remaja. Program ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda Gereja agar memiliki semangat misioner sejak usia dini.

Sebanyak empat orang siswa dari Seminari Menengah Santo Laurensius Ketapang turut terlibat dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa semangat misi tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga generasi muda Gereja.

Selain dari seminari, kegiatan ini juga melibatkan peserta dari T-SoM Keuskupan Ketapang serta jaringan T-SoM Nasional, yang merupakan bagian dari pembinaan misioner remaja dalam lingkup Gereja Katolik di Indonesia.

Partisipasi kaum muda ini memberikan warna tersendiri dalam kegiatan SOMA, sekaligus menjadi harapan bagi masa depan Gereja yang semakin misioner.

Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari T-SOM Keuskupan, serta kelompok kaum muda seperti Remaja Jambore Nasional dan Remaja Jambore Sintang yang turut ambil bagian dalam pembinaan misioner tersebut.

Selama tiga hari kegiatan berlangsung, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai sesi pembinaan, diskusi, refleksi iman, serta pendalaman mengenai karya misi Gereja.

Program School of Missionary Animators (SOMA) sendiri merupakan salah satu bentuk pendidikan dan pembinaan bagi umat agar mampu menjadi pendamping misioner yang aktif di lingkungan Gereja maupun masyarakat.

Melalui program ini, para peserta dibekali dengan pemahaman tentang spiritualitas misi, dinamika pelayanan Gereja, serta peran umat dalam mewartakan Injil di tengah kehidupan sosial.

Tema “One in Christ, United in Mission” menjadi dasar refleksi selama kegiatan berlangsung. Tema ini menegaskan bahwa seluruh umat Katolik dipersatukan dalam Kristus dan diutus bersama untuk melaksanakan misi Gereja.

Dengan semangat persatuan tersebut, umat diharapkan mampu bekerja sama dalam pelayanan pastoral serta menghadirkan nilai-nilai Injil di tengah masyarakat.

Ibadat Jalan Salib yang menjadi pembuka kegiatan juga memiliki makna spiritual yang mendalam, khususnya dalam masa Prapaskah.

Devosi ini merupakan salah satu tradisi penting dalam Gereja Katolik yang mengajak umat untuk merenungkan sengsara dan wafat Yesus Kristus melalui 14 perhentian Jalan Salib.

Keempat belas perhentian tersebut menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus mulai dari dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan.

Perhentian-perhentian tersebut antara lain:

  1. Yesus dijatuhi hukuman mati

  2. Yesus memanggul salib

  3. Yesus jatuh untuk pertama kalinya

  4. Yesus berjumpa dengan Ibunya

  5. Yesus ditolong Simon dari Kirene

  6. Veronika mengusap wajah Yesus

  7. Yesus jatuh untuk kedua kalinya

  8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya

  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya

  10. Pakaian Yesus ditanggalkan

  11. Yesus disalibkan

  12. Yesus wafat di salib

  13. Yesus diturunkan dari salib

  14. Yesus dimakamkan

Melalui permenungan tersebut, umat diajak untuk mengenang kembali kasih Allah yang begitu besar kepada manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Selain itu, Jalan Salib juga mengajak umat untuk melakukan pertobatan dan memperbarui kehidupan selama masa Prapaskah.

Dalam refleksi yang disampaikan selama ibadat, umat diajak untuk meneladani kerendahan hati, kesabaran, serta keteguhan Yesus dalam menghadapi penderitaan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Selain menjadi sarana permenungan iman, Jalan Salib juga mengandung pesan solidaritas terhadap sesama.

Melalui refleksi penderitaan Kristus, umat diajak untuk lebih peka terhadap penderitaan orang lain serta terlibat dalam upaya membantu mereka yang membutuhkan.

Pesan solidaritas ini sejalan dengan semangat karya misi Gereja yang mendorong umat untuk tidak hanya berfokus pada kehidupan rohani pribadi, tetapi juga aktif dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.

Panitia berharap kegiatan SOMA KMKI Keuskupan Ketapang ini dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat misioner umat Katolik di wilayah tersebut.

Melalui pembinaan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi animator dan pendamping misioner di paroki masing-masing serta turut memperkuat pelayanan Gereja.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat dari berbagai paroki di Keuskupan Ketapang.

Dengan semangat kebersamaan dan iman yang kuat, para peserta diharapkan mampu menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah masyarakat.

Di bagian akhir kegiatan pembukaan, seluruh peserta menerima berkat dari Bapa Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang. Berkat tersebut menjadi peneguhan rohani bagi seluruh peserta agar mampu menjalankan tugas perutusan dengan penuh iman, semangat pelayanan, serta kesetiaan kepada Gereja.

Melalui berkat tersebut, para peserta diharapkan semakin diteguhkan dalam panggilan mereka untuk menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan masyarakat.

Pertemuan SOMA yang berlangsung di Catholic Center Ketapang ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan semata, tetapi juga menjadi ruang pertumbuhan iman serta penguatan komitmen umat dalam melaksanakan karya perutusan Gereja.

Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya Gereja untuk membangun umat yang semakin dewasa dalam iman, aktif dalam pelayanan, dan siap mewartakan Injil kepada dunia.

Melalui semangat “One in Christ, United in Mission”, umat Katolik Keuskupan Ketapang diharapkan semakin bersatu dalam Kristus dan bersama-sama menjalankan misi Gereja di tengah masyarakat.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 6 Maret 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar